Reinterpretasi Poligami Dalam Islam: Solusi Ilahiyah Atau Kesalahpahaman Kontekstual (Kajian Hukum Islam)
Abstract
Praktik poligami dalam Islam merupakan isu yang terus menjadi perdebatan, terutama ketika dihadapkan pada tuntutan keadilan gender dan perkembangan sosial kontemporer. Artikel ini menganalisis interpretasi terhadap poligami dari dua sudut pandang utama. pertama, sebagai praktik yang sah dalam syariat Islam dan dianggap sebagai solusi atas kondisi sosial tertentu; dan kedua, sebagai praktik yang memerlukan reinterpretasi agar selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah dan nilai-nilai keadilan. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengungkap bahwa syarat "keadilan" dalam QS. An-Nisā’: 3 tidak hanya bersifat material, tetapi juga mencakup keadilan emosional dan spiritual yang sulit diwujudkan secara sempurna. Dalam banyak kasus, poligami justru menghasilkan ketimpangan, konflik rumah tangga, dan pelanggaran terhadap prinsip perlindungan hak perempuan. Di sisi lain, monogami dinilai lebih mampu merepresentasikan nilai-nilai kasih sayang, raḥmah, dan keadilan dalam keluarga Muslim. Oleh karena itu, reformasi hukum Islam dan kebijakan negara yang berperspektif maqāṣid dan keadilan gender menjadi penting untuk memastikan bahwa praktik pernikahan dalam Islam tetap sesuai dengan nilai-nilai universal dan kontekstual.
References
Abou El Fadl, K. (2023). Reasoning with God: Reclaiming Shari'ah in the Modern Age. Oxford University Press.
Akbar, H., & Syauqi, F. (2025). Dampak Psikologis Poligami terhadap Keluarga Muslim. Journal of Family Psychology and Islamic Studies, 10(2), 88–105.
Amina, W. (2023). Qur'an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman's Perspective. Oxford University Press.
Andini, S. D., Rahmawati, A., & Hidayat, M. (2023). Keadilan Gender dalam Poligami: Tinjauan Hukum Islam dan Psikologi Keluarga. Journal of Islamic Law and Family Studies, 7(2), 112–127.
Aqil, M. (2024). Ketimpangan Implementasi Hukum Perkawinan di Indonesia. Jurnal Hukum Islam Kontemporer, 12(1), 55–72.
Aspandi, A., & Wardah, T. (2024). Penafsiran Kontekstual Ulama Kontemporer Atas Ayat-Ayat Poligami. Saintifika Islamica: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 11(1), 45–60.
Auda, J. (2024). Reforming Islamic Law: Maqasid al-Shariah and the Future of Islam. Palgrave Macmillan.
Dewi, M. H., & Anwar, E. S. (2025). Menafsirkan Ulang Ayat Poligami dan Otoritas Perempuan. Journal of Qur'an and Hadith Studies, 5(1), 22–38.
Dewi, S., & Luthfi, H. (2025). Keadilan dan Poligami dalam Perspektif Maqāṣid al-Sharī’ah. Jurnal Hukum Islam dan Gender, 6(1), 40–55.
Fahrudin. (2021). Dialektika Poligami dalam Narasi Normatif dan Potret Empiris. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 113–130.
Fitria, S., & Merita, L. (2023). Pelaksanaan Poligami dalam Perspektif Hukum Islam dan Hak Perempuan. Jurnal Hukum dan Gender, 9(1), 23–41.
Harwis, A., & Zulkarnain. (2023). Kedudukan Izin Istri dalam Poligami dalam Hukum Indonesia. Al-Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 20–34.
Kamali, M. H. (2023). Principles of Islamic Jurisprudence. Islamic Texts Society.
Karimullah, S. S. (2023). Pembaruan Regulasi Poligami: Perspektif Islam dan Konstitusi India. International Journal of Islamic Legal Reform, 9(2), 89–101.
Mashdurohatun, A., & Santoso, B. (2023). Pendekatan Normatif dan Kontekstual dalam Penelitian Hukum Islam. Jurnal Al-Ahkam, 13(1), 45–60. https://doi.org/10.24042/ahkam.v13i1.6789
Maslan, D., Akmal, S., & Rahmat, A. (2023). Poligami sebagai Sarana Pelaksanaan Maqāṣid al-Sharī’ah. Nizham: Jurnal Studi Hukum Islam, 11(1), 10–26.
Musafa’ah, S., & Rizqi, M. F. (2024). Kajian Asbāb al-Nuzūl terhadap Ayat Poligami. Jurnal Studi Al-Qur’an, 6(1), 71–85.
Musawah. (2025). Justice in the Muslim Family: Global Report. Musawah Publications.
Nurmansyah, A., et al. (2023). Praktik Poligami dalam Tafsir Maqashid Syariah. Jurnal Studi Islam Progresif, 15(2), 102–123.
Putra, R. H., Hayati, L., & Yasir, M. (2024). Reinterpretasi QS. An-Nisa’: 128–130 dalam Konteks Keadilan Gender. Jurnal Tafsir dan Hukum Keluarga Islam, 7(3), 44–61.
Rizqi, M. F., & Musafa’ah, S. (2024). Kajian Asbāb al-Nuzūl terhadap Ayat Poligami. Jurnal Studi Al-Qur’an, 6(1), 71–85.
Subairi, A., Hasanah, R., & Wahyuni, S. (2024). Poligami dalam Pandangan KH. Husein Muhammad: Telaah Maqāṣid dan Hermeneutika. Al-Qalam: Jurnal Studi Islam, 8(2), 55–73.
Suryana, A. (2023). Keteladanan Nabi Muhammad dalam Praktik Monogami. Jurnal Sunnah dan Keluarga, 5(1), 17–30.
Wadud, A. (2025). Gender Justice and the Qur’an. Journal of Islamic Hermeneutics, 11(2), 90–113.
Yulia, S. (2024). Kritik Muhammad Abduh terhadap Poligami. Jurnal Pemikiran Islam Modern, 10(2), 67–83.
Yunus, M., & Rahwan, A. (2024). Konsep Adil dalam Penafsiran Ayat Poligami. Al-Hukmi: Jurnal Hukum Islam, 6(1), 33–47.
Copyright (c) 2026 Hayatun Nufus, Abdul Karim Munthe, Basyir Arif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

