Integrasi Litigasi dan Non-Litigasi dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia: Perspektif Maqāṣid al-syarī‘ah

  • Muhibbussabry Muhibbussabry Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Nawir Yuslem Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Akmaluddin Syahputra Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Iwan Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
Keywords: Sengketa Ekonomi Syariah; Litigasi; Non-Litigasi; Arbitrase Syariah; Mediasi; Maqāṣid al-Syarī‘ah.

Abstract

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menuntut mekanisme penyelesaian sengketa yang berkepastian hukum, efisien, berkeadilan, dan selaras dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif dan integratif mekanisme penyelesaian sengketa ekonomi syariah melalui jalur litigasi dan non-litigasi dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litigasi melalui Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah unggul dalam kepastian hukum dan kekuatan eksekutorial, tetapi lemah dari sisi efisiensi, biaya, dan orientasi relasional. Sebaliknya, non-litigasi melalui negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan arbitrase syariah lebih fleksibel, cepat, dan berorientasi damai, tetapi masih terbatas dalam daya paksa. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model Maqāṣid-Based Integrated Dispute Resolution atau MBIDR dengan alur negosiasi, mediasi/konsiliasi, arbitrase syariah, dan litigasi sebagai ultimum remedium. Model ini dinilai lebih mampu mewujudkan ḥifẓ al-māl, ‘adl, taysīr, dan maṣlaḥah dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah.

References

Abbas, S. (2011). Mediasi dalam Hukum Syariah. Kencana.

Al-Kasani. (1986). Badā’i al-Ṣanā’i fī Tartīb al-Sharā’i, vol. 7. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Nawawi. (1997). al-Majmū‘ Sharḥ al-Muhadhdhab, vol. 20. Dār al-Fikr.

Al-Qarafi. (1998). al-Furūq, vol. 2. ‘Ālam al-Kutub.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. International Institute of Islamic Thought.

Aziz, M. A., & Sasongkojati, F. B. A. (2022). THE EFFECTIVENESS OF SHARIA ECONOMIC DISPUTE RESOLUTION BETWEEN RELIGIOUS COURT AND NATIONAL SHARIA ARBITRATION BOARD. Journal of Islamic Economic Laws, 216–245. https://doi.org/10.23917/jisel.v5i2.19709

Basir, C. (2012). Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah. Kencana.

Fauzi, N. (2018). Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Berbasis Sulh (Damai) untuk Mencapai Keadilan. JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH, 1(2), 211. https://doi.org/10.30595/jhes.v1i2.3922

Fitriyah, N., & Soviana, R. (2021). Efektivitas Peran Arbitrase Syariah Dalam Menyelesaikan Sengketa Bisnis Syariah Di Indonesia. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(02), 180–189. https://doi.org/10.26618/j-hes.v5i02.5447

Harahap, M. Y. (2016). Hukum Acara Perdata. Sinar Grafika.

Ibrahim, J. (2013). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Bayumedia.

Ikhsan, M. M., Mukhlas, O. S., & Sururie, R. W. (2022). Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah : AICONOMIA, 1(2), 105–114. https://doi.org/10.32939/acm.v2i2.3124

Kamali, M. H. (2008). Shari‘ah Law: An Introduction. Oneworld.

Manan, A. (2017). Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama. Kencana.

Mardani. (2022). Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia. Kencana.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Kencana.

Mertokusumo, S. (2010). Hukum Acara Perdata Indonesia. Liberty.

Moore, C. W. (2014). The Mediation Process: Practical Strategies for Resolving Conflict, 4th ed. Jossey-Bass.

Muarif, S. (2025). Transformasi Penyelesaian Sengketa Perdata Melalui Online Dispute Resolution (Odr): Tinjauan Efektivitas Pengadilan Virtual Di Indonesia Tahun 2025. Law, Development and Justice Review, 8(1), 69–84. https://doi.org/10.14710/ldjr.8.2025.69-84

Najib, A. (2019). Kepastian Hukum Eksekusi Dan Pembatalan Putusan Arbitrase Syariah Dalam Perspektif Politik Hukum. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 26(3). https://doi.org/10.20885/iustum.vol26.iss3.art7

Qudamah, I. (1985). al-Mughnī, vol. 4. Dār al-Fikr.

Rushd, I. (1995). Bidāyat al-Mujtahid wa Nihāyat al-Muqtaṣid, vol. 2. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Raja Grafindo Persada.

Sunggono, B. (2016). Metodologi Penelitian Hukum. Rajagrafindo Persada.

SUTIYOSO, B. (2023). Implementation of Mediation As Online Dispute Resolution (ODR) in Civil Jurisdiction. International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science, 4(1), 297–308. https://doi.org/10.38142/ijesss.v4i1.487

Tarigan, A. A. (2018). Hukum Islam di Indonesia. IAIN Press.

Triana, N. (2018). URGENCY OF ARBITRATION CLAUSE IN DETERMINING THE RESOLUTION OF SHARIA ECONOMIC DISPUTES. AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah, 18(1). https://doi.org/10.15408/ajis.v18i1.8872

Usman, R. (2013). Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan. Sinar Grafika.

Widjaja, G. (2008). Arbitrase vs Litigasi. Rajagrafindo Persada.

Yunita, A. (2021). Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Melalui Mediasi Pada Masa Pandemi di Pengadilan Agama Wilayah Yogyakarta. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 28(2). https://doi.org/10.20885/iustum.vol28.iss2.art10

Published
2026-04-30