Pernikahan Difabel Intelektual dalam Tinjauan Maqāṣid Al-Syarī‘ah

  • Abdi Samra Caniago Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia
Keywords: Pernikahan, Disabilitas Intelektual, Maqāṣid Al-Syarī‘Ah

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hukum pernikahan bagi penyandang disabilitas intelektual dalam perspektif maqāid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif melalui studi pustaka dengan menganalisis kitab-kitab fiqh klasik, peraturan nasional, dan konvensi internasional, serta mengkaji pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah yang menekankan perlindungan lima aspek pokok: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam, pernikahan adalah mîtsâqan ghalîzan suatu ikatan kokoh yang mengandung tanggung jawab spiritual, moral, dan sosial. Penyandang disabilitas intelektual sering menghadapi hambatan hukum dan sosial untuk menikah, terutama terkait kecakapan hukum (ahliyyah) dalam memahami dan melaksanakan akad nikah. Dalam literatur fiqh klasik, penyandang disabilitas diklasifikasikan sebagai al-safīh, yakni individu yang tidak cakap dalam mengelola urusannya secara rasional. Hal ini menimbulkan perdebatan hukum terkait sah tidaknya pernikahan mereka. Pernikahan penyandang disabilitas intelektual dapat dibenarkan secara syar‘i selama tidak menimbulkan mudarat besar dan terdapat pendampingan dari wali serta dukungan hukum yang tepat. Pendekatan maqāid al-syarī‘ah memungkinkan penilaian secara kontekstual dan proporsional terhadap kapasitas individu, guna menjamin keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan hak asasi manusia. Oleh karena itu, hukum Islam melalui maqāid al-syarī‘ah dapat memberikan kerangka hukum yang inklusif dan humanis bagi penyandang disabilitas intelektual dalam menjalin kehidupan berkeluarga.

References

Acha, A. N. H. (2024). Mîtsâqan Ghalîzan dan Problematika Kotemporer dalam Pernikahan: Kajian Tafsir terhadap Ayat-ayat Al-Qur’an. Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law, 6(1), 44–67. https://doi.org/10.19105/al-manhaj.v6i1.13839

Al-Ghazali. (2008). al-Mustasfa min ‘Ilmi al-Ushul. In Cet. I, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Al-Nawawi, A.-I. M. (2007). Al majmu’syarhumuhazzab. Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah.

Al-Qarāfī, S. al-D. (2001). Kitāb al-Furūq, Anwār al-Burūq fī Anwāʾ al-Furūq (M. A. S. Jumʿa & ʿAlī (eds.); 4 vols.,). Cairo: Dār al-Salām.

Al-Syinqithiy, M. al-A. bin, & Al-Mukhtar, M. (1995). Adhwa al-Bayan fi Idhah al-Quran bi a-Quran. Dar ‘Alam Al-Fawaid, Jeddah.

Anam, K. (2019). Studi Makna Perkawinan Dalam Persepektif Hukum Di Indonesia (Komparasi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Per) Dengan Komplikasi Hukum Islam. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulungagung, 59–68.

Billah, M., Gassing, A. Q., Bakry, M., Kurniati, K., Haddade, A. W., Syamsuddin, D., Ahmad, L. O. I., & Harakan, A. (2025). Islamic law perspectives and social experiences on stigma toward disabled people in Indonesia. Frontiers in Sociology, 10(March), 1–17. https://doi.org/10.3389/fsoc.2025.1479243

Byrne, B. (2022). How inclusive is the right to inclusive education? An assessment of the UN convention on the rights of persons with disabilities’ concluding observations. International Journal of Inclusive Education, 26(3), 301–318. https://doi.org/10.1080/13603116.2019.1651411

Cluley, V. (2018). From “Learning disability to intellectual disability”—Perceptions of the increasing use of the term “intellectual disability” in learning disability policy, research and practice. British Journal of Learning Disabilities, 46(1), 24–32. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/bld.12209

Fadllurrohman. (2022). Islamic Law Criticism of Mental Disabilities Marriage. Eduvest - Journal of Universal Studies, 2(11), 2485–2504. https://doi.org/10.59188/eduvest.v2i11.665

Firdau, D. H., Ch, M., & Suwandi. (2022). Pernikahan Penyandang Disabilitas Perspektif Hukum Perkawinan Indonesia Dan Fiqh. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan …, 10(1), hlm. 21. http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tahdzib/article/view/4619%0Ahttp://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tahdzib/article/download/4619/3341

Hikmiyah, H. H., Faisol, A., & Sariroh, S. (2021). Implikasi Larangan Pernikahan Tunagrahita Berat Perspektif Maqosid Shariah Jaser Auda. Ijlil, 1(3), 236–262. https://doi.org/10.35719/ijl.v1i3.85

Ibad, D. M. (2023). Wali Nikah Penyandang Disabilitas Rungu dan Wicara Dalam Tinjauan Maslahat al-Bȗṯȋ dan HAM. Fakultas Syariah Dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

INPRES. (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam Presiden.

Leena, B., & Arie, R. (2022). Muslim Social Workers and Imams’ Recommendations in Marital and Child Custody Cases of Persons with Intellectual or Mental Disability. The British Journal of Social Work, 52(3), 1249–1268. https://doi.org/10.1093/bjsw/bcab137

Manor-Binyamini, I. (2020). Reasons for marriage of educated Bedouin women to Bedouin men with intellectual disability from the point of view of the women (1st Editio). Routledge.

Mohd Raus, N., Hashim, K. E., & Mohd Rashid, S. M. (2023). Sustainability of Islamic Education for Persons with Disabilities Based on Maqasid Shariah in The Context of Preserving Religion and Intellectuality. International

Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 13(7), 1223–1230. https://doi.org/10.6007/ijarbss/v13-i7/17831

Purugganan, O. (2018). Intellectual Disabilities. Pediatrics In Review, 39(6), 299–309. https://doi.org/10.1542/pir.2016-0116

Rachmadhani, F., & Ichsan, M. M. S. M. (2024). The use of sadd al- dharī’ah in contemporary islamic family law in indonesia: concept and practice. 12(1), 206–215.

Rasyid, M., & Azis, A. (2023). Putusan Hakim Atas Kasus Perceraian Akibat Gangguan Jiwa Analisis Maqashid Al-Syariah (Studi Kasus Pengadilan Agama Malang Nomor 558/Pdt.G/2021/Pa.Mlg). Sakina: Journal of Family Studies, 7, 300–315. https://doi.org/10.18860/jfs.v7i2.3630

Rompis, K. G. (2016). Perlindungan Hukum Terhadap Penyandang Disabilitas Dalam Perspektif Hukum Hak Asasi Manusia. Lex Administratum, 4(2).

Sabri, F. A. (2024). Islamic Law and Ethics: The Role and Obligations of Marriage for Individuals with Intellectual Disabilities. International Journal of Law Dynamics Review, 2(1), 54–63. https://doi.org/10.62039/ijldr.v2i1.34

Sharmin, S. S., & Azad, M. M. (2018). Laws of Muslim Marriage from the concept of the Holy Qur’an. International Journal of Engineering and Applied Sciences (IJEAS), 5(7), 29–33. www.ijeas.org

Sodiqin, A. (2021). Ambigiusitas Perlindungan Hukum Penyandang Disabilitas Dalam Perundang-Undangan Di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(1), 31. https://doi.org/10.54629/jli.v18i1.707

UUD. (2016). UU Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

Yaqin, A., & Khariri. (2022). Capacity of Persons with Disabilities as Legal Subjects in Islamic Law. International Journal of Social Science and Religion (IJSSR), 199–214. https://doi.org/10.53639/ijssr.v3i3.70

Zuhaili, W. (2010). Fiqhul islam wa adillatuhu. Gema Insani.

Published
2025-11-07