Tanggung Jawab Hukum Korporasi atas Pencemaran Lingkungan : Analisis Yuridis terhadap Konsep Pertanggung Jawaban dalam Undang-Undang Uo. 32 tahun 2009 dan Peraturan Pelaksanaanya

  • Anisa Khusnul Rahma Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Setya Aufa Nur Aida Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Dewi Indah Safira Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Aqil Haniifah Setiyagi Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Akbar Kurniawan Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
Keywords: Etika Bisnis, Layanan Sosial, Loyalitas Anggota, BMT, Ekonomi Syariah

Abstract

Environmental pollution caused by corporations remains a crucial issue in the context of sustainable development in Indonesia. Law No. 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management (UUPPLH), along with its derivative regulations, provides a legal basis that regulates administrative, civil, and criminal liability mechanisms for corporations. This study aims to examine the legal construction of corporate responsibility for environmental pollution and the level of effectiveness of its application, with an emphasis on the implementation of the Polluter Pays, Strict Liability, and Precautionary Principles. The methodological approach applied is normative legal research through the analysis of legislation, concepts, and cases, utilizing secondary legal sources and studies of court decisions. The findings indicate that the regulatory framework has shaped corporate responsibility comprehensively, as reflected in the strengthening of legal instruments through Government Regulations and Supreme Court Regulation Number 1 of 2023. A case analysis of PT Bintang Warna Mandiri reveals the application of the Polluter Pays and Strict Liability principles through Supreme Court Decision Number 4860 K/Pdt/2022. However, law enforcement still faces obstacles such as weak supervision, inconsistency in the application of principles, and limited coordination between institutions. This study concludes that although regulations have improved, the effectiveness of corporate legal responsibility for environmental pollution requires increased intensity of supervision, harmonization of enforcement, and consistency in the application of environmental law principles. This study concludes that although regulations have improved, the effectiveness of corporate legal responsibility for environmental pollution requires increased supervision, harmonization of enforcement, and consistency in the application of environmental law principles.

 

References

Ali, Zainuddin. Metode Penelitian Hukum. Sinar Grafika, Jakarta, 2015, hlm. 23.

Budisafitri, D. B., Al Iyad, E. A., & Audica, N. H. “Regulasi Hukum Lingkungan dalam Pencemaran Limbah Industri di Sungai Citarum: Kepatuhan Industri dan Dampaknya pada Lingkungan.” Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik Dan Humaniora, 1(3) (2024): hlm. 48–58.

Darma, M. E., & Redi, A. “Penerapan Asas Polluter Pay Principle dan Strict Liability Terhadap Pelaku Pembakaran Hutan.” Jurnal Hukum Adigama, 1(1) (2018): 1–27.

Fitriani, Henny Yunita & Dona Budi Kharisma. “Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Lingkungan Hidup Berdasarkan Asas Strict Liability.” Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 8(2) (2021): hlm. 69.

Hanum, Paujiah; Pratiwi, Rani Ika; Utama, Iqbal Doly Indra; Muslim, Yasir; Rahayu, Mella Ismelina Farma. “The Principle of Strict Liability in Legal Responsibility for Environmental Pollution: A Conceptual Analysis.” International Journal of Educational Research & Social Sciences, 6(3) (2025): hlm. 259.

Hanum, Paujiah et al. Op.Cit, hlm. 259.

ICEL. Evaluasi Implementasi PP 22/2021. Indonesian Center for Environmental Law, 2022.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

KLHK. Profil Limbah B3 Indonesia. Direktorat Pengelolaan Limbah B3, 2021.

Laode M. Syarif & Andri G. Wibisana. Hukum Lingkungan: Teori, Legislasi dan Studi Kasus. Erlangga, Jakarta, 2014, hlm. 309.

Manik, Josua Ignatius & Rambe, M. Irfan Islami. “Implementasi Prinsip-Prinsip Hukum Lingkungan dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia.” INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(4) (2024): 8220–8229.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Kencana, Jakarta, 2015, hlm. 35.

Mas Achmad Santosa. “Judicial Activism in Environmental Litigation.” Jurnal Hukum Lingkungan, 2023.

Muhdar, M. “Eksistensi Polluter Pays Principle dalam Pengaturan Hukum Lingkungan di Indonesia.” Jurnal Mimbar Hukum, 21(1) (2012): hlm. 37–45.

Ngala, A. K. “Sanksi Administratif dalam Hukum Lingkungan menurut UU No. 32 Tahun 2009.” Lex Crimen, 7(1) (2018): hlm. 39.

Ningrum, V. P., & Rahayu, M. I. F. “Pelaksanaan Penegakan Hukum Lingkungan Secara Perdata dalam Kasus Pencemaran Sungai oleh Aktivitas Industri.” Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(12) (2024): hlm. 1609.

Nurlaily, Novy Yandari & Agus Supriyo. “Pertanggungjawaban Korporasi dalam Kasus Pencemaran Lingkungan Hidup.” Media of Law and Sharia, 3(3) (2022): hlm. 259.

Panambunan, Amelia M. K. “Penerapan Sanksi Administratif dalam Penegakan Hukum Lingkungan di Indonesia.” Lex Administratum, 4(2) (2016): hlm. 94.

Pratama, T. Andana Harris; Muhammad Ali; & Fadil. “Korporasi Sebagai Subyek Hukum dalam Tindak Pidana Lingkungan Hidup.” AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1) (2023): hlm. 617.

Purwendah, Elly Kristiani. “Prinsip Kehati-Hatian (Precautionary Principle) dalam Pencemaran Minyak Akibat Kecelakaan Kapal Tanker.” Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1) (2020): hlm. 12.

Putra, D. M. “Kontribusi Industri Tekstil dalam Penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun terhadap Rusaknya Sungai Citarum.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 3(1) (2017): hlm. 133–152.

Simarmata, Hendrik A. “Environmental Compliance and Monitoring in Indonesia.” Jurnal Green Law, 2021.

Subyakto, Kukuh. “Azas Ultimum Remedium atau Primum Remedium dalam Tindak Pidana Lingkungan Hidup.” Jurnal Pembaharuan Hukum, 2(2) (2015): hlm. 211.

Sumardjono, Maria S. W. “Perizinan Berbasis Risiko dan Tantangan Pengawasan Lingkungan.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 2022.

Supreme Court of Indonesia. Naskah Akademik PERMA No. 1/2023 tentang Lingkungan Hidup, 2023.

Wicaksono, R. A. “PT BWM Didenda Rp11 Miliar oleh MA karena Cemari Sungai Citarum.” Betahita.id. Diakses 23 Oktober 2025.

Yustinus Prastowo. “Instrumen AMDAL dalam Hukum Lingkungan Indonesia.” Jurnal Hukum & Pembangunan UI, 2020.

Published
2025-08-30