Internalization of Islamic Values in the Suroan Tradition in Bumiasri Hamlet, Bumiharjo Village, Batanghari District

  • Ashara Musafa Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
  • Hernisawati Hernisawati Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
  • Irhamudin Irhamudin Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
  • Suhono Suhono Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
Keywords: Islamic Values, Suroan Tradition, Local Javanese Cultural

Abstract

The Suroan tradition is a local Javanese cultural practice that continues to be preserved in Bumiasri Hamlet, Bumiharjo Village, Batanghari District, East Lampung Regency, Indonesia. Beyond its cultural significance, the tradition incorporates Islamic religious values that are reflected in various communal and religious activities. This study aims to analyze the process of internalizing Islamic values and to examine the community’s understanding and lived experience of aqidah (faith), ibadah (worship), and akhlak (moral conduct) within the Suroan tradition. Employing a qualitative field research approach, the study involved village officials, Islamic religious leaders, community leaders, and local residents. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed thematically. The findings indicate that the Suroan tradition has undergone a transformation in meaning, evolving from a predominantly cultural practice into an effective form of cultural da'wah that facilitates the transmission and internalization of Islamic values. The internalization process occurs gradually through habituation, exemplary behavior, and active community participation in religious activities. Aqidah is internalized through the reinforcement of monotheistic beliefs in communal prayers; ibadah through the regular practice of tahlilan, charitable giving, and religious study; and akhlak through mutual cooperation, social solidarity, and ukhuwah Islamiyah (Islamic brotherhood). The community not only understands Suroan as a cultural tradition but also experiences it as a religious practice that provides spiritual tranquility and strengthens religious awareness. This internalization of Islamic values contributes to changes in the community’s religious and social behavior in everyday life. Thus, the Suroan tradition demonstrates its potential as a means of harmonizing Islamic teachings with local culture while fostering religious character and strengthening social harmony within the community.

References

Abdullah, M. (2019). Pembiasaan ibadah sebagai strategi internalisasi nilai Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 16(1), 45–58.

Al Hidaya, A. (2023). Internalisasi solidaritas sosial dan nilai nilai Islam melalui tradisi Weweh. Journal of Economics, Law, and Humanities, 2(2), 151–161. https://doi.org/https://doi.org/10.21154/jelhum.v2i2.2651

Anwar, M. (2021). Penghayatan spiritual masyarakat dalam tradisi keagamaan lokal. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 145–158.

Buatan, M. M., & Nur, I. (2024). Internasionalisasi nilai pendidikan Islam melalui tradisi Malam Ela Ela dalam penguatan pemahaman keagamaan masyarakat Kampung Waigama, Distrik Misool Utara. Transformasi: Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam, 8(1), 47–61. https://doi.org/https://doi.org/10.47945/transformasi.v8i1.1598

Fathoni, A. (2011). Metodologi penelitian dan teknik penyusunan skripsi. Rineka Cipta.

Fauzi, A. (2018a). Internalisasi nilai ibadah dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim. Jurnal Kebudayaan Islam, 14(1), 67–80.

Fauzi, A. (2018b). Islam Nusantara dan moderasi budaya lokal. Jurnal Kebudayaan Islam, 14(2), 201–214.

Fitriani, L. (2020). Pendidikan akhlak berbasis pengalaman sosial. Jurnal Tarbiyah, 27(1), 77–90.

Hakim, R. (2018a). Etika sosial dan nilai akhlak dalam tradisi Islam Nusantara. Jurnal Akhlak Dan Tasawuf, 6(2), 101–115.

Hakim, R. (2018b). Internalisasi nilai tauhid dalam tradisi masyarakat. Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 13(2), 133–147.

Hasanah, U. (2018). Tradisi lokal sebagai media pendidikan nilai. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 65–78.

Hidayat, T. (2020). Kesadaran religius masyarakat berbasis tradisi lokal. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, 5(1), 55–68.

Julian, D., & Lubis, E. (2022). Makna Tradisi Suroan Dalam Melestarikan Nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. JUPANK ( Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan), 2(2), 122–128.

Kurniawan, D. (2021). Pemahaman masyarakat terhadap tradisi keagamaan dalam perspektif pendidikan Islam. Jurnal Sosiologi Agama, 12(2), 133–147.

Latifah, S. (2020). Partisipasi perempuan dan pemuda dalam tradisi keagamaan masyarakat. Jurnal Pendidikan Sosial Keagamaan, 5(2), 89–103.

Maisyanah, & Inayati. (2019). Internalisasi nilai-nilai Islam melalui tradisi lokal masyarakat Jawa. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 14(2), 267–286.

Maisyanah, & Inayati, L. (2022). Internalisasi nilai pendidikan agama Islam pada tradisi Meron. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 1(1), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.21043/edukasia.v13i2.4627

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage Publications.

Mubarok, A. (2018). Dakwah kultural dan filterisasi budaya lokal dalam Islam. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 13(1), 23–36.

Munir, M. (2020). Spiritualitas dan ketenangan batin dalam tradisi keagamaan masyarakat. Jurnal Psikologi Islam, 7(1), 41–55.

Nasution, H. (2010). Islam ditinjau dari berbagai aspeknya. UI Press.

Ningsih, K. A., & Maghfiroh, M. (2024). Internalisasi nilai nilai pendidikan Islam pada tradisi Malam Satu Suro. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 24(1), 160–166. https://doi.org/https://doi.org/10.32795/ds.v24i1.5962

Nurcholish, M. (2023). Tradisi suroan: Perpaduan antara budaya lokal dan nilai Islam. Jurnal Dialog, 36(2), 115–126. https://doi.org/https://doi.org/10.20414/dijb.v36i2.234

Nurhadi. (2019a). Pendidikan Islam berbasis budaya lokal sebagai media internalisasi nilai. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 4(2), 77–91.

Nurhadi. (2019b). Tahapan internalisasi nilai dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 4(2), 89–102.

Qardhawi, Y. (2002). Nilai dan moral dalam ajaran Islam. Gema Insani Press.

Rahmawati, N. (2022). Internalisasi nilai ibadah dalam pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1), 45–56. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jpai.v9i1.2022

Ramayulis. (2017). Pembelajaran sosial dalam pendidikan nilai. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 24(1), 1–14.

Rohman, A. (2021). Ukhuwah Islamiyah dalam tradisi keagamaan masyarakat pedesaan. Jurnal Studi Sosial Keagamaan, 10(1), 59–73.

Safera, D., & Huda, M. C. (2020). Tradisi Suroan sebagai tapak tilas Walisongo (Studi di Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang). Al Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(1), 66–79. https://doi.org/https://doi.org/10.31538/almada.v3i1.500

Sauri, S. (2018). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam membentuk karakter bangsa. Jurnal Ilmiah Didaktika, 15(2), 123–134. https://doi.org/https://doi.org/10.22373/jid.v15i2.620

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suyadi. (2019). Internalisasi nilai berbasis afektif dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1), 56–68.

Syahrizal, H. (2017). Konstruksi nilai ibadah dalam pembentukan karakter religius. Jurnal Al-Ta’dib, 12(2), 153–166. https://doi.org/https://doi.org/10.31332/atdb.v12i2.733

Tilaar, H. A. R. (2012). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Remaja Rosdakarya.

Wahyuni, S. (2019). Kesadaran religius masyarakat dalam praktik tradisi Islam lokal. Jurnal Ilmu Dakwah, 15(2), 119–132.

Yuhelman, N., Sari, J. N., Arimbi, R. P., & Putri, R. N. (2025). Malam Satu Suro sebagai Tradisi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat di Kejorongan Piruko Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya The Night of One Suro as a Tradition in the Social Life of the Community in Kejorongan Piruko , Sitiung Village ,. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendekia, 2(12), 19618–19629.

Yulian, D., & Lubis, E. (2022). Makna tradisi Suroan dalam melestarikan nilai kearifan lokal pada masyarakat Suku Jawa di Desa Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan (JUPANK), 2(2), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.36085/jupank.v2i2.3681

Yusuf, M. (2021). Penguatan nilai akidah dalam pendidikan Islam. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 26(2), 112–122. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/tjie.v26i2.8599

Zaini, M. (2021a). Budaya lokal dan internalisasi nilai Islam. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, 6(1), 33–47.

Zaini, M. (2021b). Tradisi keagamaan dan pembentukan identitas religius masyarakat. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, 1(1), 45–56.

Published
2026-09-05
How to Cite
[1]
A. Musafa, H. Hernisawati, I. Irhamudin, and S. Suhono, “Internalization of Islamic Values in the Suroan Tradition in Bumiasri Hamlet, Bumiharjo Village, Batanghari District”, IJoASER, vol. 9, no. 2, pp. 304-315, Sep. 2026.