Hak Mustahik Dalam Program Pemberdayaan Zakat Produktif Perspektif Hukum Positif dan Hukum Kebendaan Islam

  • Sulfadli Sulfadli Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Keywords: Zakat Produktif, Hak Milik Mustahik, Hukum Material Islam, Hukum Positif Indonesia.

Abstract

 

Zakat produktif merupakan instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi mustahik yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi berorientasi pada kemandirian ekonomi. Program ZCoffee dan ZChicken yang dilaksanakan oleh BAZNAS yang merupakan contoh pelaksanaan zakat produktif berbasis usaha. Namun, praktik ini menimbulkan masalah hukum terkait kejelasan status kepemilikan aset usaha yang diberikan kepada mustahik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak kepemilikan mustahik dalam program zakat produktif dari perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan yuridis-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan zakat produktif seperti ZCoffee dan ZChicken yang dilaksanakan oleh BAZNAS dan LAZ terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi mustahik melalui pendekatan bisnis berkelanjutan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas. Zakat tidak lagi berfungsi semata-mata sebagai bantuan konsumtif, tetapi berkembang menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat. Namun, keberhasilan ini belum sepenuhnya diimbangi dengan kepastian hukum mengenai status kepemilikan aset usaha yang dibagikan kepada mustahik, sehingga menimbulkan permasalahan normatif dan yuridis. Dari perspektif hukum kebendaan Islam, zakat mensyaratkan tamlik, yaitu pengalihan kepemilikan harta zakat secara hukum kepada mustahik. Praktik hanya memberikan hak untuk menggunakan harta tanpa kejelasan kontrak hibah berpotensi bertentangan dengan prinsip al-milk dan tujuan zakat dalam mewujudkan keadilan distributif. Sementara itu, hukum positif Indonesia melalui UU Nomor 23 Tahun 2011 belum secara tegas mengatur status kepemilikan aset zakat produktif, sehingga perlu diselaraskan regulasi dan penegasan kontrak agar zakat produktif sah menurut syariah, memiliki kepastian hukum, dan mampu melindungi hak mustahik sebagai subjek hukum yang mandiri secara ekonomi.

References

Undang-Undang Republik Indonesia. Pasal 27 ayat (1), (2), dan (3).

Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta. (2025, 1 Oktober). BAZNAS DIY dan BAZNAS RI gelar sosialisasi Z Coffee ke sejumlah kampus di daerah. BAZNAS DIY. Diakses 21 Desember 2025, dari https://diy.baznas.go.id

Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia. (2024, 8 Oktober). Berdayakan mustahik, BAZNAS RI resmikan ZCoffee di UIN Sunan Kalijaga. BAZNAS. Diakses 21 Desember 2025, dari https://baznas.go.id

Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia. (2025, 28 Februari). Program ZChicken BAZNAS berhasil ubah mustahik jadi muzaki. BAZNAS. Diakses 21 Desember 2025, dari https://baznas.go.id

Badan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (2025, 13 Agustus). Launching program Z Coffee: Pemberdayaan mahasiswa UMY melalui usaha kopi. Kemahasiswaan UMY. Diakses 21 Desember 2025, dari https://kemahasiswaan.umy.ac.id

Al-Zuhayli, Wahbah. (1997). Al-fiqh al-Islāmī wa adillatuh. Damaskus: Dār al-Fikr.

Thoriquddin, Moh. (2014). Pengelolaan zakat produktif perspektif maqāṣid al-syarī‘ah Ibnu ‘Asyur. Malang: UIN-Maliki Press.

Azzahra, Hamidah. (2025). Optimalisasi pengelolaan zakat produktif dalam perspektif hukum ekonomi syariah dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Al Itmamiy Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), 7(1). https://doi.org/10.55606/ai.v7i1.1472

Imamia, Tsumma Lazuardini. (2023). Zakat sebagai penyaluran hak kepemilikan dalam Islam. Jurnal Konstanta, 2(1). https://doi.org/10.29303/konstanta.v2i1.686

Iqbal, Muhammad Nur. (2022). Pendayagunaan zakat produktif dalam pemberdayaan ekonomi umat menurut Yusuf Qardhawi. Landraad: Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Hukum Muamalah, 1(1). https://jurnal.ishlahiyah.ac.id/index.php/jl

Khatimah, Husnul, Nuradi, & Mubarok, Jaih. (2024). Productive zakat law implementation in mentor empowerment for entrepreneurial character building and mustahiq empowerment. Indonesian Journal of Islamic Economics and Finance, 4(2).

Khotib, Muhammad, & Masrukhan, M. (2025). Effectiveness of productive zakat in economic empowerment of mustahik. International Journal of Advanced Technology and Social Sciences, 3(2). https://doi.org/10.59890/ijatss.v3i2.323

Mahadhir, M. Saiyid, & Arifai, Ahmad. (2021). Zakat produktif dalam tinjauan hukum Islam. Adl Islamic Economic: Jurnal Kajian Ekonomi Islam, 2(2). https://doi.org/10.56644/adl.v2i2.29

Naufal, Muhammad Farhan Bagja, dkk. (2022). Studi perbandingan hak milik menurut hukum perdata dan hukum Islam. Tahkim: Jurnal Peradaban dan Hukum Islam, 5(1). https://doi.org/10.29313/tahkim.v5i1.9229

Nurhalifah. (2025). Model pemanfaatan dana zakat untuk pengembangan start-up halal berbasis ekonomi kreatif di Indonesia. Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi, 5(2). https://doi.org/10.30863/alkharaj.v5i2.10544

Rashif, Zharfan, Fautanu, Idzam, Rizal, Lutfi Fahrul, Saebani, Beni Ahmad, & Nasrudin. (2024). Pengelolaan zakat oleh BAZNAS dan kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang dalam perspektif siyasah maliyah. Syiah Kuala Law Journal, 8(2).

Published
2026-05-06