Penetapan Nafkah Iddah dan Mut’ah dalam Putusan Pengadilan Agama: Analisis Kesetaraan Gender dan Kepastian Hukum
Abstract
Nafkah iddah dan mut’ah merupakan hak normatif istri pasca perceraian yang diakui dalam sistem hukum keluarga Islam dan hukum positif Indonesia. Namun demikian, dalam praktik peradilan agama, penetapan nominal nafkah iddah dan mut’ah menunjukkan adanya disparitas putusan yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum serta pertanyaan mengenai pemenuhan prinsip kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi normatif pengaturan nafkah iddah dan mut’ah dalam hukum positif Indonesia serta mengkaji pertimbangan hakim dalam putusan Pengadilan Agama dari perspektif kesetaraan gender dan kepastian hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan nafkah iddah dan mut’ah dalam peraturan perundang-undangan masih bersifat umum dan memberikan ruang diskresi yang luas kepada hakim, sehingga berpotensi menimbulkan disparitas putusan. Dari perspektif kesetaraan gender, pertimbangan hakim belum sepenuhnya memperhitungkan kontribusi domestik dan kerentanan ekonomi perempuan pasca perceraian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan konstruksi normatif melalui pedoman penetapan nafkah yang lebih operasional guna menjamin kepastian hukum dan keadilan substantif berbasis gender.
References
Abuthalib, C. N. S., Ismail, D. E., & Ahmad. (2026). Plea Bargaining Dalam Bayang-Bayang Keadilan: Antara Efisiensi Penegakan Hukum Dan Degradasi Nilai Kepastian Hukum. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 1130–1146. Https://Doi.Org/10.61104/Alz.V4i1.3201
Alfarisi, A. H. (2025). Masa Iddah Dalam Pernikahan: Perspektif Hukum Fikih Dan Khi. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(02), 1028–1042.
Ali, M. (2106). Hukum Nikah Mut’ah Dan Hubungannya Dengan Pembentukan Keluarga Sakinah (Studi Keluarga Sakinah Model Kementerian Agama). Risâlah Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 3(1), 30–41. Https://Doi.Org/10.31943/Jurnal_Risalah.V3i1.23
Ariska, A. T., & Latif, U. (2022). Analisis Yuridis Penerapan Hak Ex Officio Hakim Dalam Melindungi Hak-Hak Perempuan Yang Berhadapan Dengan Hukum Pada Perkara Cerai Talak Di Pengadilan Agama Sorong. Muadalah : Jurnal Hukum, 2(1), 55–69. Https://Doi.Org/10.47945/Muadalah.V2i1.654
Awaludin, A., Randiana, P., Lambouw, G. A. P., Suhendi, A., Durahman, D., & Ras, H. (2025). Sistem Peradilan Mahkamah Agung Di Indonesia: Struktur, Kewenangan, Dan Efektivitas Penegakan Hukum. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 4221–4231. Https://Doi.Org/10.61104/Alz.V3i4.1921
Azizah, L., & Hafidzi, A. (2025). Hak Dan Kewajiban Suami-Istri, Harta Bersama, Serta Akibat Hukum Perceraian. Indonesian Journal Of Islamic Jurisprudence, Economic And Legal Theory, 3(2), 1735–1741. Https://Doi.Org/10.62976/Ijijel.V3i2.1164
Baharudin, B., Satria, I., & As, M. A. G. (2023). Pertimbangan Hakim Terhadap Putusan Verstek Pada Perkara Perceraian Nomor 1916/Pdt.G/2022/Pa.Tnk. Amsir Law Journal, 4(2), 246–253. Https://Doi.Org/10.36746/Alj.V4i2.190
Dewi, F., Mustaming, M., Rahmawati, R., & S, Y. S. (2024). Pertimbangan Hukum Islam Dalam Penetapan Nafkah Iddah Dan Mut’ah Oleh Hakim Pengadilan Agama. Al-’`Adalah : Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 9(1), 149–166. Https://Doi.Org/10.31538/Adlh.V9i1.5373
Dimas, A. M., Wibowo, M. K. B., & Pradana, A. F. K. (2025). Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Menentukan Nominal Nafkah Istri Dan Anak Akibat Cerai Talak (Studi Putusan Perkara No. 305/Pdt.G/2024/Pa.Ska Di Pengadilan Agama Surakarta). Jurnal Tana Mana, 6(1), 282–291. Https://Doi.Org/10.33648/Jtm.V6i1.990
Gultom, K. H., Setiady, T., Triyunarti, W., & Maman, A. (2025). Analisis Kesenjangan Teori Kepastian Hukum Dalam Disparitas Putusan Sengketa Merek Ms Glow Dan Ps Glow Di Indonesia. Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(12), 4776–4786. Https://Doi.Org/10.31604/Jips.V12i12.2025.4776-4786
Halilah, S., & Arif, M. F. (2021). Asas Kepastian Hukum Menurut Para Ahli. Siyasah : Jurnal Hukum Tata Negara, 4(Ii). Https://Ejournal.An-Nadwah.Ac.Id/Index.Php/Siyasah/Article/View/334
Harahap, A. C., Prayasti, A., Hermanto, B. B. P., S, N. S. R., Simatupang, L. F., Avrillia, R. D., Wiyadi, S. A., & Andriani, W. (2025). Paradoks Cerai Gugat: Menelaah Alasan Dan Penderitaan Perempuan Indonesia Pasca Menggugat Suami. Jimu:Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 4(01). Https://Ojs.Smkmerahputih.Com/Index.Php/Jimu/Article/View/2045
Heniyatun, H., Sulistyaningsih, P., & Anisah, S. (2020). Pemberian Mut’ah Dan Nafkah Iddah Dalam Perkara Cerai Gugat. Profetika: Jurnal Studi Islam, 39–59. Https://Doi.Org/10.23917/Profetika.V21i1.11647
Hermansyah, H. (2024). Interpretasi Asas Mempersulit Perceraian Dalam Perspektif Hukum Islam. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(1), 1110–1121. Https://Doi.Org/10.47467/As.V6i1.6307
Iswahyuni, D. (2025). Pentingnya Peran Pendidikan Tinggi Terhadap Perekonomian Dan Karir Perempuan Dimasa Depan. Jurnal Manajemen Ekonomi Dan Bisnis, 1(2). Https://Journal.Cenderawasih.Id/Index.Php/Jmebi/Article/View/9
Jannah, N., & Adab, J. (2025). Juridical Analysis Of Supreme Court Decisions On Gender Bias In Domestic Violence Case Rulings. Hakim: Jurnal Ilmu Hukum Dan Sosial, 3(3), 1359–1371. Https://Doi.Org/10.51903/1ve7ch74
Khairuddin, K. (2025). Nafkah Pasca Talak: Analisis Normatif Dan Sosiologis Atas Ketimpangan Ekonomi Perempuan. Journal Of Dual Legal Systems, 2(2), 121–136. Https://Doi.Org/10.58824/Jdls.V2i2.331
Matahati, S., & Markoni, M. (2022). Akibat Hukum Dari Perceraian Terhadap Anak Menurut Hukum Yang Berlaku. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 1(4), 1308–1327. Https://Doi.Org/10.58344/Jmi.V1i4.134
Miasiratni, M. (2025). Peran Putusan Pengadilan Agama Dalam Penyelesaian Sengketa Harta Bersama Setelah Perceraian. Journal Of Global Legal Review, 3(1), 1–10. Https://Doi.Org/10.59963/Jglegar.V3i1.428
Mulyati, S. (2025). Rekonstruksi Nafkah Idah Dan Mut’ah: Studi Ekonomi Syariah Atas Putusan Pengadilan Agama Terhadap Kesejahteraan Janda. Jifala: Journal Of Islamic Family Law, 1(1), 54–68. Https://Doi.Org/10.61817/Jifala.V1i1.310
Nur, Z. (2023). Keadilan Dan Kepastian Hukum (Refleksi Kajian Filsafat Hukum Dalam Pemikiran Hukum Imam Syâtibî). Misykat Al-Anwar Jurnal Kajian Islam Dan Masyarakat, 6(2), 247–272. Https://Doi.Org/10.24853/Ma.6.2.247-272
Nurudin, A. (2016). Diskresi Yudisial: Antara Keadilan Dan Pencitraan. Masalah-Masalah Hukum, 45(1), 18–24. Https://Doi.Org/10.14710/Mmh.45.1.2016.18-24
Nusantara, R. H. G., Harahap, N. T. H., & Nusantara, R. H. G. (2025). Filsafat Hukum Dan Keadilan Sosial: Analisis Teoritis Tentang Peran Hukum Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyaraka. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora, 3(01). Https://Journal.Forikami.Com/Index.Php/Nusantara/Article/View/929
Raden, A. N. F. A., & Syafruddin, A. U. F. (2025). Relasi Kuasa Dan Ketimpangan Gender Dalam Pembagian Harta Gono-Gini: Kajian Sosio-Legal Atas Putusan Perceraian Di Indonesia. Risalah Hukum, 21(1), 51–61. Https://Doi.Org/10.30872/Risalah.V21.I1.1817
Rahmadi, I., Roza, D., & Mulyawan, F. (2025). Disparitas Penggunaan Kewenangan Ex Officio Hakim Terhadap Pemberian Nafkah Anak Dalam Putusan Hakim Pada Pengadilan Agama Solok. Ekasakti Legal Science Journal, 2(4), 363–378. Https://Doi.Org/10.60034/Cxm31b16
Ridwan, M. (2018). Eksekusi Putusan Pengadilan Agama Terkait Nafkah Iddah, Mut Ah. Jurnal Usm Law Review, 1(2), 224–247. Https://Doi.Org/10.26623/Julr.V1i2.2255
Rivai, M. A., Amien, M. Y., & Zain, B. R. F. (2025). Penyelesaian Sengketa Hak Asuh Anak Pasca Perceraian Menurut Perspektif Gender, Hukum Islam, Dan Hukum Positif Di Pengadilan Agama Jember Tahun 2023-2024. Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(2), 193–218. Https://Doi.Org/10.37397/Al-Usariyah.V3i2.833
Susiana, P. (2025). Penyalahgunaan Diskresi Pejabat Pemerintahan Sebagai Objek Sengketa Di Pengadilan Tata Usaha Negara. Magistra Vitae : Journal Magister Hukum, 1(2), 56–69.
Tarnama, E. M., & Prasetyo, B. (2026). Implications Of Disparities In District Court And Supreme Court Decisions In Realizing Justice: Implikasi Disparitas Putusan Pengadilan Negeri Dan Mahkamah Agung Dalam Mewujudkan Keadilan. Indonesian Journal Of Law And Economics Review, 21(1), 10.21070/Ijler.V21i1.1406-10.21070/Ijler.V21i1.1406. Https://Doi.Org/10.21070/Ijler.V21i1.1406
Taufiqurrahman, F., Ibnususilo, E., & Melina, M. (2023). Pergesaran Penegakan Hukum Yang Positivistik Menuju Ke Penegakan Hukum Yang Progresif. Journal Equitable, 8(1), 159–183. Https://Doi.Org/10.37859/Jeq.V8i1.4450
Wagianto, R., Hikmiyyah, H. H., Syafi’i, I., & Nugroho, Y. (2025). Dispensasi Kawin, Keadilan Gender, Dan The Best Interest Of Child: Analisis Relasi Kuasa Dalam Pertimbangan Hakim. Al-Qadlaya : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(01), 11–23.
Widyasari, A., & Suyanto, S. (2023). Pembagian Kerja Dalam Rumah Tangga Antara Suami Dan Istri Yang Bekerja. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 6(2), 209–226. Https://Doi.Org/10.14710/Endogami.6.2.209-226
Wirayudha, M. D. (2025). Diskresi Penegak Hukum Dalam Sistem Peradilan Pidana: Harmonisasi Keadilan Prosedural Dan Substantif. Harisa: Jurnal Hukum, Syariah, Dan Sosial, 2((1)), 170–185.
Zakyyah, Z., & Ridwansyah, M. (2024). Disparitas Norma Nafkah Iddah Dalam Kompilasi Hukum Islam: Perspektif Mashlahah Mursalah Untuk Kepastian Hukum Pascaperceraian. Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari’ah Dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 7(2), 718–737. Https://Doi.Org/10.58824/Mediasas.V7i2.231
Zatadini, N., Iqbal, M. G., & Viqria, A. A. (2023). Perempuan Dan Kesetaraan Gender: Analisis Teoritis Dalam Perspektif Filsafat Hukum. Jurnal Hukum Legalita, 5(2), 232–239. Https://Doi.Org/10.47637/Legalita.V5i2.1048
Copyright (c) 2026 Mahli Ahyat, Lilik Andaryuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

