Tinjauan Yuridis Penegakan Hukum terhadap Pelaku Ujaran Kebencian (Hate Speech) di media Sosial dalam Perspektif Hukum Pidana
Abstract
This study aims to examine the juridical review of law enforcement against perpetrators of hate speech on social media from the perspective of criminal law in Indonesia. The approach employed is normative juridical, by analyzing the provisions of legislation such as Law Number 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions (ITE), the Indonesian Criminal Code (KUHP), as well as various related regulations and court decisions. The results of the study indicate that the regulation of hate speech already has a clear legal foundation, particularly through Article 28 paragraph (2) of the ITE Law and the provisions concerning insult, defamation, and provocation under the Criminal Code. Nevertheless, law enforcement still faces various obstacles, such as ambiguity in legal norms, difficulties in proving subjective elements, and inconsistencies among law enforcement officers in applying the appropriate articles. This study concludes that regulatory harmonization, enhanced capacity of law enforcement officers, and public understanding of the limits of freedom of expression are needed so that the handling of hate speech on social media can be carried out more effectively and fairly.
References
Hadjon, P. M. (1987). Rechtssociologie: Sosiologi Hukum dan Penelitian Hukum. Jakarta: Ghalia Indonesia, hlm. 50–52
Hidayat, A. (2020). Kebebasan berekspresi dan batasannya dalam hukum pidana Indonesia. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 27(1), 75–94
Hidayat, R. (2020). Hate Speech dan Tantangannya di Era Digital. Jakarta: Kencana.
Lexy, J. M. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, hlm. 130–135.
Lubis, A. (2021). Hukum Siber di Indonesia: Analisis UU ITE. Jakarta: Sinar Grafika.
Marzuki, P. M. (2010). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, hlm. 23.
Nurhayati, S. (2020). “Multitafsir dalam Penerapan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE”. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(3).
Putra, R., & Dewi, S. (2022). Inkonsistensi penegakan hukum terhadap ujaran kebencian di media sosial di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(2), 105–122.
Samsul, F. (2022). “Kebebasan Berpendapat vs Ujaran Kebencian di Media Sosial”. Jurnal Ilmu Hukum Nusantara, 7(1).
Sari, M. (2021). Penegakan Hukum Siber dan Tantangannya. Bandung: Refika Aditama.
Setiadi, A. (2019). Ujaran kebencian dan dampaknya terhadap ketertiban sosial di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 19(3), 345–358.
Setiadi, B. (2019). Media Sosial, Polarisasi, dan Ujaran Kebencian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Siregar, R. (2021). Penegakan hukum terhadap kejahatan siber di Indonesia. Jurnal Rechtsvinding, 10(1), 45–62.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2001). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers, hlm. 13–15.
Sutrisno, B. (2018). Regulasi ujaran kebencian dalam perspektif hukum pidana. Jurnal Yuridika, 33(2), 221–240.
Sutrisno, S. (2018). “Dampak Ujaran Kebencian terhadap Integrasi Sosial”. Jurnal Komunikasi Indonesia, 4(2).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Copyright (c) 2025 Altje Agustin Musa, Meiske Mandey, Christine J J G Goni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

