Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Deepfake Pornography
Abstract
Artificial Intelligence (AI) is a technological advancement that offers convenience to humans. Like other technological innovations, AI has both positive and potentially negative impacts. In practice, AI is often misused by irresponsible parties to create pornographic Deepfake images or videos. The existence of these Pornographic Deepfakes harms victims whose biometric identities, such as faces, bodies, and/or voices, are used without permission to produce immoral content. Therefore, regulation of Artificial Intelligence and its implementation is crucial. In Indonesia, there are currently no regulations specifically governing Artificial Intelligence. However, considering the nature of the act, several provisions have regulated the handling of Pornographic Deepfakes, including Law No. 19 of 2016 concerning Amendments to Law No. 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions (ITE Law), Law No. 44 of 2008 concerning Pornography, and Law No. 27 of 2022 concerning Personal Data Protection (PDP Law). Perpetrators who violate these provisions may be held criminally liable in the form of imprisonment and/or fines in accordance with applicable laws and regulations.
References
Andhika Nugraha Utama, Prama Tusta Kesuma, dan Rio Maulana Hidayat, 2023, Analisis Hukum terhadap Upaya Pencegahan Kasus Deepfake Porn Dan Pendidikan Kesadaran Publik Di Lingkungan Digital, Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol 7 No3, Hal 26179-26188, https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.10815.
Ardi Dwi Setiawan dan Indung Wijayanto, 2025, Tinjauan Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Dalam Tindak Pidana Yang Melibatkan Artificial Intelligence, Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam, Vol 12 No 2, Hal 174-187, https://doi.org/10.32832/yustisi.v12i2.19535.
Aryo Fadlian, 2020, Pertanggungjawaban Pidana Dalam Suatu Kerangka Teoritis, Jurnal Hukum Positum, Vol 5 No 2, Hal 10-19, https://doi.org/10.35706/positum.v5i2.5556.
Chiquita Thefirstly Noerman dan Aji Lukman Ibrahim, 2024, Kriminalisasi Deepfake Di Indonesia Sebagai Bentuk Pelindungan Negara, Jurnal USM Law Review, Vol 7 No 2, Hal 603-621, https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.8995.
Dyah Ochtorina Susanti and A’an Efendi, 2022, Penelitian Hukum: Legal Research, Jakarta, Sinar Grafika.
Elang Rinjani Utara dan Anis Widyawati, 2025, Analisis Penegakan Hukum Pidana Deepfake Pornografi Non-Konsensual Dalam Penyebaran Konten Manipulatif di Indonesia, Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam, Vol 11 No 1, Hal 125-153, https://doi.org/10.15642/aj.2025.11.1.125-153.
Elfian Fauzy dan Nabila Alif Radika Shandy, 2023, Hak Atas Privasi dan Politik Hukum Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 Tentang Pelindungan Data Pribadi, Lex Renaissance, Vol 7 No 3, Hal 445-461, https://doi.org/10.20885/JLR.vol7.iss3.art1.
Emi Puasa Handayani, Zainal Arifin, dan Zico Junius Fernando, 2025, Criminal Penalties in Cyberspace: Between the Development of Digital Democracy and Authoritarianism, IJCLS (Indonesian Journal of Criminal Law Studies), Vol 10 No 1, Hal 45-82, https://doi.org/10.15294/ijcls.v10i1.19652.
Evyta Rosiyanti Ramadhani, Ayudya Rizqi Rachmawati, dan Roro Hera Kurnikova, 2025, Integrating Islamic Values with the Right to Be Forgotten: A Legal Approach to Addressing Deepfake Pornography in Indonesia, De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah, Vol 17 No 1, Hal 112-131, https://doi.org/10.18860/j-fsh.v17i1.28880
Faqi Rawni Arndarnijariah dan Jeferson Kameo, 2024, The Right To Be Forgotten Sebagai Hukum Perlindungan Data Pribadi Korban Revenge Porn, Jurnal Ilmu Hukum: ALETHEA, Vol 8 No 1, Hal 69-82, https://doi.org/10.24246/alethea.vol8.no1.p69-82.
Hari Sutra Disemadi, 2021, Urgensi Regulasi Khusus dan Pemanfaatan Artificial Intelligence Dalam Mewujudkan Perlindungan Data Pribadi di Indonesia, Jurnal Wawasan Yuridika, Vol 5 No 2, Hal 177-199, https://doi.org/10.25072/jwy.v5i2.460.
Hayya Zafna Haefani dan Asti Sri Mulyanti, 2025, Urgensi Reformasi Hukum Pidana Indonesia Dalam Menjerat Pelaku Deepfake Pornografi Berbasis Artifical Intellegence, Aladalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, Vol 3 No 3, Hal 12-26. https://doi.org/10.59246/aladalah.v3i3.1554.
Louisa Yesami Krisnalita, dan Sisi Rahayu, 2023, Analisis Yuridis Mengenai Tindak Pidana Pornografi Secara Berlanjut, Justice Voice, Vol 1 No 2, Hal 71-80, https://doi.org/10.37893/jv.v1i2.187.
Muhammad Faqih Faathurrahman, dan Enni Soerjati Priowirjanto, 2022, Pengaturan Pertanggungjawaban Pelaku Penyalahgunaan Deepfakes Dalam Teknologi Kecerdasan Buatan Pada Konten Pornografi Berdasarkan Hukum Positif Indonesia, Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, Vol 3 No 11, Hal 1156-1168,
https://doi.org/10.59141/jist.v3i11.528.
Muhammad Ilman Abidin, Ahmad Faizal Adha, Salma Suroyya Yuniyanti, dan Chicha Chairunnisa, 2023, Legal Review Of Liability From Deepfake Artificial Intelligence That Contains Pornography, Mimbar: Jurnal sosial dan Pembangunan, Vol 39 No 2, Hal 344-352, https://doi.org/10.29313/mimbar.v39i2.2965.
Muhammad Tan Abdul Rahman Haris dan Tantimin Tantimin, 2022, Analisis Pertanggungjawaban Hukum Pidana Terhadap Pemanfaatan Artificial Intelligence Di Indonesia, Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), Vol 8 No 1, Hal 307-316, https://doi.org/10.23887/jkh.v8i1.44408.
Nathania Salsabila Marikar Sahib, Soesi Idayanti, dan Kanti Rahayu, 2023, Problematika Aturan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Di Indonesia, Pancasakti Law Journal (PLJ), Vol 1 No 1, Hal 61-74, https://doi.org/10.24905/plj.v1i1.8.
Ni Kadek Dwi Ika Ardiyani, 2024, Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Deepfake Porn Berdasarkan Hukum Positif, Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, Vol 2 No 1, Hal 603-608, https://doi.org/10.62379/cs863250.
Nur Aripkah, Kalen Sanata, Khairunnisa Noor Asufie, dan Reza Pramasta Gegana, 2025, Pembaharuan Konsep Hukum Pidana dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP, Jurnal Fundamental Justice, Vol 6 No 2, Hal 209-226, https://doi.org/10.30812/fundamental.v6i2.5268.
Peter Mahmud Marzuki, 2017, Penelitian Hukum: Edisi Revisi, Jakarta, Kencana
Rafi Satrya Arvitto, 2025, Implikasi Hukum Deepfake: Telaah terhadap UU ITE dan UU PDP, Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia (JIHHAM), Vol 4 No 2, Hal 73-82, https://doi.org/10.35912/jihham.v4i2.3937.
Retno Manuhoro Setyowati, Errika Dwi Setya Watie, dan Hermofika Laksmi Tatas, (2024). Jurnalis Perempuan Dan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), Akselerasi: Jurnal Ilmiah Nasional, Vol 6 No 1, Hal 64-78, https://doi.org/10.54783/jin.v6i1.888.
Rianedo Anggriawan, Muhlizar Muhlizar, Dian Mandayani Ananda Nasution, dan Sahbudi, 2025, Pornografi Melalui Internet Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Studi Putusan Pengadilan Negeri
Wates Nomor 23/Pid.B/2022/PN.Wat), Future Academia: The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, Vol 3 No 1, Hal 496-508. https://doi.org/10.61579/future.v3i1.44
Shabrina Fadiah Ghazmi, 2021, Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence Pada Sektor Bisnis Daring Di Indonesia, Jurnal Hukum Lex Generalis, Vol 2 No 8, Hal 782-803, https://doi.org/10.56370/jhlg.v2i8.104.
Sholahudin Jagad Al-Ayoubi dan Miko Aditiya Suharto, 2025, Pemidanaan Kepada Pelaku Konten Pornografi Menggunakan Aplikasi Deepfake Pada Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia, UNES Law Review, Vol 8 No 1, Hal 163-173, https://doi.org/10.31933/unesrev.v8i1.2464.
Silvia Maharani Iskandar Putri, Nashwa Salsabila, dan Asmak UI Hosna, 2024, Kriminalisasi Penggunaan Deepfake dalam Tindak Pidana Penipuan dan Pencemaran Nama Baik: Tantangan dan Solusi Hukum, Jurnal Hukum Legalita, Vol 6 No 2, Hal 83-90, https://doi.org/10.47637/legalita.v6i2.1453.
Tjokorda Gde Agung Sayogaditya, dan Ni Nyoman Juwita Arsawat, 2019, Analisis Yuridis Mendistribusikan Dokumen Eletronik Yang Bermuatan Melanggar Kesusilaan (Studi Kasus Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik), Jurnal Analisis Hukum, Vol 2 No 2, Ha 148-166, https://doi.org/10.38043/jah.v2i2.2196.
Wenggedes Frensh, 2025, Criminal Policy Toward the Crime of Defamation in Cyberspace Through the Use of Deepfake AI, Jurnal Akta, Vol 12 No 2, Hal 472-479, http://dx.doi.org/10.30659/akta.v12i2.44884.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi
Copyright (c) 2025 Risno Risno, Kamaruddin Kamaruddin, Gamlan Dagani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

