https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/issue/feedJurnal Al-Qiyam2026-04-15T06:36:22+08:00juhasdialqiyamjournal@gmail.comOpen Journal Systems<p align="justify">Jurnal Al-Qiyam<span style="margin: 0px; color: black; font-family: 'Noto Sans'; font-size: 10.5pt;">l</span> (<a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2745-9977#">E-ISSN 2745-9977</a>) is a peer-reviewed scientific open access national journal published by Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Furqan. Jurnal Al-Qiyam<span style="margin: 0px; color: black; font-family: 'Noto Sans'; font-size: 10.5pt;">l</span> welcomes articles on all aspects of Learning Strategy and management and increasingly complex issues confronting teacher education at the national and global levels. These are fundamentally concerned with issues of management in classrooms, learning strategy, school systems, and online learning. Management particularly welcomes articles that contribute to the field in the following ways: Scholarly articles reporting new empirical findings that make an original contribution to the field; Scholarly articles that make a theoretical contribution which extends and deepens our understanding of the key issues associated with leadership, management, and practice in online environments; Scholarly articles that explore alternative, critical, and re-conceptualised views of school leadership, management; Scholarly articles that provide state of the art reviews within an national or international context.</p>https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/694Penerapan Kelompok Belajar Terbimbing Wali Kelas 3b Dalam Peningkatan Motivasi Belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 82025-09-17T12:33:57+08:00Nabillah Nazlah Nur Maulidiyahtariaanss@gmail.comJaenullah JaenullahArtikel3@gmail.comNailul IzzahArtikel3@gmail.com<p>Improving the quality of human resources is a crucial factor in the advancement of a nation, and one key aspect of this is fostering strong learning motivation. This study aims to analyze the implementation, the role of homeroom teachers, and the mechanisms involved in guided study groups facilitated by homeroom teachers to enhance students’ learning motivation at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Campus 8. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, interviews, and literature review. The findings reveal that the implementation of study groups is fully managed by homeroom teachers. Their role goes beyond that of an academic instructor; they also build harmonious and trusting relationships with students. The guided study group mechanism at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Campus 8 for the academic year 2024–2025 includes the formation and scheduling of study groups, direct mentoring and supervision by homeroom teachers, as well as regular evaluation and motivation reinforcement activities.</p>2025-09-17T12:33:44+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1181Meningkatkan KemampuaMenulis Teks Pidato melalui Model Pembelajaran Project Based Learning pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Palu2025-09-20T19:48:12+08:00Kastury Kasturyketykastury@gmail.comJuniati Juniatijuniati@gmail.com<p>Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan implementasi Model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dalam meningkatkan kemampuan menulis pidato siswa kelas VII SMP Negeri 9 Palu. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian tindakan kelas ini menggunakan model penelitian yang dikembangkan oleh Kemis dan MC. Taggart yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap: (1) pra tindakan, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) observasi, dan (5) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Palu pada tahun ajaran 2023/2024. Subjeknya adalah 36 siswa kelas XI D. Teknik analisis data penelitian ini adalah membandingkan hasil tes awal dan akhir evaluasi hasil belajar siswa serta observasi aktivitas guru dan siswa di setiap siklus. Observasi pada siklus I menunjukkan aktivitas guru mencapai 67% (kategori: kurang), meningkat menjadi 87% (kategori: baik) pada siklus II. Aktivitas siswa juga meningkat dari 66% (kategori: kurang) pada siklus I menjadi 89% (kategori: baik) pada siklus II. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu siklus I ketuntasan belajar klasikal (63%) meningkat menjadi (80%) pada siklus II dan menunjukkan peningkatan sebesar 17%. Hipotesis tindakan penelitian ini diterima, yaitu terdapat peningkatan kemampuan siswa dengan menerapkan Model <em>Problem Based Learning</em> (PBL). Dapat disimpulkan bahwa penerapan Model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) efektif meningkatkan kemampuan menulis pidato siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Palu..</p>2025-09-18T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1187Peningkatan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) pada Mata Pelajaran Matematika Materi Persamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Di Kelas VII G SMPN 6 Palu2025-09-30T05:39:50+08:00Masdawiyah MasdawiyahMasdawiyah0505@gmail.comNyoman Nyomannyoman@gmail.comMulianti Muliantimulianti@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII G di SMPN 6 Palu. Subjek penelitian ini terdiri dari 38 peserta didik, yang terdiri dari 18 perempuan dan 20 laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan peningkatan dari siklus 2 ke siklus 3, dengan persentase keterlaksanaan masing-masing sebesar 89% dan 93%. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan dalam interaksi guru-siswa dan pemberian umpan balik yang lebih terarah.Data hasil belajar menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada siklus 2, rata-rata nilai post-test siswa adalah 65, dengan 61% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus 3, rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 80, dengan 86% siswa mencapai KKM. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan TaRL efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa.Selain itu, respon siswa terhadap penerapan pendekatan TaRL positif, dimana siswa merasa lebih termotivasi dan antusias dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pendekatan TaRL dapat diadopsi dalam pembelajaran matematika dan mata pelajaran lainnya untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang optimal.</p>2025-09-26T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1179Strategi Pembelajaran Inquiring Minds Want to Know untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah di Kelas X-2 SMAN Model Terpadu Madani Palu2025-10-01T04:26:20+08:00Salbi Salbikuysalbi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran sejarah melalui strategi <em>inquiring minds want to know</em> di kelas X-2 SMAN Model Terpadu Madani Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 37 siswa kelas X-2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran keaktifan belajar siswa selama proses pembelajaran.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keaktifan belajar siswa, yakni dari 41,44% pada prasiklus, meningkat menjadi 79,28% pada siklus I, dan 85,59% pada siklus II. Peningkatan ini mencerminkan bahwa strategi <em>inquiring minds want to know</em> mampu merangsang rasa ingin tahu siswa, mendorong mereka untuk lebih aktif bertanya, menjawab, serta berdiskusi dalam kelas. Dengan demikian, strategi ini terbukti efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran sejarah yang lebih hidup, interaktif, serta berpusat pada siswa.</p>2025-09-26T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1204Meningkatkan Minat Belajar dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Berbasis Media Historical Dominoes pada Mata Pelajaran Sejarah di Kelas X E 6 SMA N 1 Palu2025-10-16T04:05:23+08:00Wahdina Wahdinadinawahdina02@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Sejarah di kelas X E 6 SMA Negeri 1 Palu melalui penerapan model pembelajaran <em>cooperative learning</em> berbasis media <em>historical dominoes</em>. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus tindakan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 34 siswa dengan pengumpulan data menggunakan pre-test, observasi, dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada minat belajar, keaktifan, dan pemahaman materi sejarah siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 58,2 pada pre-test menjadi 75,4 pada post-test siklus 1, dan 85,3 pada post-test siklus 2, dengan persentase ketuntasan belajar yang meningkat dari 9% menjadi 91%. Media <em>historical dominoes</em> yang dikombinasikan dengan <em>cooperative learning</em> mampu membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di SMA.</p>2025-10-14T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1215Penerapan Pendekatan Teaching at the Right Level dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik SMA Negeri 1 Palu2025-10-21T05:00:46+08:00Wilda Pertiwiwildapertiwi@gmail.comSutji Rochaminahsutji@gmail.comWiwik Astutiwiwikastuti@gmail.com<p><em>This research aims to increase students' motivation and mathematics learning outcomes through the application of the Teaching at the Right Level (TaRL) approach. The background to this research is the low learning motivation of students who tend to rely on friends and do not participate actively in doing assignments. This research used qualitative methods with subjects of 30 students in class X.E4 at SMAN 1 Palu. Data collection was carried out through observation, questionnaires, documentation and interviews, which were then analyzed descriptively. The research results showed that there was a significant increase in both motivation and student learning outcomes from Cycle I to Cycle II. In Cycle II, students' learning motivation reached the "Very Good" (53%) and "Good" (47%) categories, with no students in the categories below. Correspondingly, the average post-test score for learning outcomes also increased from 74.83 (Good criteria) in Cycle I to 82.67 (Very Good criteria) in Cycle II. It was concluded that the TaRL approach was effective in increasing students' motivation and mathematics learning outcomes by creating learning that was appropriate to their level of cognitive ability. This research recommends continued development and collaboration to design more inclusive and engaging learning in the future.</em></p>2025-10-20T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1221Sinergi Tasawuf, Dakwah, dan Ekoteologi sebagai Basis Spiritualitas Ekologis dalam Islam2025-10-21T05:35:08+08:00Abubakar Abubakarlabbangabubakar@gmail.com<p><em>The global environmental crisis, marked by extreme climate change, air pollution, deforestation, and ecosystem degradation, urgently requires a new paradigm that integrates spiritual, social, and theological dimensions. This study aims to formulate an Islamic-based ecological spirituality model through the integration of sufisme values, da‘wah practices, and the principles of Islamic ecotheology. The research applies a qualitative approach using library research analyzed through content and thematic analysis to identify ecological themes within contemporary literature. The findings indicate that sufisme contributes to inner awareness by cultivating values of zuhd, rasa cukup, and maḥabbah; da‘wah serves as a medium of social transformation through programs such as pesantren hijau, masjid ramah lingkungan initiatives, and community-based digital da‘wah; while ecotheology provides normative legitimacy grounded in the concepts of wakil Allah di bumi, tatanan seimbang, amānah, and the prohibition of perusakan. The synergy of these three dimensions creates a paradigm of ecological spirituality that is not only theoretically relevant but also practically applicable in responding to current and future environmental challenges.</em></p>2025-10-20T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/860Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Ketahanan Diri Siswa di SMP Daarul Ma’arif Natar2025-11-02T10:23:11+08:00Hapit Junandarhjunandaro@gmail.comIrhamudin IrhamudinArtikel3@gmail.comAdi WijayaiWijayna@gmail.com<p>Free association, often referred to as unrestricted social interaction, has penetrated almost every aspect of life, including the school environment. Adolescents, who should be the future leaders of the nation, are increasingly trapped in behaviors that erode their moral integrity. This highlights the crucial role of Islamic Religious Education (PAI) as a strong foundation for developing students’ resilience. Islamic Religious Education is not merely about understanding rituals of worship; it goes beyond that by instilling firm life principles, strong moral values, and unwavering self-control. This study employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with students, Islamic Education teachers, and the principal, as well as document analysis. The findings indicate that Islamic Religious Education significantly contributes to shaping students’ personal resilience. Daily habituation programs such as performing Dhuha prayer, reciting Ratib al-Haddad, and reading the Qur’an have shown to enhance students’ moral and spiritual development.</p>2025-11-02T10:23:11+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1208Meningkatkan Hasil Belajar Pukulan Forehand dalam Permainan Tenis Meja melalui Metode Kooperatif Tipe Stad Pada Peserta Didik Kelas V SD Negeri Inti Loru2025-11-05T12:23:33+08:00Frengki Ismi Irothfrengkiiroth026@gmail.comHumaedi Humaedihum771@gmail.comMuh. Saldisaldysya@untad.ac.idMuhammad Ismailmail.jaket@gmail.com<p>This classroom action research aims to determine whether the STAD (Student Team Achievement Division) cooperative learning model can improve forehand stroke learning outcomes among fifth-grade students at Inti Loru State Elementary School. The study was implemented in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection phases. The subjects were all 16 fifth-grade students. Instruments included performance test rubrics for forehand stroke, teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, and documentation.Initial test results (pre-test) indicated a classical completeness of only 19% with a class average of 53, revealing the need for instructional intervention. After Cycle I actions, classical completeness rose to 56% (class mean 70.2) but still fell short of the success indicator (≥ 80%). Following refinements in Cycle II—more varied group exercises and targeted attention to low achievers—classical completeness markedly improved to 94% with a class average of 78.6.The progressive improvement across cycles demonstrates that STAD is effective in enhancing technical forehand skills. Observed gains appeared across preparatory phase, execution phase, and follow-through phase of the stroke. Practically, PE teachers may adopt STAD to boost student engagement, motivation, and motor skills in table tennis instruction.</p>2025-11-05T12:23:33+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1277Efektivitas Penggunaan Chromebook Sebagai Motivasi Belajar Siswa di SMP-IT Pesantren Darul Istiqamah Kabupaten Maros2025-11-09T19:36:09+08:00Amalia Syurgawiamaliasyurgawi@gmail.comNahariah Nahariahnahariah@gmail.comSupriandi Supriandisupriandi@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">This study examines the effectiveness of using Chromebooks as a learning motivation for students at SMP-IT Pesantren Darul Istiqamah, Maros Regency. The research was conducted using a descriptive qualitative approach during the period June-October 2024, using data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. The research results show that the implementation of Chromebooks, which began in 2020, has been carried out systematically and integrated with the Islamic boarding school education system. This program successfully combines modern technology with Islamic values through various flagship programs such as Digital Morning, the digital tahfidz program, and the Digital Islamic Library. The use of Chromebooks has been shown to have a positive impact on students' learning motivation, as reflected in three main aspects: 1) Increased learning independence, where students demonstrate greater initiative in exploring digital learning resources; 2) Changes in learning behavior to become more active and collaborative; and 3) Developing creativity in producing digital projects that combine general knowledge with Islamic values. Despite facing various challenges such as infrastructure and technology adaptation, the school managed to develop effective strategies through individual mentoring programs and a continuous evaluation system. This research makes an important contribution to the understanding of technology integration in the context of integrated Islamic education, as well as providing an implementation model that can be adapted by other Islamic educational institutions.</span></p>2025-11-09T19:36:09+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1284Implementasi Model Pembelajaran Literasi Digital Berbasis Wordwall untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas IV MI Swasta Al-Amanah Jeneponto2025-11-11T04:50:54+08:00Susanto Susantouchank538@gmail.com<p>This study aims to describe the implementation of a Wordwall-based digital literacy learning model to improve student learning outcomes in Pancasila Education in fourth-grade students at MI Swasta Al-Amanah Jeneponto. The research focuses on three main aspects: the process of implementing the Wordwall-based learning model, the obstacles encountered during its implementation, and its impact on student learning outcomes. This study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and literature review. The results indicate that the use of Wordwall in learning can increase student motivation, activeness, and understanding of Pancasila values. The obstacles that arose were related to limited equipment and teachers' abilities in operating digital media; however, these were overcome through guidance and learning adjustment strategies. The findings of this study align with constructivism and behaviorism theories, which emphasize the importance of direct experience and positive reinforcement in shaping student learning behavior.</p>2025-11-10T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/742Pembinaan Karakter Berbasis Al-Qur’an (Studi Living Al-Qur’an) terhadap Siswa MAN 2 Bulukumba2025-11-19T06:12:19+08:00M. Abdillahabdillahelsha77@gmail.comIsmail Ismailismailumarsanji@gmail.comMuh. Khumaidi Alikhumaidiali@gmail.comBaso Basobaso@gmail.comMuh Natsirnatsir@gmail.com<p>This study aims to analyze the Al-Qur'an-Based Character Development (Living Al-Qur'an Study) for Students of MAN 2 Bulukumba. The research method used by the researcher is a qualitative method with a case study type. This approach is used because the researcher wants to investigate in depth an event, activity, and process related to the Al-Qur'an-Based Character Development (Living Al-Qur'an Study) for Students of MAN 2 Bulukumba. The results of this writing indicate that Al-Qur'an-based character development for students of MAN 2 Bulukumba is very important. Among the characters that must be possessed by students of MAN 2 Bulukumba are honest students, trustworthy students, disciplined students, students who love the Al-Qur'an, students who help each other and students who always cover their genitals. Thus, Al-Qur'an-based character development for students of MAN 2 Bulukumba can be implemented well. Based on the method of character development based on the Qur'an for students of MAN 2 Bulukumba, both through activities such as Qur'an literacy, tadarrus al-Qur'an, tahfiz al-Qur'an and BTQ (reading and writing al-Qur'an) the researcher draws the conclusion that the character development based on the Qur'an for students of MAN 2 Bulukumba has been applied well so that the impact of the development for students of MAN 2 Bulukumba is that students are accustomed to reading the Qur'an and special surahs that are always read repeatedly such as surah Yasin, surah al-Waqiah, surah ar-Rahman and surah al-Kahfi can be memorized because they read it repeatedly. Supporting and inhibiting factors in character development based on the Qur'an for students of MAN 2 Bulukumba vary. Sometimes it arises from students who have diverse school backgrounds, and different ways of capturing students, other factors are due to the lack of available learning time. Often, the extracurricular activities for BTQ (Quran reading and writing) or Tahfiz al-Quran are scheduled the same as other extracurricular activities.</p>2025-10-20T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1321Peran Pembelajaran PAI dalam Tranformasi Otherworldly Peserta Didik Dewasa di (PKBM) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ceria Sumbermanjing Wetan2025-11-30T05:29:13+08:00Anggun Putri Rahayuanggunputrirahayu2004@gmail.comZainuddin Fananifanani@gmail.com<p>This study aims to understand the role of Islamic Religious Education (PAI) learning in changing the mindsets and beliefs of adult learners at the Ceria Sumbermanjing Wetan Community Learning Center (PKBM) in Sumawe. This study was conducted by describing the learners' learning experiences. The reason is that PAI is important for strengthening religious values that are relevant to learners' daily lives, especially amidst the challenges of the digital world that requires technological skills while maintaining spiritual values. The research method used a qualitative approach by describing experiences, involving seven learners and an PAI tutor as the primary source of information. Data collection techniques included interviews, direct observation, and document writing. Next, the data were analyzed to understand the meaning of the learning experiences. The results showed that PAI learning significantly helped increase awareness of worship, strengthen moral and social values, and provide learning experiences relevant to daily life. Learners were also more active in religious activities. The role of teachers as facilitators, motivators, and role models significantly influenced learners' enthusiasm for learning and consistency in completing equivalency education. Factors that strengthen learning outcomes include a comfortable learning environment, family support, and the use of flexible and engaging digital technology. However, there are obstacles such as limited time, facilities, and understanding of religious terminology. This research confirms that the success of equivalency education in PKBM depends on the collaboration between student motivation, the role of the teacher, context-appropriate learning strategies, and support from the learning environment.</p> <p> </p>2025-11-30T05:22:14+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1323Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Kedisiplinan Peserta Didik Di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Ummu Kaltsum Kelurahan Laikang Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar2025-12-02T05:34:57+08:00Muhammad Ainul Yakin Rahimainulyakinn05@gmail.comMuhammad Tangtang@gmail.comSampara Palilisampara@gmail.com<p> The Role of Islamic Religious Education Teachers in the Formation of Disciplinary Character of Students at the Ummu Kaltsum Private Elementary Madrasah, Laikan Village, Biringkanaya District, Makassar City Currently, the world of education is entering an era of global competition, which is filled with challenges and problems. One of the challenges that can be seen at this time is the crisis of character in children, especially regarding the character of discipline that can be seen from their daily behavior and social life. To overcome these challenges, efforts are needed for the role of Islamic Religious Education teachers in forming a disciplined character by providing direction and also being an example for their students. By providing direction and being an example, it will make it easier for teachers to form a disciplined character because teachers are figures who should be imitated by their students.This study aims to describe the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in forming the character of discipline of students at the Ummu Kaltsum Private Elementary School, as well as to know the application of the role of teachers in forming discipline and the factors that influence the formation of this character.The method used in this study is a qualitative approach with data collection through observation, interviews, and documentation. The data obtained were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques.The results of the study indicate that the role of Islamic Religious Education teachers in shaping the character of discipline in students includes mentoring, role models, and providing guidance. Teachers apply various methods in building a character of discipline, such as conceptualizing students to maintain discipline, planning guidelines, and providing direct direction. In addition, factors that influence the success of the formation of a character of discipline include teacher self-awareness, cooperation with parents, and support from the community.</p>2025-12-02T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1347Peran orang tua dalam menerapkan sikap positif (sopan santun) terhadap anak usia 7-12 tahun di dusun Klepu Sumawe2025-12-12T10:28:31+08:00Hany Indah Nur Agustinhanyindahnuragustin@gmail.comMuhammad Odik Afifinafifin@gmail.com<p>This study discusses the importance of parents' role in developing positive attitudes, particularly good manners, in children aged 7-12 years in Klepu Hamlet, Sumbermanjing Wetan, as a foundation for character formation that must begin in the family. Parents act as the first educators who introduce life values, such as how to speak, behave, and respect others according to applicable norms. The research method uses a qualitative approach with a single case study design in Klepu Hamlet to analyze the role of parents in depth. Data collection techniques include in-depth interviews with parents, children aged 7-12 years, and community leaders; observation of family interactions; and data triangulation for validation. Purposive sampling involved 5 parents, 5 children, and 2 community leaders, selected based on criteria such as active participation in parenting and family diversity, until data saturation was achieved. Data analysis was carried out through data reduction, presentation, and drawing conclusions, while maintaining research ethics such as informed consent and confidentiality of identity. The results show that children in Klepu Hamlet demonstrate a lack of good manners towards their parents, such as the use of harsh language and lack of respect, as well as disruptive behavior such as shouting loudly and cycling disorderly. Contributing factors include the influence of uneducational media, negative social interactions, and reduced parental supervision due to work commitments. Parental efforts include providing regular advice and reprimands, serving as role models, limiting outdoor activities, and supporting communal activities such as religious study groups and mutual cooperation (gotong royong). Effective strategies include concrete examples and consistent repetition, involving children in social activities, and early childhood communication with local folklore, which have positive impacts such as improving social relationships, self-confidence, academic achievement, and preparation for adulthood. The active role of parents as role models, supported by community leaders, is crucial for developing strong character in children and contributing positively to society.</p>2025-12-11T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1286Dinamika Karakter Dialog Antara Iblis dan Allah dalam Surat Al-A’raf Ayat 11-13 Perspektif Norma Pendidikan2025-12-20T21:50:52+08:00Febry Irwansyah Pasaribu Irwansyah Pasaribufebriirwansyah25@gmail.comM Ridwan Hasbi Hasbiridwan.hasbi@uin-suska.ac.idKadar M Yusuf Yusufkadar.myusuf@uin.suska.ac.id<p>This study was motivated by the moral and character decline of students in the modern era, characterized by selfish attitudes, low respect for teachers, and weak spiritual awareness. This phenomenon indicates an imbalance between intellectual intelligence and moral maturity, requiring an educational approach based on divine values. The purpose of this study is to analyze the dynamics of character in the dialogue between Satan and Allah as contained in Surah Al-A'raf verses 11-13 through the perspective of Islamic educational norms. This study uses an interpretive qualitative approach with a literature study method, with data sourced from the Qur'an, classical and modern tafsir books, and Islamic educational literature. The results show that the dialogue between Satan and Allah reflects three important dimensions of education, namely arrogance as moral failure, divine dialogue as a model of reflective communication, and obedience as a form of transcendental awareness. These findings emphasize that Islamic education must foster a balance between knowledge, faith, and manners so that students are not only intellectually intelligent but also have spiritual integrity. Therefore, Al-Qur'an-based character education needs to be implemented contextually to shape individuals with noble character, humility, and moral responsibility.</p>2025-12-20T21:50:52+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1222Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Media Digital Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SD Inpres Paccerakkang Kota Makassar2025-12-26T16:08:48+08:00Mukhsin Mukhsinmuhsin.saad@gmail.comHariyani Hariyanihariyani@gmail.comBaharuddin Baharuddinbaharuddin@gmail.comSahabuddin Sahabuddinsahabuddin@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) perencanaan pembelajaran PAI berbasis media digital, (2) pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis media digital, (3) dampak media berbasis digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SD Inpres Paccerakkang Kota Makassar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data meliputi teknik <em>triangulasi </em>dan <em>membercheck. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran PAI berbasis media digital: Silabus mengacu pada ketetapan pemerintah, guru aktif dalam kelompok MGMP, menyusun RPP sesuai tujuan, materi, kebutuhan peserta didik. Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP melalui pelatihan/workshop, guru mempersiapkan sumber belajar, yaitu <em>e-book </em>PAI, video pembelajaran, <em>power point</em>, artikel-artikel yang berkaitan dengan materi PAI dan dibagikan di <em>Google Classroom.2) </em>Pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis media digital terdiri dari kegiatan pendahuluan: guru berusaha mengkondisikan siswa saat pembelajaran akan dimulai, mengabsen, melakukan apersepsi serta menyampaikan kompetensi dasar dan materi yang akan dipelajari. Guru menerapkan pendekatan saintifik: mengamati, menanya, mengumpulkan, menalar dan mengkomunikasikan. Diakhiri dengan penguatan, pemberian tugas, doa dan salam. (3) Dampak media berbasis digital terhadap kualitas pembelajaran PAI memiliki sisi positif dan negatif. Segi positif, yaitu: siswa lebih antusis dalam pelaksanaan pembelajaran, guru lebih terampil dalam proses mengajar, dapat menumbuhkan semangat siswa dalam proses pembelajaran, memudahkan guru dalam menyampaikan materi dan dapat menyesuaikan waktu serta meningkatnya hasil belajar siswa. Sedangkan sisi negatif, yaitu masih terdapat siswa yang secara diam- diam mengakses internet diluar dari materi pembelajaran PAI.</p>2025-12-26T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1401Analisis Desain Sistem Informasi Electronic Keeper Archives Spidi Female Boarding School Maros Sulawesi Selatan2025-12-28T06:11:24+08:00Riska Ulyandayaniulyandayani723@gmail.comMuljono Damopoliimuljono.damopolii@uin-alauddin.ac.idMardhiah Hasanmardhiahasan@uin-alauddin.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to analyze the implementation of the Academic Management Information System (SIM-Academic) at Sekolah Putri Darul Istiqamah Maros, South Sulawesi. The system is utilized to manage various academic activities, including daily data input, grade entry, input monitoring, extracurricular activities, alumni graduation records, class schedules, and laboratory management. The research employed a descriptive qualitative approach through observation and documentation studies related to the school’s academic data management. The findings indicate that the implementation of SIM-Academic improves administrative efficiency, accelerates the assessment process, and enhances transparency as well as academic monitoring. Supported by teacher and staff training, improvement of technological infrastructure, and the implementation of standard operating procedures (SOP) and data security policies, SIM-Academic serves as a foundation for digital-based school management at Sekolah Putri Darul Istiqamah Maros.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-12-26T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1388Model Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Bugis Makassar untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Sekolah Dasar Di Sulawesi Selatan2025-12-30T06:52:34+08:00Megawati Amegawati@gmail.comAndi Sukmawati Atjoandisukma89@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan karakter berbasis nilai-nilai budaya Bugis-Makassar dalam meningkatkan moralitas siswa sekolah dasar di Sulawesi Selatan. Budaya Bugis-Makassar dikenal dengan sistem nilai yang kaya, seperti <em>siri' na pacce </em>(rasa malu dan solidaritas), yang memiliki potensi besar dalam membentuk karakter positif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai budaya Bugis Makassar di berbagai sekolah dasar di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian Sementara menunjukkan bahwa penerapan model pendidikan berbasis budaya lokal mampu memperkuat nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat pada siswa. Model yang dikembangkan mencakup pembelajaran kontekstual berbasis cerita rakyat, permainan tradisional, serta implementasi nilai <em>siri' na pacce </em>dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi budaya lokal dalam kurikulum pendidikan untuk menciptakan generasi yang bermoral dan berkarakter. Model ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Indonesia khsususnya wilayah Sulawesi Selatan.</p> <p> </p>2025-12-26T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1424Islam dan Kearifan Lokal Suku Makassar Perspektif Hadits Nabi Muhammad SAW2026-01-08T12:19:10+08:00Abdul Khalikkhaliksijaya61@gmail.comLa Ode Ismail Ahmadmuhammadiyah.amin@uin-alauddin.ac.idAbdurahman Sakkaabdulrahmansakka@uin-alauddin.ac.id<p>This article aims to analyze the relationship between the teachings of the Prophet Muhammad’s hadith and the local wisdom values of the Makassar ethnic community, particularly <em>Sipakatau’</em>, <em>Sipakainge’</em>, <em>Sipakalebbi’</em>, and the philosophy of <em>Siri’ na Pacce</em>. This study employs a qualitative descriptive approach through a literature review, using normative analysis of hadith and sociocultural studies of Makassar culture. The findings indicate that Makassar local wisdom values represent a contextual manifestation of Islamic moral teachings derived from the Prophet’s hadith, especially concerning respect for human dignity, social responsibility, ethical conduct, modesty as part of faith, and social solidarity. In addition, social traditions such as <em>doang-doangang</em> and <em>tudang sipulung</em> reflect the concept of <em>living hadith</em> as practiced in everyday communal life. This article argues that Makassar local wisdom plays a strategic role as a medium for the actualization of hadith teachings in contemporary social life while simultaneously strengthening religious moderation amid the challenges of globalization.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1255Survei Minat Ekstrakurikuler Siswa Terhadap Permainan Sepakbola di SMA N 1 Sindue2026-01-08T12:19:41+08:00Ahmad Rifairivai@gmail.comKamarudin Kamarudinkamaruddin@gmail.comHendra Iskandariskandar@gmail.comMoh. Wahyu Firmansyahfirmansyah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di SMA Negeri 1 Sindue ditinjau dari faktor intrinsik dan ekstrinsik. Minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler sangat penting karena berpengaruh terhadap pengembangan bakat, potensi diri, serta pembentukan karakter melalui kegiatan olahraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran angket kepada 204 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase jawaban responden berdasarkan indikator yang mewakili kedua faktor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler sepak bola tergolong tinggi. Faktor intrinsik lebih dominan dibandingkan faktor ekstrinsik. Indikator tertinggi pada faktor intrinsik adalah rasa senang karena adanya bakat (92%) dan kemauan diri sendiri (85%), sedangkan pada faktor ekstrinsik indikator tertinggi adalah rasa senang terhadap fasilitas (93%) dan pengaruh keluarga (70%). Hal ini menunjukkan bahwa siswa mengikuti kegiatan sepak bola terutama karena dorongan dari dalam diri, meskipun faktor luar seperti fasilitas dan dukungan keluarga juga berperan penting. Secara keseluruhan, kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di SMA Negeri 1 Sindue berhasil menumbuhkan minat positif siswa, menjadi sarana pengembangan bakat serta pembentukan disiplin dan kerja sama.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1205Upaya Meningkatkan Keterampilan Gerakan Roll Depan Melalui Variasi Pembelajaran Pada Siswa Kelas V SD Inpres Bumi Sagu2026-01-08T19:52:39+08:00Herman Hermanherman92@gmail.comSardiman Sardimansardiman@gmail.comDidik Purwantodidik@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Peningkatan Kemampuan Siswa Dalam Melakukan Gerakan Roll Depan melalui Variasi Pembelajaran pada Siswa Kelas V SD Inpres Bumi Sagu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres Bumi Sagu sebanyak 36 orang yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswi perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penerapan perbaikan pembelajaran melalui penjelasan teknik yang rinci, penggunaan demonstrasi, latihan berulang, dan variasi metode pembelajaran efektif dalam meningkatkan keterampilan roll ke depan siswa kelas V. Pada Siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa baru mencapai 60,1% (22 siswa tuntas dari 36 siswa) dengan rata-rata nilai 64,7. Mayoritas siswa berada pada kategori Kompeten dan Cukup Kompeten, tanpa ada siswa yang masuk kategori Sangat Kompeten. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 88,3% (32 siswa tuntas dari 36 siswa) dengan rata-rata nilai 85,6. Sebanyak 33,3% siswa berada pada kategori Sangat Kompeten, sedangkan sisanya berada pada kategori Kompeten. Tidak ada lagi siswa yang masuk kategori Cukup Kompeten atau lebih rendah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan mampu memperbaiki kesalahan teknik, meningkatkan rasa percaya diri, dan memotivasi siswa untuk melakukan gerakan dengan benar.Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan pembelajaran yang sistematis, bervariasi, dan disertai umpan balik langsung dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik dasar, khususnya dalam gerakan roll ke depan pada senam lantai.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1433Konsep Ukhuwwah dalam Al-Qur'an: Pilar Pendidikan Islam untuk Membangun Kohesi Sosial dan Identitas Umat Islam2026-01-13T06:13:48+08:00Widia Widiawwid97031@gmail.comMuhammad Yusufmuhammadyusuf@uin-alauddin.ac.idMardan Mardanmardan@uin-alauddin.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep <em>ukhuwwah</em> dalam perspektif Al-Qur’an serta menganalisis relevansinya sebagai pilar pendidikan Islam dalam membangun kohesi sosial dan memperkuat identitas umat Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (<em>tafsir maudhu‘i</em>), melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan umat. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep <em>ukhuwwah</em> dalam Al-Qur’an mencakup dimensi spiritual, sosial, dan moral yang saling terintegrasi. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai <em>ukhuwwah</em> melalui proses internalisasi akhlak, pembentukan karakter, dan penguatan kesadaran kolektif umat. Dengan demikian, penguatan konsep <em>ukhuwwah</em> melalui pendidikan Islam dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kohesi sosial serta menjaga persatuan dan identitas umat Islam di tengah tantangan masyarakat modern.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1461Rekonstruksi Epistemologis Fawatih al-Suwar: Analisis Struktur, Klasifikasi, dan Hikmah Linguistik dalam Al-Qur'an2026-01-29T06:06:05+08:00Maqfiratan Maqfiratanfira.cumen@gmail.comMuh. Khumaidi Aliali@gmail.comAwaliyah MusgamyAwa.musgamy@gmail.com<p><em>Fawatih al-Suwar</em> (pembukaan surah) merupakan representasi puncak mukjizat linguistik Al-Qur'an yang telah menarik perhatian para sarjana selama berabad-abad. Meskipun studi klasik telah banyak dilakukan, kajian modern sering kali mengabaikan rekonstruksi epistemologis sistematis terhadap pembukaan ini sebagai instrumen komunikasi yang terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (<em>library research</em>). Data primer diekstraksi dari karya-karya klasik seperti <em>Al-Kasysyaf</em> karya Az-Zamakhsyari dan <em>Al-Itqan</em> karya As-Suyuthi, yang kemudian disintesis dengan diskursus kontemporer dalam studi Al-Qur'an. Temuan penelitian menunjukkan bahwa <em>Fawatih al-Suwar</em> tidak hanya terbatas pada <em>al-ahruf al-muqaththa‘ah</em>, tetapi mencakup sepuluh kategori linguistik yang berbeda, mulai dari pujian, panggilan (vokatif), hingga kalimat bersyarat. Secara teologis, elemen-elemen ini berfungsi sebagai <em>tanbih</em> (alarm ilahi) yang dirancang untuk mengunci perhatian audiens sekaligus mempertegas ketidakmampuan manusia untuk menandingi kefasihan ilahi (<em>i’jaz</em>). Penelitian ini merekonstruksi klasifikasi tersebut ke dalam kerangka komunikasi fungsional, menjembatani kesenjangan antara eksegetis klasik dan teori linguistik modern. <em>Fawatih al-Suwar</em> bukan sekadar ornamen tekstual melainkan gerbang strategis yang merangkum esensi tematik surah, sehingga memerlukan pendekatan terpadu antara analisis linguistik dan teologis.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1462Nuzulul Qur’an sebagai Titik Awal Transformasi Spiritual dan Sosial: Telaah Historis dan Teologis terhadap Turunnya Wahyu Pertama2026-02-13T10:27:50+08:00Wiwiek Wahyuniwwahyuniambas@gmail.comMuh Khumaidi Alihumaidi_sq@yahoo.comAwaliah Musgamyawaliah.musgamy@uin-alauddin.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Nuzulul Qur’an dalam perspektif historis dan teologis serta menganalisis perannya sebagai fondasi transformasi spiritual dan sosial manusia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui telaah Al-Qur’an, khususnya QS. al-‘Alaq [96]: 1–5, serta literatur tafsir klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa wahyu pertama membangun kesadaran spiritual yang berorientasi pada tauhid, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab moral, sekaligus mendorong reformasi sosial masyarakat Arab pra-Islam. Transformasi spiritual dan sosial ini bersifat saling terintegrasi dan berlangsung secara gradual. Dengan demikian, Nuzulul Qur’an dapat dipahami sebagai kekuatan transformatif yang membentuk paradigma kehidupan manusia dan relevan dalam menghadapi tantangan umat Islam di era modern.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1483Peran Dosen Tarbiyah dalam Membangun Wawasan Keislaman Moderat di Kalangan Mahasiswa2026-02-10T14:30:06+08:00Manggassingi Manggassingimanggassingi80@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dosen Tarbiyah dalam membangun wawasan keislaman moderat di kalangan mahasiswa perguruan tinggi Islam. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya tantangan intoleransi, radikalisme, dan pemahaman keagamaan yang cenderung tekstual di kalangan pelajar, yang menuntut penguatan nilai-nilai moderasi umat beragama dalam proses pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan jenis penelitian lapangan yang dipadukan dengan kajian kepustakaan, serta pendekatan fenomenologis untuk menggali pengalaman dosen Tarbiyah dalam menginternalisasikan nilai-nilai wasathiyyah. Penelitian dilaksanakan di Fa kultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) YAPNAS Jeneponto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen Tarbiyah berperan sebagai pendidik nilai (value pendidik) yang menanamkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan toleransi melalui pembelajaran yang dialogis dan kontekstual; sebagai teladan moderasi (uswah hasanah) yang tercermin dalam sikap inklusif dan terbuka terhadap perbedaan; serta sebagai penggerak budaya akademik moderat yang mendorong terciptanya iklim kampus yang kondusif bagi dialog, kolaborasi, dan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama. Penelitian ini menegaskan bahwa peran dosen Tarbiyah sangat penting sebagai agen perubahan dalam membentuk mahasiswa yang beriman, berakhlak mulia, toleran, dan berwawasan keislaman moderat dalam menghadapi tantangan global dan arus ideologi ekstrem.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1493Implementasi Perencanaan Strategis dalam Bidang Pendidikan: Studi Kasus Pendekatan Manajemen Strategik2026-02-19T07:01:59+08:00Muamar Asykurmuamarasykur@unmerz.ac.idNurliana Nurliananurliana@gmail.comLilis Permata Sarililis@gmail.comNurmiani Nurmianinurmiani@gmail.comYuliawati Ningsihningsih@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan, implementasi, serta faktor pendukung dan penghambat perencanaan strategis bidang pendidikan berbasis manajemen strategik pada lembaga pendidikan melalui pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen, observasi, dan refleksi terhadap praktik manajerial di lembaga pendidikan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategis disusun secara sistematis melalui penetapan visi, misi, tujuan, serta analisis lingkungan internal dan eksternal lembaga. Implementasi perencanaan strategis diwujudkan dalam bentuk program kerja operasional yang terstruktur, didukung oleh pembagian tugas yang jelas, indikator kinerja terukur, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Faktor pendukung utama implementasi meliputi kepemimpinan yang visioner, partisipasi aktif warga sekolah, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan masyarakat. Adapun faktor penghambatnya mencakup keterbatasan anggaran, resistensi terhadap perubahan, dan lemahnya pemahaman sebagian tenaga kependidikan terhadap konsep manajemen strategik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi perencanaan strategis sangat ditentukan oleh konsistensi penerapan manajemen strategik, komitmen pimpinan, serta penguatan budaya mutu dalam lembaga pendidikan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi pengelola pendidikan dalam meningkatkan efektivitas perencanaan strategis demi terwujudnya mutu pendidikan yang berkelanjutan</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1494Refleksi Pembelajaran Manajemen Strategik terhadap Kemampuan Analisis Kebijakan Pendidikan Mahasiswa2026-02-19T07:21:39+08:00Muamar Asykurmuamarasykur@unmerz.ac.idMujahid Mallombasi Arsyadarsyadmujahid12@gmail.comAbdul Chaliq Nurdinnurdin@gmail.comDwi Cahya Oktiantocahya@gmail.comAdji Saputra Cendanasaputra@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara reflektif peran pembelajaran manajemen strategik dalam mengembangkan kemampuan analisis kebijakan pendidikan mahasiswa di perguruan tinggi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas kebijakan pendidikan yang menuntut lulusan pendidikan tinggi tidak hanya memiliki penguasaan konseptual, tetapi juga kemampuan analitis, reflektif, dan kontekstual dalam memahami serta merespons kebijakan pendidikan. Pembelajaran manajemen strategik dipandang relevan karena menyediakan kerangka berpikir sistematis dalam menganalisis lingkungan, merumuskan keputusan strategis, dan mengevaluasi dampak kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang terbit dalam lima tahun terakhir dan relevan dengan tema manajemen strategik, pendidikan tinggi, serta analisis kebijakan pendidikan. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep utama, dan temuan kunci dari penelitian-penelitian sebelumnya, kemudian disintesis secara naratif dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran manajemen strategik yang dirancang secara aktif, reflektif, dan kontekstual berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan analisis kebijakan pendidikan mahasiswa. Melalui studi kasus, problem-based learning, dan refleksi strategik, mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, menyusun argumen kebijakan berbasis bukti, serta memahami dinamika aktor dan tantangan implementasi kebijakan pendidikan. Selain itu, pembelajaran manajemen strategik berperan sebagai kerangka epistemologis yang menjembatani teori kebijakan dengan praktik lapangan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya integrasi pembelajaran manajemen strategik secara sistematis dalam kurikulum pendidikan tinggi guna menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi analitis, kepemimpinan strategik, serta sensitivitas terhadap nilai publik dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan manajemen pendidikan dan menjadi dasar bagi pengembangan penelitian empiris di masa mendatang.</p> <p> </p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1468Musyawarah dalam Al-Quran: Kajian Tafsir Tematik Sebagai Pendidikan Islam2026-02-19T17:17:02+08:00Nur Hafsah Yunus MShafsahnur29@gmail.comMuhammad Yusufysusuf@gmail.comMardan Mardanmardan@gmail.com<p>The Qur'an is the holy book of Muslims, a collection of messages from God revealed to the Prophet Muhammad (peace be upon him), either through the angel Gabriel or directly, containing various rules that humans adhere to.The term deliberation has become a public discourse among Muslim intellectuals in recent centuries, especially in the 21st century. This is due to the influence, if not infiltration, of Western culture and political theory into the Islamic world, particularly in the discourse of democracy. In fact, long before the West echoed the idea of democracy, the concept and application of deliberation had already emerged in Islam. This can be seen during the Prophet's leadership in Medina, where he made deliberation one of the principles of statecraft. This tradition was also practiced by the Companions, particularly the caliphs of the Righteous Caliphs during their leadership.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1496Analisis Nilai Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi A’ratek dalam Acara Pernikahan Desa Gunung Silanu Kabupaten Jeneponto2026-02-20T06:16:56+08:00Fatmawati Fatmawatidgsfatma@gmail.comMuhammad Tangmuhammadtang.mt78@gmail.comJuhasdi Susonojuhasdimm@gmail.com<p>This journal aims to interpret, analyze and describe the analysis of the values of Islamic education in the <em>A'ratek</em> tradition at weddings in Gunung Silanu village, Jeneponto. The method used is a descriptive qualitative method with an ethnographic approach to describe the findings. The data collection techniques in this writing are observation, interviews (structured and semi-structured), and documentation as reinforcement. Meanwhile, the analysis used is data condensation, data display and conclusion drawing. The results of this research show that the concept of the <em>A'ratek</em> tradition in the Gunung Silanu village wedding event is divided into two concepts, namely preparation and implementation, the <em>A'ratek </em>tradition process in the wedding event is divided into two ammuntuli and the reading of the <em>A'ratek </em>book. The values of Islamic education in the <em>A'ratek</em> tradition are divided into four, namely aqidah values, moral values, social values, and religious values.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1528Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Papua dalam Kurikulum PAI di STAI Asy-Syafi'iyah Nabire2026-04-08T05:58:26+08:00Nurhidayati Nurhidayatiurhidayati26091989@gmail.comRawi Allan Iriandiallansungkar88@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai kearifan lokal Papua dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di STAI Asy-Syafi'iyah Nabire serta implikasinya terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Kearifan lokal Papua yang sarat dengan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, solidaritas sosial, dan musyawarah memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam proses pembelajaran PAI agar lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa, serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kearifan lokal Papua dalam kurikulum PAI dapat dilakukan melalui pengembangan materi ajar, strategi pembelajaran kontekstual, serta kegiatan akademik dan nonakademik yang mencerminkan nilai-nilai lokal. Integrasi ini tidak hanya memperkaya substansi pembelajaran PAI, tetapi juga memperkuat identitas budaya, menumbuhkan sikap toleransi, serta meningkatkan relevansi pendidikan agama dengan realitas sosial masyarakat Papua. Dengan demikian, kurikulum PAI yang mengakomodasi kearifan lokal dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter religius, inklusif, dan berbudaya pada mahasiswa di STAI Asy-Syafi'iyah Nabire.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1495Analisis Implementasi Rencana Strategis (Renstra) Kementerian dan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan2026-04-08T06:22:58+08:00Muamar Asykurmuamarasykur@unmerz.ac.idRahmad Nur Hidayatrahmadnurhidayat97@gmail.comAiman Abu Khairkhair@gmail.comMuliadi Muliadimuliadi41018@gmail.comMuhammad Arief ARmuhammadarief.ar22@gmail.com<p>Rencana Strategis (Renstra) Kementerian dan Pemerintah Daerah merupakan instrumen perencanaan jangka menengah yang berfungsi sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan pendidikan nasional dan daerah. Renstra disusun untuk menerjemahkan visi, misi, serta tujuan pembangunan pendidikan ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan yang terukur, khususnya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Kebijakan dan arah strategis Renstra pendidikan diarahkan pada pemenuhan dan peningkatan Standar Nasional Pendidikan (SNP), peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan, penguatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, serta pemerataan akses pendidikan bermutu. Implementasi Renstra ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi menunjukkan bahwa perencanaan berbasis data, pelaksanaan program yang terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta evaluasi berbasis indikator kinerja menjadi faktor penting dalam menjamin efektivitas kebijakan pendidikan. Namun, implementasi Renstra juga dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung dan penghambat, seperti komitmen kepemimpinan, ketersediaan sumber daya, sinkronisasi kebijakan, keterbatasan anggaran, ketimpangan sumber daya manusia, serta lemahnya koordinasi dan sistem evaluasi. Secara keseluruhan, implementasi Renstra yang didukung oleh sinergi kebijakan pusat dan daerah, partisipasi pemangku kepentingan, serta sistem monitoring dan evaluasi yang akuntabel mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan, merata, dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1480Pelaksanaan Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Mengoptimalkan Potensi Membaca Al-Quran Peserta Didik Kelas 1 Dan 2 Di Uptd Sdn 167 Samaenre2026-04-13T06:19:59+08:00A Kamariaandikamaria08@gmail.comSampara Palilisyampara2511@gmail.comSakkirang Mappatunrusakkirang@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan dalam mengoptimalkan potensi membaca Al- Quran pada peserta didik kelas 1 dan 2 di UPTD SDN 167 Samaenre. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi Al-Quran di kalangan siswa. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya program ekstrakurikuler ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Quran siswa, di mana sekitar 75% siswa mengalami kemajuan dalam membaca setelah mengikuti kegiatan tersebut.Melalui pelaksanaan ekstrakurikuler, siswa tidak hanya diajarkan cara membaca Al- Quran, tetapi juga pembinaan akhlak secara spontan. Hal ini penting untuk membentuk karakter dan moral siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang menekankan pada pembentukan akhlak mulia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang aktif dalam ekstrakurikuler keagamaan memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam membaca Al-Quran dibandingkan dengan siswa yang tidak terlibat. Penelitian ini juga menemukan bahwa metode pembelajaran yang digunakan, seperti pembelajaran berbasis kelompok dan penggunaan media, meningkatkan minat siswa dalam belajar membaca Al-Quran. Dengan demikian, ekstrakurikuler keagamaan di UPTD SDN 167 Samaenre tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga sebagai wadah untuk pengembangan karakter dan kecintaan terhadap agama.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.staialfurqan.ac.id/alqiyam/article/view/1553Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Tauhid Karya Syaikh Sholeh Fauzan Dan Implementasinya Di Madrasah Tsanawiyah Abu Hurairah Sudiang Makassar2026-04-15T06:36:22+08:00Nasrul Nasrulnasrulkhaeruddin1993@gmail.comIsmail Ismailismailumarsanji@gmail.comAgussalim Agussalimagussalim@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab <em>Tauhid</em> karya Syaikh Sholeh Fauzan serta implementasinya di Madrasah Tsanawiyah Abu Hurairah Sudiang Makassar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penanaman nilai akhlak dalam pendidikan Islam sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang berlandaskan tauhid yang benar. Kitab <em>Tauhid</em> dipilih karena memuat prinsip-prinsip dasar keimanan yang memiliki implikasi langsung terhadap pembentukan akhlak seorang Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap kitab <em>Tauhid</em>, observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan madrasah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengidentifikasi nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam kitab serta mengkaji penerapannya dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab <em>Tauhid</em> karya Syaikh Sholeh Fauzan meliputi keikhlasan, ketauhidan yang murni, menjauhi syirik, tawakal, rasa takut dan harap kepada Allah, serta sikap istiqamah dalam beribadah. Implementasi nilai-nilai tersebut di Madrasah Tsanawiyah Abu Hurairah Sudiang Makassar dilakukan melalui pembelajaran di kelas, pembiasaan ibadah, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam implementasi, seperti perbedaan latar belakang peserta didik dan keterbatasan pengawasan di luar lingkungan sekolah.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##