Peran Lembaga Bantuan Hukum Pengayom Keadilan Watampone sebagai Pelaksana Kebijakan Publik dalam Perlindungan Anak yang Berhadapan dengan Hukum
Abstract
This study aims to examine the role of the Legal Aid Institute Pengayom Keadilan Watampone as the implementer of public policy in providing legal protection for children in conflict with the law, as well as to identify the inhibiting factors in implementing such legal protection. This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. The findings reveal that the legal protection process consists of several stages, including the initial process of obtaining legal protection, investigation, diversi as a form of restorative justice, and court examination and verdict. At each stage, the Pengayom Keadilan Watampone Legal Aid Institute strives to provide the utmost protection for children in conflict with the law. Furthermore, several inhibiting factors were identified, including internal factors related to human resources and external factors concerning communication between families and law enforcement officials. These factors affect the performance of the Pengayom Keadilan Watampone Legal Aid Institute. However, the institute has developed solutions to overcome these challenges through effective management and time regulation.
References
Achmad Ratomi. (2013). Penyelesaian Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Dalam Konteks Sosial Masyarakat (Penghindaran Labeling Terhadap Anak). Jurnal Syariah dan Hukum, 5(2), 135.
Al-Manẓūr Al-Islāmī li Ḥimāyah Al-Aṭfāl min Al-‘Unf wa Al-Mumārasāt Al-Ḍārah. Terj. Novriantoni Kaharuddin. (2022). Hak dan Perlindungan Anak dalam IslamPandangan Islam tentang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Tindakan-Tindakan Berbahaya. Cet. I; Jakarta: UNICEF Indonesia, 23.
Amir Junaidi. (2022). Peradilan Anak. Cet. I; Yogyakarta: Penerbit Baskara Media, 70.
Amir Syarifuddin. (2008). Ushul Fiqh Jilid 2. Jakarta: Kencana, 131-236.
Fultoni, ddk. (2012). Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH). Cet. I; Jakarta: The Indonesian Legal Resource Center
(ILRC), 3-73.
Galih Dwi Anggara, dkk. (2023). Pengaturan Perlindungan Hukum Bagi Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Dalam Instrumen Hukum Internasional. Cet. I; Jawa Tengah: PT Nasya Expanding Management, 8-9.
Ifa Latifa Fitriani. (2012). Islam dan Keadilan Restroratif pada Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Jurnal Agama dan Hak Asasi Manusia, 2(1), 231.
Ismu Gunadi & Jonaedi Efendi. (2015). Cepat & Mudah Memahami Hukum Pidana Edisi Pertama. Cet.II; Jakarta: Kencana, 37.Lembaga Bantuan Hukum Pengayom Keadilan Watampone.
Maria Sri Iswari. (2020). Keadilan Restorative Justice; Penanganan Anak yang Berhadapan Dengan Hukum (Abh) Dalam Prespektif Kesejahteraan Sosial. Khidmat Sosial, Journal of Social Work and Social Service, 1(2), 81.
Mohammad Faris Fad. (2019). Analisis Model Diversi Melalui Restorative Justice Pada Anak Pelaku Tindak Pidana Terorisme Dalam Perspektif Maqashid Syari’ah. AL-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundanagan Islam, 9(1), 81-84.
Mustika Prabaningrum Kusumawati. (2016). Peranan Dan Kedudukan Lembaga Bantuan Hukum Sebagai Access To Justice Bagi Orang Miskin Arena Hukum. Arena Hukum, 9(2), 195.
Nafi’ Mubarok. (2022). Sistem Peradilan Pidana Anak. Cet. I; Mojokerto: Insight Mediatama, 62-67.
Nashriana. (2012). Perlindungan Hukum Pidana bagi Anak di Indonesia. Cet. II; Depok: PT Rajagrafindo Persada, 117.
Rachmawati. (2020). Penyelesaian Perkara Anak yang Berhadapan dengan Hukum Menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 (Analisis Maqashid Al-Syariah). Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam, 2(2), 310.
Ratri Novita Erdianti. (2020). Hukum Perlindungan Anak di Indonesia. Cet. I: Universitas Muhammadiyah Malang, 9.
Riyadi. (2023). Diversi Dalam Kerangka Restorative Justice Pada Penanganan Anak yang Berhadapan Dengan Hukum. Syntax Admiration, 4(9), 898.
Salundik. (2024). Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Dalam Perspektif Penegakan Hukum. Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai, 5(1), 632.
Sapiudin Shidiq. (2017). Ushul Fiqh. Cet. III; Jakarta: Kencana, 223-230.
Undang-Undang Republik Indonesia. Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Undang-Undang Republik Indonesia. Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum.
Undang-Undang Republik Indonesia. Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Copyright (c) 2025 Marjana Fahri, Elsa Dwi Aryanti, Firdaus Firdaus, Yusuf Djabbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

