Korelasi Perempuan Berkarir dengan Tingginya Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kota Pekanbaru

  • Hasmar Husain Nusantara Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: Career Women, Divorce Lawsuits, Communication, Dual Roles, Religious Courts

Abstract

This study aims to examine the relationship between the status of women as career women and the increasing number of divorce cases in the Pekanbaru Religious Court. The background of this study is based on the dynamics of roles in Muslim households along with the increasing participation of women in the workforce, which has the potential to affect the harmony of husband-wife relationships. The research approach used is empirical juridical with a descriptive analytical method. Research data was obtained through interviews, documentation of divorce cases, and field observations at the Religious Court of Pekanbaru City. The results of the study indicate that the dual role of career women in the domestic and public spheres, weak communication within the household, disharmony in relationships, and role conflicts are the dominant factors driving divorce. These findings indicate that the couple's unpreparedness in managing role division and effective communication can have a significant impact on the sustainability of the household. This research contributes to the study of Islamic family law by emphasizing the importance of premarital education, psychological counseling, and collective awareness of understanding balanced roles and communication in order to maintain family integrity.

 

References

Abubakar, M. (2020). Meningkatnya Cerai Gugat pada Mahkamah Syar’iyah. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 22(2), 301–322.

Alivia, S., & Suprihatin. (2024). Analisis Yuridis terhadap Pertimbangan Hakim pada Perkara Harta Bersama Akibat Perceraian Ditinjau dari Kompilasi Hukum Islam dan Undang-undang Perkawinan (Studi Perkara Nomor 1726/Pdt.G/2020/PA.Bks.). Maslahah: Jurnal Hukum Islam Dan Perbankan Syariah, 15(2), 99–110.

Andri, M., HR, M., & Khisni, A. (2020). The Ideal Age of Marriage as an Effort to Establish an Ideal Family. UNIFIKASI : Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 70–78. https://doi.org/10.25134/unifikasi.v7i1.2695

Andriani, A. D. (2020). Peran Istri sebagai Wanita Karier dalam Perspektif Islam dan Pengaruhnya Terhadap Angka Perceraian Indonesia. Taklim: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 103–115.

Andriani, I., & Mz, I. (2019). Konsep Qana’ah dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis Perspektif Alquran. NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, 3(1), 64–73. https://doi.org/10.23971/njppi.v3i1.1291

Arifin, S., & Al Amin, H. (2023). Gugat Cerai Wanita Karir Dalam Pandangan Ibnu Hazm. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 12(2), 88–98. https://doi.org/10.30651/mqsd.v12i2.20006

Aulia, Y., Somad, M. A., & Budiyanti, N. (2021). Peran Wanita Dalam Membangun Ekonomi Rumah Tangga Menurut Perspektif Islam. Tadris : Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan Islam, 15(1), 77–84. https://doi.org/10.51675/jt.v15i1.116

Bukido, R., Azzochrah, N. A., Zakariah, A. A., & Paikah, N. (2025). Divorce Among Female Muslim Civil Servants: Legal Perspectives in Indonesia. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 25(1), 85–116. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v25i1.85-116

Endang Kusniati. (2021). Manifestation of Gender Injustice in Households amidst the Pandemic : Divorce Study in the Class 1B Sungailiat Religious Court, 2020. Mawa’izh: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 12(1), 57–81.

Fitria Panduwinata, V., Hartono, R., & Atmasari, A. (2019). Hubungan Konflik Peran Ganda Pada Wanita Bekerja dengan Keharmonisan Rumah Tangga. Jurnal Psimawa, 2(1), 21–26. https://doi.org/10.36761/jp.v2i1.432

Ilahi, D. S. K., & Sofa, A. R. (2025). Digitalisasi konsep mawaddah wa rahmah dalam Al-Qur’an dan Hadist: Strategi psikologi keluarga untuk membangun keharmonisan rumah tangga di Desa Bucor Wetan Probolinggo. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 3(1), 180–200. https://journal.aripafi.or.id/index.php/jbpai/article/view/875%0Ahttps://journal.aripafi.or.id/index.php/jbpai/article/download/875/1304

Khiyaroh. (2025). Peran Wanita Karir Dalam Membentuk Ketahanan Keluarga dengan Mempertahankan Konsep Sakinah. Ahwaluna | Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(1), 125–148. https://doi.org/10.70143/ahwalunajurnalhukumkeluargaislam.v6i1.433

Khoiriyah, A. (2025). Perselingkuhan pada Pernikahan Generasi Z: Analisis Permasalahan Pernikahan dalam Perspektif Islam. Widya Bahusvarnika: Journal for Multidmensional Research Perspectives, 1(2024), 23–28. https://journals.hakhara-institute.com/index.php/WBS/article/view/24

Meidyawati, M., & Qodir, A. (2023). Perempuan, Ekonomi, dan Alasan Perceraian. Jurnal Hadratul Madaniyah, 10(1), 58–62. https://journal.umpr.ac.id/index.php/jhm/article/view/5405

Niam, M. K. (2021). Early Marriage Construction and Perpetuity Factors in Discourse of Power and Religion. BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender Dan Anak, 6(1), 14–23. https://doi.org/10.22515/bg.v6i1.3595

Nurdani, N. (2025). Pertimbangan Hakim dalam Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Curup (Studi Terhadap Keputusan Nomor 494/Pdt.G/2024/PA.Crp). Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup.

Pratama, A. R., Hidayah, N., Septiani, A., Anggraini, R., Sabrinah, S. A., & Andini, S. (2025). Analisis Maqashid Al-Syariah Terhadap Tingginya Angka Perceraian di Indonesia. Journal of Sharia and Legal Science, 3(3), 317–330.

Rais, I. (2021). The Impact of COVID-19 Pandemic on Divorce Rates Among Indonesian Muslim Societies. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 11(2), 271–297. https://doi.org/10.18326/ijims.v11i2.271-297

Ramadhani, D. N. (2023). Putusan Hakim dalam Perkara Perceraian dengan Alasan Murtad di Pengadilan Agama Palopo. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Reftantia, G., Asni Sari, K., Aries Kurniawan, D., & Dwi Hapsari, Y. (2024). Analisis Nilai Patriarki dalam Putusan Sidang Cerai Gugat di Pengadilan Agama Sawahlunto. Iapa Proceedings Conference, 11–30. https://doi.org/10.30589/proceedings.2024.1038

Robiatussoleha, R. A., Ta, A. H., & Afrizal, S. (2024). Analisis Perceraian Berdasarkan Perspektif Gender Pada Wanita Karir (Studi Kasus Di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang). Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(1), 351–358.

Syaefullah. (2017). Tidak Ada Keharmonisan sebagai Penyebab Perkara Cerai Gugat Wanita Karir di Kota Kediri. Mahakim, 1(1), 39–50. https://jurnal.iainkediri.ac.id/index.php/mahakim/article/viewFile/1011/602

Tampubolon, T. N. Z., Eno Amanda Maulani, & Halsa Tirani. (2024). Studi Kasus Wanita Karir Setelah Menikah: Peran Wanita Karier dalam Menjalankan Fungsi Keluarga. Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 5(3), 290–296. https://doi.org/10.58401/salimiya.v5i3.1489

Wahyudi. (2020). Tinjauan Hukum Islam terhadap Faktor Penyebab Tingginya Angka Cerai Gugat (Studi Kasus di Pengadilan Agama Ponorogo Tahun 2017-2019). IJoIS: Indonesian Journal of Islamic Studies, 1(2), 167–178. https://doi.org/10.59525/ijois.v1i2.33

Published
2026-12-30