Threshold Kedaruratan Dinamis: Model Integratif Maqāṣid dan Analisis Risiko dalam Dispensasi Kawin
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi penafsiran “alasan mendesak” dalam dispensasi kawin melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah yang terintegrasi dengan analisis risiko. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan filosofis, yang didukung oleh analisis kritis terhadap praktik peradilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran konvensional yang berbasis pada alasan (reason-based adjudication) tidak memadai dalam menjamin perlindungan anak secara optimal, karena cenderung bersifat reaktif dan jangka pendek. Penelitian ini menawarkan Dynamic Emergency Threshold Model, yaitu suatu kerangka penilaian multidimensional yang mengintegrasikan analisis risiko komparatif, proyeksi temporal, dan indeks kualifikasi kedaruratan. Model ini menggeser paradigma penafsiran dari pendekatan berbasis alasan menuju pendekatan berbasis risiko (risk-based adjudication), di mana “alasan mendesak” hanya dapat diakui apabila memenuhi ambang batas kedaruratan yang objektif, terukur, dan berorientasi pada konsekuensi jangka panjang. Dengan demikian, rekonstruksi ini tidak hanya memperkuat kepastian hukum dan mengurangi disparitas putusan, tetapi juga mendorong terwujudnya keadilan substantif yang selaras dengan prinsip perlindungan anak, kesetaraan gender, dan maqāṣid al-syarī‘ah secara holistik.
References
Ahmad, R., Suryani, D., & Rahmat, A. (2024). Mengurai Kendala Implementasi Kurikulum Merdeka Perspektif Guru Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 115–128
Abu¯ Ish.a¯ q al-Sha¯ t.ibī¯. (1997). al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Syarī‘ah, Juz II. Da¯ r al-Kutub al- ‘Ilmiyyah.
Alimuddin, H., Kurniati, Asni, A., & Musyahid. (2022). THE EXISTENCE OF THE MARRIAGE DISPENSATION IN MAJENE RELIGIOUS COURT (Study of Maqasid Shari’ah). Jurnal Diskursus Islam, 10(2), 187–205.
Amina Wadud. (1999). Qur’an and Woman. Oxford University Press,.
Andi Moh Rezki Darma, Misbahuddin Misbahuddin, K. K. (2023). Konsep Hukum Islam dalam Mewujudkan Stabilitas dan Perubahan dalam Masyarakat. Jurnal Pengabdian Mandiri, 2(1), 115–124.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought (IIIT).
Badilag Mahkamah Agung RI. (2025). Rekap Data Jenis Perkara Dispensasi Kawin Tahun 2025 Wilayah Hukum PTA BANDUNG.
Debora, S., & Habib, F. E. (2023). Pernikahan Wanita Hamil di Luar Nikah Ditinjau dari Perspektif Maqashid Syariah. Al Ushuliy: Jurnal Mahasiswa Syariah Dan Hukum, 2(2), 147–154.
Dwi Utami Hudaya Nur, Dahliah, Fatmawati, A. M. (2025). PEMIKIRAN FILSAFAT HUKUM ISLAM DALAM TEORI BAYANI. Syariah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(1), 58–76.
Fatima Mernissi. (1994). Wanita di Dalam Islam, terj. Yaziar Radianti. Pustaka
Fiantika Armanda, Salsa Luthfiah Rezki, K. (2025). Naskah Masuk: Agustus 30, 2025; Revisi: September 14, 2025; Diterima: September 28, 2025; Terbit: September 30, 2025 Pembagian Harta Gono-Gini yang Berkeadilan Gender di Indonesia. Jurnal Hukum, Politik Dan Ilmu Sosial,4(3),278–290.
Habib Luqman Hakim. (2025). PENERAPAN RATIO DECIDENDI MASLAHAT DAN KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK DALAM PUTUSAN PERKARA DISPENSASI NIKAH.
Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Jasser Auda. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. IIIT.
Judiasih, S. D., Dajaan, S. S., & Nugroho, B. D. (2020). Kontradiksi antara dispensasi kawin dengan upaya meminimalisir perkawinan bawah umur di Indonesia. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 3(2), 203–222.
Lauhul Mahfudz. (2022). TINJAUAN MAQA¯ S¸ ID AL-SHARI¯’AH TERHADAP DISPENSASI NIKAH. Al-Aqwal :Jurnal Kajian Hukum Islam,1(1),49–67.
M. Nurul Irfan. (2014). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. AMZAH.
Mahkamah Agung RI. (2019). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019.
Mia Hadiati, dkk. (2023). Analisis Alasan Mendesak dalam Penetapan Dispensasi Perkawinan Anak Pada Putusan Pengadilan Cilegon Nomor 32/Pdt.P/2019/Pa.Clg. UNES Law Review,6(1),2663–3671.
Nur, E. (2007). Modernization, Tradition and Identity: The Kompilasi Hukum Islam and legal practice in the Indonesian religious courts.
Nur Umniati Kalsum, Lomba Sultan, M. F. (2023). PERMOHONAN DISPENSASI NIKAH DI PENGADILAN AGAMA MAROS KELAS 1B PERSPEKTIF HUKUM ISLAM.
Nurbaeti, Kurniati, M. I. (2025). Analisis Empiris terhadap Putusan Pengadilan Agama tentang Dispensasi Perkawinan Anak dalam Perspektif Pluralisme Hukum dan Maqa¯ s.id al-Syarah. Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 6(3), 743–765. https://doi.org/https://doi.org/10.36701/bustanul.v6i3.2674
Nurhaidah Siregar, U. H. (2025). Peran Ganda Istri dalam Budaya Patriarki: Analasis Kesetaraan Gender dan Perspektif Maqasid Syariah. Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum,2(4),333
Pratiwi, R. A.,Damayanti, G. A. R., & Isnaeni, T. (2023). Dispensasi Kawin Anak Di Bawah Umur Pasca Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 (Analisis Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Giri Menang Nomor 1871/PDT. P/2022/PA. GM). Unizar Recht Journal (URJ), 2(2), 95–101.
Retno Wulandari, L. A. (2025). Maqa¯ s.id Syariah sebagai Kerangka Kritik atas Bias Gender dalam Hukum Keluarga Islam Indonesia. Jurnal Tana Mana, 6(3), 420–429. https://doi.org/https://doi.org/10.33648/jtm.v7i1.1434
Rino Cahya Pratama. (2024). FENOMENA DISPENSASI NIKAH DAN PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN PONOROGO PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH DAN HAK ASASI MANUSIA. FAMILIA: JURNAL HUKUM KELUARGA, 5(1), 54–75. https://doi.org/https://doi.org/10.24239/e8a9pc76
Roiha mahmudah. (2025). Kajian Filosofis tentang Alasan Mendesak pada Dispensasi Nikah. ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab,6(2),199–208 https://doi.org/https://doi.org/10.20885/abhats.vol6.iss2.art8
Safrida Ramadhania. (2025). MAQASID SYARIAH DAN KESETARAAN HAK PEREMPUAN. Malang Law Journal (MLIJo), 5(1), 15–23. https://urj.uin- malang.ac.id/index.php/MLIJo/article/download/18035/5822/
Sholehah, W., & Ubaidillah, L. (2024). Analisis Yuridis Terkait Alasan Mendesak Dalam Pengajuan Dispensasi Kawin Dalam Pasal 7 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Indonesian Journal of Law and Justice, 2(1),6–8. https://doi.org/https://doi.org/10.47134/ijlj.v2i1.2949
Sodiqin, A. (2012). Fiqh, Dan Ushul Fiqh Sejarah, Metodologi dan Implementasinya di Indonesia. Beranda Publishing.
Sri Karmila Dol, Kurniati, Misbahuddin, Abdul Rahman, A. S. (2025). Hukum Islam Dan Modernitas: Relevansi Konseptual Dan Aplikatif Terhadap Pembaruan Hukum Keluarga Islam Di Indonesia. Jurnal de Jure, 17(2), 82–96. https://jurnal.law.uniba- bpn.ac.id/index.php/jurnaldejure/article/view/1146/pdf
Sulhah Darwis, Lomba Sultan, K. (2023). PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENETAPKAN DISPENSASI NIKAH DI PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA. Inspiratif Pendidikan, 12(1), 45–58. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Inspiratif- Pendidikan/article/view/40992/18068.
Tabi, S., Moonti, R. M., & Ahmad, I. (2025). Perkawinan Anak Antara Legalitas Formal dan Realitas Sosial di Masyarakat. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik Dan Hukum Indonesia, 2(3), 283–298
UNICEF. (2020). Child Marriage in Indonesia: Progress on Pause.
Wadud, A. (1995). Towards a Qur’anic Hermeneutics of Social Justice: Race, Class and Gender. Journal of Law and Religion, 12(1), 37–50. https://doi.org/10.2307/1051608
Wael B. Hallaq. (2001). Sejarah Teori Hukum Islam: Pengantar untuk Uṣūl Fiqh Mazhab Sunni, terj. E. Kusnadiningrat & Abdul Haris bin Wahid. Raja Grafindo Persada.
Yulmitra Handayani. (2021). HUKUM PERKAWINAN ISLAM DI RUANG DIGITAL Bias Gender dalam Wacana Hukum Perkawinan di Instagram. Al-Aḥwāl: Jurnal Hukum Keluarga Islam,14(2),112–132.
Copyright (c) 2026 Suriah Pebriyani Jasmin, Kurniati Kurniati, Misbahuddin Misbahuddin, Yusuf Djabbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

