Analisis Hukum Islam Terhadap Identitas Non-Binary: A Study On The Relevance Of The Khunthā Concept As A Basis For Modern Fiqh
Abstract
Perkembangan pemahaman identitas gender dalam masyarakat modern, khususnya munculnya identitas non-binary, menghadirkan tantangan konseptual bagi hukum Islam yang secara historis bertumpu pada pembagian gender biner. Dalam tradisi fiqh klasik, realitas gender di luar kategori laki-laki dan perempuan telah dibahas melalui konsep khunthā, yaitu individu yang jenis kelaminnya tidak dapat ditentukan secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konseptual antara khunthā dalam fiqh klasik dan identitas non-binary dalam konteks hukum Islam kontemporer, serta mengkaji potensi pengembangan fiqh yang lebih kontekstual dan inklusif. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah literatur fiqh klasik, kajian hukum Islam modern, serta penelitian interdisipliner terkait isu gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun fiqh klasik menekankan indikator biologis dalam penetapan status khunthā, prinsip-prinsip maqāṣid al-sharī‘ah seperti keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan martabat manusia memberikan dasar normatif bagi reinterpretasi fiqh dalam merespons fenomena identitas non-binary. Dengan demikian, konsep khunthā memiliki relevansi epistemologis sebagai titik tolak pengembangan fiqh kontemporer yang adaptif terhadap dinamika sosial tanpa kehilangan legitimasi normatifnya
References
“Perfection of Sex for the Intersex (Khunṣa) to Get Married: Maqasid Syarīah Perspective.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam. (2023).
Adellia L. P. (2025). Pendekatan Gender dalam Kajian Hukum Islam. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History.
Ahmad Z. Zaman & M. Bachrul Mutawassith (2023). Analisis Hak Waris bagi Transgender Menurut Hukum Islam dan Hukum Kewarisan di Indonesia. Mabahits: Jurnal Hukum Keluarga Islam.
Ahsan, K., Rivai, M. A., & Jauhar, G. (2024). Urgensi Pendidikan Gender pada Keluarga Muslim Ditinjau dari Maqasid Syariah. Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam.
Akhmad Wafi, A. F., & Wijaya, A. A. (2025). Postgenderisme dalam Tinjauan Hukum Islam. Journal of Islamic and Law Studies.
Anggito, A., & Setiawan, J. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 6(2), 45–56.
Arake, L., Rahman, A., & Hidayat, S. (2024). Non-Binary Gender in Siyasah Syar’iyah Perspective: Study at Religious Universities in South Sulawesi. Jurnal Siyasah Syar’iyah, 9(1), 55–70.
Bilal, Muhammad (2025). A Compilation of Rulings on Worship Related to Khunthā (doctrinal integration khuntha). ResearchGate (2025).
Fairuzillah, M. N., Mumtazi, F., & Sutoyo, Y. (2023). Non-Binary Gender dan Pendidikan Fitrah Seksualitas Anak. Jurnal Pendidikan Islam dan Gender, 6(1), 60–75.
Fatimah, S. (2023). Fiqih dan Gender: Kajian Hukum Islam terhadap Isu Transgender dan Identitas Gender Non-Biner. Jurnal Fiqh dan Gender, 5(2), 101–115.
Fitri, A. A., & Haq, S. Z. (2022). Transgender dan Redefinisi Khuntsa dalam Kajian Medis dan Fiqih Kontemporer: Studi Kasus Aprilio Manganang–Amar Alfikar. Jurnal Kajian Fiqih Kontemporer, 7(1), 45–62.
Harahap, K. A., Parluhutan, N., & Umar, M. T. (2025). The Dilemma of Gender and Marital Validity in Khuntha Cases: A Comparative Legal Study of the Four Sunni Schools. El-Aqwal: Journal of Sharia and Comparative Law.
Hasan, M. & Mutaqin, Z. (2025). Islamic Legal Discourse and Gender Inclusivity: The Dynamics of Khunthā/Hijra and Transgender Identity in Bangladesh. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 24(1).
Intersex Bodies in Premodern Islamic Discourse (analisis sejarah khuntha). JSTOR (2019).
Irmayunita & Askana Fikriana (2025). Hukum Merubah Jenis Kelamin Atau Transgender dari Perspektif Al-Quran, Hadis, dan Hukum Positif di Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum.
Islamic Jurisprudence on Gender Reassignment: A Critical Review. Islamic Insight Journal (2024).
Kurniawan, I. D., & Muhammad, S. N. (2024). Implikasi Hukum Penetapan Kasus Ganti Kelamin dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Hukum Islam Nusantara, 10(2), 132–147.
Nagita H. Aisyah, A. Nurfida, E. Z. Nafisa, et al. (2025). Transgender dan Hak Asasi Manusia dalam Tinjauan Maqashid Syariah: Hifdzul ‘Aql. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman.
Resti Hedi Juwanti (2025). Kepemimpinan Transgender dalam Perspektif Fiqih Siyasah dan Hukum Positif. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suhartati, J. (2022). Pandangan Hukum Islam terhadap Kewarisan Seorang Khuntsa dan Pembagian Harta Warisnya menurut Majelis Ulama Indonesia di Kota Pontianak. Jurnal Al-Ahkam Pontianak, 8(2), 84–97.
Zuhairuz Zaman, A., & Mutawassith, M. B. (2023). Analisis Hak Waris Bagi Transgender Menurut Hukum Islam dan Hukum Kewarisan di Indonesia. Jurnal Hukum dan Syariah, 12(3), 215–228.
Copyright (c) 2026 Septiana Putri Ambar Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

