Analisis Hukum Pidana Islam terhadap Putusan Nomor 129/Pid.B/2024/Pn.Srg Tentang Tindak Pidana Perzinaan dalam Keluarga

  • Alika Chairana Achtia Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Syahrul Anwar Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Enceng Arif Faizal Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
Keywords: adultery in the family, judicial reasoning, Islamic criminal law, zina muhsan, zina bi al mahram, maqasid al shariah

Abstract

Adultery within affinal family relations between a mother‑in‑law and her son‑in‑law constitutes a serious offence against decency that multilaterally damages marital integrity, family honour, and social trust. This study examines the judicial reasoning, criminal sanction, and the relevance of the sanction in Judgment No. 129/Pid.B/2024/PN Srg on intra‑family adultery from the perspective of Islamic criminal law. Employing a normative juridical method with statutory, conceptual, and case approaches, the research analyses Article 284 of the Indonesian Criminal Code, Law No. 1 of 2023 on the new Criminal Code, as well as the concepts of jarimah of zina and maqasid al-shariah. The findings show that the panel of judges proved all elements of Article 284 paragraph (1)(a) jo. Article 64 paragraph (1) of the Criminal Code through a combination of witness testimony, confession, and circumstantial evidence, and imposed a nine‑month imprisonment as the maximum penalty allowed by positive law. From the standpoint of Islamic criminal law, however, the defendant’s conduct qualifies as zina muhsan and zina bi al‑mahram, classified as a severe jarimah hudud. Consequently, the nine‑month sentence does not substantively reflect justice and remains misaligned with the objectives of hifz al‑nasl and hifz al‑‘ird in safeguarding lineage and family honour in Muslim society

References

Abdurrahman, A., & Wahyudin, W. (2024). Aturan pemidanaan perzinaan dalam UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP ditinjau menurut maqashid al-syari'ah. Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam, 11(1), 103–118. https://doi.org/10.32832/yustisi.v11i1.16675

Abu Zahrah, M. (1998). Al-Jarimah wa al-'Uqubah fi al-Fiqh al-Islami. Dar al-Fikr al-'Arabi.

Al-Khin, M., Al-Bugha, M., & Al-Syarbaji, A. (1992). Al-Fiqh al-Manhaji 'ala Madzhab al-Imam al-Syafi'i (Jilid 4). Darul Qalam.

Amuna, Y. C. S. B. P. (2020). Hubungan semenda dalam hukum perkawinan Katolik dan Islam .Hanafiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 6(2), 1–15 https://doi.org/10.15575/hanifiya.v6i2.23961

Andi Hamzah. (2014). Delik-Delik Tertentu di dalam KUHP dan Peraturan Khusus di Luar KUHP. Jakarta: Sinar Grafika.

Audah, A. Q. (1960). At-Tasyri’al-Jina’i al-Islami. Kairo: Maktabah Darul ‘Urubah.

Azzahra, S., & Maisyaroh, Z. (2026). Fenomena childfree dalam masyarakat Muslim kontemporer: Tinjauan maqasid al-syariah pada hifz al-nasl. Global Research and Innovation Journal, 2(1), 823–828. https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1046

Departemen Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: LPMQ.

Hadi, S. (2022). Ketentuan Sanksi terhadap Pelaku Tindak Pidana Zina dalam RUU KUHP. Jurnal Hukum Pidana.

Hamzah, A. (2014). Delik-delik tertentu di dalam KUHP dan peraturan khusus di luar KUHP. Sinar Grafika.

Heryanti, R. (2021). Implementasi Perubahan Kebijakan Batas Usia Perkawinan. Jurnal Ius Constituendum, 6(1). https://doi.org/10.26623/jic.v6i1.3190

Hidayat, S. (2022). Analisis Sanksi Hukum terhadap Pelaku Tindak Pidana Zina dalam RUU KUHP. Jurnal Legislasi Indonesia.

Huda, S. (2015). Zina dalam Perspektif Hukum Islam dan Kitab Undang Undang Hukum Pidana

. Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 12(2), 195–214. https://doi.org/10.24239/jsi.v12i2.401.377-397

Kalimanto, M., Guntara, D., Arafat, Z., & Abas, M. (2025). Pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana perzinahan berdasarkan Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Studi Putusan Nomor 56/Pid.B/2022/Pn.Kwg). Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(2), 1386–1399. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i2

Kenedi, J. (2022). Analisis Pemidanaan terhadap Pelaku Zina dalam Perspektif Hukum Islam. Surya Keadilan, 5(1), 55–70.

Kurniawan, A., Daeli, S. I., Asbari, M., & Santoso, G. (2023). Krisis moral remaja di era digital. Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(2), 21–30. https://doi.org/10.70508/literaksi.v1i02.9

La Harisi, I., & Abdullah, M. W. (2024). Pembaharuan hukum keluarga Islam dalam menghadapi tantangan sosial kontemporer perspektif maqashid syariah. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(2), 226–240. https://doi.org/10.46773/usrah.v5i2.1358

Lamintang, P. A. F. (1997). Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Moeljatno. (2008). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Muslich, A. W. (2016). Hukum Pidana Islam (Fiqh Jinayah). Jakarta: Sinar Grafika.

Najmudin, D., Novianti, H., Umah, H. H., Herlambang, & Almumtazah, H. S. (2023). Studi komparatif hukum positif dan hukum pidana Islam tentang jarimah zina. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 1(11), 61–74. https://ejournal.warunayama.org/index.php/causa/article/view/1528

Quraysyi, M. N. I., Sukma, O., & Susilo, R. K. D. (2024). Dampak globalisasi: Menelusuri perubahan moral dan karakter dalam masyarakat Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 28493–28504.

Rahantan, A. (2022). Efektivitas hukum positif dalam mencegah perzinaan dan Peran Ormas Islam Dalam Mencegah Perzinaan. Al-Qawanin: Jurnal Hukum Islam dan Ketatanegaraan, 5(1), 47–62. https://doi.org/10.70193/alqawanin.v1i2.08

Rasjid, S. (2005). Fiqh Islam. Sinar Baru Algensindo.

Rozi, Z. B. P. (2016). Rekonstruksi Pasal 284 KUHP tentang perzinaan dalam perspektif hukum Islam. Brawijaya Law Student Journal, 3(1), 19–32.

Sidiq, I. M. (2022). Studi Perbandingan Hukum Pidana Islam dan Hukum Positif tentang Delik Perzinaan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(18). https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/10492

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Soesilo, R. (1996). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal demi Pasal. Bogor: Politeia.

Suhartini, & Sabekti, S. R. (2019). Penyelesaian tindak pidana zina melalui mediasi perspektif hukum positif dan hukum Islam. Jurnal Bina Mulia Hukum, 4(1), 72–87. https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/jbmh/article/view/66

Surya, H., Ali Muhammad, R., & Din, M. (2021). Analisis Hukum Islam tentang Perbuatan Zina dalam Pasal 284 KUHP. Jurnal Hukum Islam.

Wahbah, A. Z. (1985). Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu (Juz VII). Damaskus: Dar al-Fikr.

Wahyudin, M. Y., Dozan, M. R., & Uu Nurul Huda. (2026). Analisis Komparatif Desain Konstitusional Indonesia dan Amerika Serikat terhadap Optimalisasi Fungsi Wakil Presiden dalam Sistem Pemerintahan. Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(1). https://doi.org/10.56370/jhlg.v7i1.3014

Yudistira, R. P., & Suherman, A. (2023). Adopsi nilai dan prinsip hukum pidana Islam tentang delik kesusilaan zina dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Nasional. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 30(2), 401–424. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss2.art8

Zuhaili, W. (1985). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Juz VII). Dar al-Fikr.

Published
2026-08-05