Implementasi Green Constitution dalam Program Strategis Nasional

  • Achmad Fahrurrozi Universitas Jenderal Soedirman Indonesia
  • Sri Wahyu Handayani Universitas Jenderal Soedirman Indonesia
Keywords: Green Constitutions, Program Strategis Nasional, Food Estate

Abstract

Green constitution merupakan konsep yang menempatkan perlindungan lingkungan hidup sebagai bagian dari norma konstitusional negara. Di Indonesia, konsep ini telah diakomodasi dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya melalui Pasal 28H ayat (1) dan Pasal 33 ayat (4), yang menegaskan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta prinsip pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi green constitution dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya pada program food estate dan pembangunan bendungan, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi green constitution dalam PSN belum berjalan optimal. Terdapat ketegangan antara percepatan pembangunan ekonomi dan kewajiban konstitusional dalam menjaga lingkungan. Program food estate dan pembangunan bendungan menimbulkan berbagai dampak ekologis seperti deforestasi, degradasi lahan, serta gangguan terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat lokal. Selain itu, ditemukan tumpang tindih regulasi, lemahnya penerapan prinsip kehati-hatian, belum optimalnya partisipasi publik, serta tidak terpenuhinya prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC). Instrumen lingkungan seperti AMDAL juga sering hanya menjadi formalitas administratif. Dengan demikian, green constitution masih lebih dominan sebagai norma daripada praktik. Diperlukan penguatan implementasi melalui harmonisasi regulasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta penegakan hukum yang konsisten agar pembangunan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

References

Anshari, M., & Permata, C. (2024). Deforestasi hutan lindung dalam proyek strategis nasional food estate: Perspektif maqashid syariah. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(3), 2031. https://doi.org/10.35931/aq.v18i3.3499

Arrsa, R. C., Setiawan, E. B., Habib, A. T., Rahman, A., Pradana, I. S., Foseptin, R., & Rizaldi, M. N. (2024). Jaminan hak konstitusional berdasarkan konsep green constitution. Jurnal Kajian Konstitusi, 4(1), 25–48. https://doi.org/10.19184/j.kk.v4i1.39842

Asmaaysi, A. (2025, October 15). Lengkap! Ini daftar terbaru 48 PSN bendungan di era Prabowo. Ekonomi.Bisnis.com. https://ekonomi.bisnis.com/read/20251015/45/1920491/lengkap-ini-daftar-terbaru-48-psn-bendungan-di-era-prabowo

Asshiddiqie, J. (2009). Green constitution: Nuansa hijau Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Rajawali Pers.

Blagojević, A., & Majnarić, M. (2023). The green constitution of the Republic of Croatia and the Constitutional Court as a protector of the right to a healthy environment. EU and Comparative Law Issues and Challenges Series, 7, 33–55. https://doi.org/10.25234/eclic/27442

Butar-Butar, F., & Robbanya, S. I. (2025). Konflik tata ruang dalam proyek strategis nasional: Studi kasus proyek Surabaya Waterfront Land di Kota Surabaya. LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan Tata Ruang dan Agraria, 5(1), 70–86. https://doi.org/10.23920/litra.v5i1.2404

Febriansah, Y., Akbar, B., & Suwanda, D. (2024). Implementasi kebijakan program strategis nasional pada PT. Waskita Karya. Akademik: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis, 4(2), 544–557. https://doi.org/10.37481/jmeb.v4i2.750

Irianto, S., & Shidarta. (2009). Metode penelitian hukum: Konstelasi dan refleksi. Yayasan Obor Indonesia.

Jong, H. N. (2025a). Military-backed plantation project in Indonesian Papua triggers rights concerns. Mongabay. https://news.mongabay.com/2025/04/military-backed-plantation-project-in-indonesian-papua-triggers-rights-concerns/

Jong, H. N. (2025b). UN calls out Indonesia’s Merauke food estate for displacing Indigenous communities. Mongabay. https://news.mongabay.com/2025/06/un-calls-out-indonesias-merauke-food-estate-for-displacing-indigenous-communities/

Lahay, S. (2024, December 31). Menakar dampak proyek Bendungan Bulango Ulu (2). Mongabay. https://mongabay.co.id/2024/12/31/menakar-dampak-proyek-bendungan-bulango-ulu-2/

Lestari, B. P. H. (2021). Environment and law, what is the Indonesian context? A review book “Hukum Lingkungan: Sebuah Pengantar untuk Konteks Indonesia”, Prof. Dr. H. M. Muhjad, Genta Publishing, Yogyakarta, 2015, 232 pages, ISBN: 978-602-1500-25-5. Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services, 3(1), 129–136. https://doi.org/10.15294/ijals.v3i1.34799

Muhjad, H. M. (2015). Hukum lingkungan: Sebuah pengantar untuk konteks Indonesia. Genta Publishing.

Najib, F. W. A. A. (2025). National food security and local sovereignty: Legal-ecological critique of Indonesia’s food estate policy. Nutr Food Sci, 13(3), 1–10. https://bit.ly/3KuiA3p

Natsir, M. K. K., & Nur, N. C. (2024). Sinergi antara prinsip konstitusi hijau dan praktik demokrasi hijau: Implikasi hukum untuk keberlanjutan lingkungan. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, 1(4), 196–209. https://doi.org/10.62383/amandemen.v1i4.821

Nurdifa, A. R. (2025, October 4). Prabowo anggarkan Rp53,3 triliun untuk program food estate tahun depan. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/5040661/pemerintah-siapkan-rp533-triliun-untuk-lumbung-dan-cadangan-pangan

Pitaloka, P. S. (2024). Proyek food estate di Merauke, pertaruhan Jokowi dan Prabowo. Tempo. https://www.tempo.co/ekonomi/proyek-food-estate-di-merauke-pertaruhan-jokowi-dan-prabowo-6561

Prabowo, L. (2014). Green constitution Indonesia: Diskursus paradigmatik pembangunan berkelanjutan. Jurnal Hukum dan Peradilan, 3(2), 127–136. https://doi.org/10.25216/jhp.3.2.2014.127-136

Ranjani, G., & Setiawan, H. (2024). Green constitution: Tinjauan kemanfaatan dan pemulihan lingkungan hidup melalui reklamasi dan pascatambang. Lex Renaissance, 9(1), 108–133. https://doi.org/10.20885/JLR.vol9.iss1.art6

Rohmah, S., Kholish, M. A., & Mushoffa, I. (2024). Nature as a legal subject in the preparation of environmental impact assessments (AMDAL): A green constitution perspective for social-ecological justice. International Journal of Current Science Research and Review, 7(3), 1755–1765. https://doi.org/10.47191/ijcsrr/V7-i3-37

Salsabila, A. R., Nugroho, A. A., & Gusthomi, M. I. (2024). Analisis keputusan tata usaha negara: Perlindungan hak masyarakat Wadas terhadap perizinan proyek tambang Bendungan Bener berdasarkan prinsip Free and Prior Informed Consent (FPIC). Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(2), 1–10. https://doi.org/10.53697/iso.v4i2.1897

Sari, R. M., & Arman, M. (2025). Pembukaan kawasan hutan untuk proyek strategis nasional (PSN) di sektor pangan dan energi dan ancamannya terhadap hak masyarakat adat atas hutan adat. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara.

Wardana, A. (2022). Geografi hukum proyek strategis nasional: Studi kasus Bendungan Bener di Purworejo, Jawa Tengah. Undang: Jurnal Hukum, 5(1), 1–41. https://doi.org/10.22437/ujh.5.1.1-41

Yusa, I. G., & Hermanto, B. (2018). Implementasi green constitution di Indonesia: Jaminan hak konstitusional pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan. Jurnal Konstitusi, 15(2), 306–326. https://doi.org/10.31078/jk1524

Published
2026-05-15