Perbedaan Pendapat para Sarjana Kontemporer Mengenai Hukum Waris: David S. Powers dan Muhammad Syahrur

  • Mustamin Mustamin Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
  • Nasarudin Nasarudin Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
  • Maskur Maskur Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
  • Zuhrah Zuhrah Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
Keywords: Inheritance Law, Muhammad Syahrur, David S. Powers

Abstract

Islamic legal thought continues to develop along with changes in time, place, and social conditions, and this cannot be separated from the approach applied by each scientist in conducting ijtihad. This article reveals a comparative study between Muhammad Syahrur and David S. Powers, who have different backgrounds in interpreting the law, especially inheritance law. Syahrur has formal educational experience in engineering. In turn, he studied Islam intensively, while Powers did have formal education in the Islamic world, and although both use different approaches, they almost have the same view. For Syahrur, there is no absolute percentage limit in a will, but the amount of the will can be determined by choices based on the best conditions, according to him. Likewise with inheritance law, the 2:1 rule for men and women is also not absolute. Under certain conditions, the division of property can be 1:1. Meanwhile, Powers, the term will, is increasingly associated with Syahrur's inheritance. However, it is intended for heirs who are hindered by Ashabul Furudh. Another term introduced by Powers is usus inheritance which is not different from Shahrur's thinking. However, it applies to a ratio of 2:1 if the heir is in primary status and 1:1 if the heir is in second position

References

Adharsyah, M., Sidqi, M., & Rizki, M. A. (2024). Pernikahan dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Syariah Dan Ekonomi Islam, 2(1), 44–53.

Aibak, K. (2017). Membaca Kembali Eksistensi Hukum Islam Dalam Keragaman Hidup Dan Kehidupan. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 319–344.

Alwana, H. A. (2020). Aliran Pemikiran Ushul Fiqh Dan Pengaruhnya Terhadap Pendekatan Hukum Islam. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 19(2), 147–162.

Ardi, M. Z., Shuhufi, N. H., & bin Hasballah Thaib, Z. (2024). Penggunaan Kontrasepsi Spiral dalam Keluarga oleh Wanita Karir (Analisis Hukum Islam dan Dinamika Kontemporer). Mauriduna: Journal of Islamic Studies, 5(1), 313–329.

Badriyah, S. M. (2022). Sistem penemuan hukum dalam masyarakat prismatik. Sinar Grafika.

Bakri, W. (2020). Biografi Tokoh-Tokoh Sosiologi Klasik sampai Postmodern. 78.

DJUFRI, P. H. (n.d.). Nilai-Nilai Hukum Progresif Dan Maslahah Mursalah Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawianan Dan Kompilasi Hukum Islam. Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fahrany, S. (2024). Falsafah Sumber Hukum Islam Pada Mukmin Sejati Perspektif Al-Qur’an Dan Al-Hadits. Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 77–91.

Fatihin, R. (2017). Keadilan sosial dalam perspektif al-Qur’an dan Pancasila. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 1(2), 293–314.

Fauziyah, T. A. (2019). Pemikiran Munawir Sjadzali Tentang Kedudukan Ahli Waris Laki-Laki Dan Perempuan Di Tinjau Dari Kompilasi Hukum Islam Dan Fikih Indonesia. Universitas Islam Indonesia.

Halim, A. (n.d.). Politik hukum pidana islam dalam negara hukum pancasila [Studi akomodasi hukum islam dalam RUU KUHP draft 2012].

Hasanah, U., Arfa, F. A., & Nurasiah, N. (2025). Transformasi Hukum Waris Dalam Perspektif Filsafat Hukum Islam. Journal Of Science And Social Research, 8(1), 604–609.

Huda, M., & Zubaidi, M. S. (2020). Negosiasi dalam Tradisi Penyelesaian Sengketa Kewarisan Keluarga pada Masyarakat Mataraman Jawa Timur. Laporan Penelitian Interdisipliner, Ponorogo.

Illona, A. P., Salwa, H., Prayoga, A. B., Saputri, W. D., & Hidayah, A. N. (2025). Pendekatan Rasional Muhammaddiyah Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Pembentukan Hukum yang Berkeadilan. Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora, 2(1), 147–160.

Irawan, D. (2024). Meneguhkan Identitas Sosial Keagamaan: Analisis Dakwah Atas Gerakan Islam Liberal. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 7(1), 87–110.

Kadriah, A., & Sumarna, D. (2024). Analisis Epistemologi Kritis Terhadap Metode Penelitian Hukum Perdata. Jurnal Supermacy Of Law (Ilmu Hukum), 1(1), 1–25.

La Harisi, I., & Abdullah, M. W. (2024). Pembaharuan Hukum Keluarga Islam Dalam Menghadapi Tantangan Sosial Kontemporer Persepektif Maqashid Syariah. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(2), 226–241.

Maswanto, A. R. (2019). Reaktualisasi Dan Kontekstualisasi Pemahaman Hukum Islam Di Era Industri 4.0. CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman, 5(2), 173–198.

Novita, H. (2020). Hak-hak perempuan pasca perceraian: analisis ertimbangan Hakim dalam putusan Pengadilan Agama Padangsidimpuan. Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Siahaan, B. T., & Ananda, F. (2025). Komparasi Pembagian Warisan Antara Ahli Waris Laki-Laki dan Perempuan di Luar Pengadilan dalam Perspektif Hukum Islam. Al-Qolamuna: Journal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 4(1), 289–306.

SIYAM, S. (2024). Teori Keadilan John Rawls Dan Relevansinya Bagi Gerakan Kesetaraan Gender. UIN Raden Intan Lampung.

Susylawati, E. (2009). Eksistensi hukum adat dalam sistem hukum di Indonesia. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 4(1), 124–140.

Wardani, W. (2020). Revisionisme Studi Al-Quran Di Barat: Pendekatan, Tipologi, Dan Relasi Pengetahuan-Kuasa Dalam Kajian David S. Powers Tentang Ayat-Ayat Waris. Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 19(2), 216–259.

Yusha, B., Sinaga, R. M., & Widodo, S. (2021). Kedudukan Anak Perempuan Dalam Sistem Pewarisan Pada Adat Ulun Lampung Saibatin Di Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 18(1), 21–29.

Yusrida, Y., & Ritonga, S. (2024). Analisis historis stratifikasi sosial dan pembatasan perkawinan dalam masyarakat batak angkola kota Padang Sidempuan. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 9(2), 112–120.

Published
2025-06-11