Disparitas Sanksi Tindak Pidana Korupsi dalam Prespektif Hukum Pidana Islam
Abstract
Disparitas sanksi dalam tindak pidana korupsi menjadi persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada kerugian keuangan negara, tetapi juga turut melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan, mengingat korupsi sendiri dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk disparitas sanksi tindak pidana korupsi dalam putusan-putusan pengadilan di Indonesia serta mengkajinya dari perspektif hukum pidana Islam sebagai upaya mewujudkan formulasi pemidanaan yang berkeadilan. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, dengan menganalisis lima putusan kasasi tindak pidana korupsi tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas pemidanaan tercermin dari tidak adanya keterkaitan yang jelas antara besarnya kerugian negara dengan berat-ringannya pidana yang dijatuhkan, serta dipengaruhi oleh kebebasan hakim yang tidak dibarengi pedoman pemidanaan yang baku. Dalam perspektif hukum pidana Islam, korupsi dikategorikan sebagai jarimah ta'zir yang memberi ruang diskresi kepada hakim, namun diskresi tersebut harus tunduk pada prinsip al-'adl, al-amanah, maslahah, dan dar'u al-mafasid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengatasi disparitas pemidanaan korupsi memerlukan adanya standar kriteria yang jelas dan terukur, yang perlu diimbangi pula dengan penguatan integritas moral para hakim
References
Abdulahanaa. “Penerapan Asas Pembuktian Terbalik Terhadap Kasus Pidana Korupsi Dalam Perspektif Hukum Islam.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 7, no. 2 (2013): 291–304.
Adi, Sulistiyo Rukmono. “Etika Profesi Hakim Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Analisis Terhadap Kode Etik Profesi Hakim).” Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2017.
Ahmad, Hambali Thalib, Baharuddin Badaru. “Sanksi Pidana Tambahan Pembayaran Uang Pengganti Kerugian Keuangan Negara Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi.” Journal of Lex Generalis (JLS) 2, no. 1 (2021): 1–15.
Albar, Ben, Johand Fadli, Suci Lestari, Azzahra Salsabilla, Mytha Bianka, and Susilawati. “Penerapan Prinsip Ta‘zir Terhadap Pelaku Tindak Pidana Ringan Dalam Putusan Nomor 156/Pid.B/2020/PN.Pre.” Journal of Sharia and Legal Science 3, no. 3 (2025): 285–91.
Amin, Mahir. “Konsep Keadilan Dalam Perspektif Filsafat Hukum Islam.” AL-DAULAH: Jurnal Hukum Dan Perundungan Islam 4, no. 2 (2014): 322–43.
Amrun. “Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Disparitas Pemidanaan.” Menara Ilmu XII, no. 79 (2018): 1–14.
Andika Rahmad Siregar, Noor Azizah. “Pertanggungjawaban Pidana Penyelenggara Negara Dalam Kasus Dugaan Pidana Korupsi Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Pidana Islam (Studi Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Tom Lembong).” MAQASID: Jurnal Studi Hukum Islam 15, no. 1 (2025): 129–44.
Aripkah, Nur, M. Ramzi Maulana, and I Kadek Sudiarsana. “Implikasi Yuridis Pedoman Pemidanaan KUHP Nasional Terhadap Eksistensi Ketentuan Pidana Minimal Khusus.” Jurnal Fundamental Justice 7, no. 1 (2026): 41–62.
Azalia, Ummu Habibah, Alan Bayu Aji, and Litya Surisdani Anggraeniko. “Disparitas Putusan Hakim Dalam Kasus Korupsi Oleh Pejabat Publik.” Jurnal Hukum In Concreto 2, no. 2 (2023): 141–51. https://doi.org/10.35960/inconcreto.v2i2.1173.
Bakhri, Syaiful. “Pengaruh Aliran-Aliran Falsafat Pemidanaan Dalam Pembentukan Hukum Pidana Nasional.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 18, no. 1 (2011): 136–57. https://doi.org/10.20885/iustum.vol18.iss1.art8.
Dedi. “Pendidikan Korupsi Perspektif Hukum Islam Dan Undang-Undang Di Indonesia (Sanksi Pidana Hukum Islam Dan UU No. 20 Tahun 2001)” 8, no. 1 (2026): 44–61.
Depri, Liber Sonata. “Metode Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris : Karakteristik Khas Dari Metode Meneliti Hukum.” Fiat Justicia Jurnal Ilmu Hukum 8, no. 1 (2014): 15–35.
Diana Safitri, Sunariyo, Ikhwanul Muslimin. “Disparitas Putusan Hakim Terhadap Tindak Pidana Illegal Mining (Studi Putusan No.649/Pid.B/LH/2023/PN.Smr Dan 122/Pid.Sus/20223/PN Tgr).” Jurnal Retentum 7, no. 1 (2025): 132–42.
Erdhy Widyatama Suparno, Alwan Hadiyanto, and Isfandir Hutasoit. “Disparitas Pemidanaan Korupsi Dalam Perspektif Kepastian Hukum Dan Keadilan Publik.” Jurnal Usm Law Review 9, no. 1 (2026): 341–60. https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.13356.
Fahmiron. “Indepedensi Dan Akuntabilitas Hakim Dalam Penegakan Hukum Sebagai Wujud Indepedensi Dan Akuntabilitas Kekuasaan Kehakiman.” Jurnal Litigasi 17, no. 2 (2016): 3467–3516.
Fatah, Abdul, Nyoman Serikat Putra Jaya, and Henny Juliani. “Juridical Study of the Application of Elements Detrimental to State Finance in Law Enforcement of Corruption Crimes.” Diponegoro Law Journal 6, no. 1 (2017): 1–15.
Fauzan Habibi Lubis, Noor Azizah, and Lukman Hakim Harahap. “Tinjauan Fiqh Jinayah Terhadap Sistem Pembuktian Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia Dan Malaysia.” Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara 4, no. 2 (2026): 396–413. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i2.2474.
Gulo, Nimerodi, Ade Kurniawan Muharram. “Disparitas Dalam Penjatuhan Pidana.” Masalah-Masalah Hukum 47, no. 3 (2018): 215–27. https://doi.org/10.14710/mmh.47.3.2018.215-227.
Khasan, Moh. “Prinsip-Prinsip Keadilan Hukum Dalam Asas Legalitas Hukum Pidana Islam.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 6, no. 1 (2017): 21–36. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v6i1.133.
Leonardo Pratama, Bernado Pratama, Askar Sodik, Rian Muhtar Setiawan, M. Zamroni. “Disparitas Putusan Hakim Dalam Perkara Korupsi: Analisis Terhadap Faktor-Faktor Non-Yuridis.” AT-Tanwir Law Review 6, no. 1 (2026): 110–16.
Lestari, Wilda. “Ta’zir Crimes in Islamic Criminal Law : Definition Legal Basis Types and Punishments.” Al-Qanun: Jurnal Kajian Sosial Dan Hukum Islam 05, no. 01 (2024): 22–32.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. “Direktori Putusan Kategori Korupsi.” Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia, 2026.
———. “Putusan Nomor 5287 K/Pid.Sus/2025.” Mahkamah Agung Republik Indonesia, 2025.
———. “Putusan Nomor 8297 K/Pid.Sus/2025.” Mahkamah Agung Republik Indonesia, 2025.
Mahmud, Ade. “Asset Recovery Problems in Recovering State Losses Due to Corruption Crimes.” Jurnal Yudisial 11, no. 3 (2018): 347–66.
Melani. “Disparitas Putusan Terkait Penafsiran Pasal 2 Dan 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana KORUPSI Kajian Terhadap 13 Putusan Pengadilan Tipikor Bandung Tahun 2011-2012.” Jurnal Yudisial 7, no. 2 (2014): 103–16.
Miru, Grazia Vione, Salmon Eliazer Marthen Nirahua, and Hadiba Zachra Wadjo. “Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Jabatan Dalam Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang Dan Jasa.” PATTIMURA Legal Journal 2, no. 2 (2023): 74–107. https://doi.org/10.47268/pela.v2i2.8602.
Muzhaffar, Khalaf, and Ronza Bangun, Anza. “Ketidaksetaraan Pidana Justice Collaborator Dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 2 (2026): 182–91.
Nazwa Dwi Ananda Harahap, Zata Yumni. “Korupsi Tak Pernah Hilang: Hanya Berubah Wajah (Analisis Evolusi Modus Korupsi Di Indonesia (2020-2025).” CAUSA: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan 16, no. 7 (2026): 931–40.
Noviacahyani, Wahyu, Elly Sudarti, and Yulia Monita. “Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Pidana Pelaku Tindak Pidana Korupsi.” PAMPAS: Journal of Criminal Law 3, no. 3 (2022): 264–82.
Nur Aina Abdulah, Ibnor Azli Ibrahim. “Konsep Kebebasan Kehakiman (Istiqlal Al-Qada’) Menurut Syariat Islam,” n.d., 1–19.
Rambe, Puja Aulia; Muhammad Fadil Alfarizi; Khairul Mufti. “Punishment for Perpetrators and Performers of Immoral Acts in the Perspective of Islamic Criminal Law (Fiqh Jinayah).” AL-QANUN: Jurnal Kajian Sosial Dan Hukum Islam 3, no. 1 (2022): 14–24.
Rizky P. P. Karo Karo. “Interpretasi Hakim Dan Rasa Keadilan Masyarakat (Kajian Putusan Nomor 812 K/Pid/2023).” Jurnal Yudisial 16, no. 3 (2023): 310–24. https://doi.org/10.29123/jy/v16i3.652.
Setiawan, Nanang. “Kajian Pencegahan Fraud Dalam Kaidah Fiqh Dar’ul Mafasid.” Islamic Micro Finance Journal 1, no. 2 (2024): 110–25.
Tarnama, Eins Mitchelle, and Boedi Prasetyo. “Implications of Disparities in District Court and Supreme Court Decisions in Realizing Justice.” Indonesian Journal of Law and Economics Review 21, no. 1 (2026): 1–14. https://doi.org/10.21070/ijler.v21i1.1406.
Try Sa’adurrahman HM Kafrawi, Muh Ilham Azis, Mursyid Fikri. “Korupsi Sebagai Extraordinary Crime: Telaah Maqāṣid Al-Syarī‘Ah Dan Implementasi Sanksi Ta‘Zīr Dalam Hukum Islam.” Jurnal Tana Mana 6, no. 3 (2025): 226–34.
Wibowo, Ari. “Penentuan Kriteria Unsur Penyalahgunaan Wewenang Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi ( Studi Putusan Pengadilan ).” Jurnal Yuridis 7, no. 1 (2020): 120–48.
Yohana Maria Theressia, Markoni, Nardiman. “Disparitas Hukuman Perkara Tindak Pidana Korupsi Dan Pedoman Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi Oleh Mahkamah Agung.” Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia 9, no. 2 (2024): 719–27. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v9i2.
Zikri, Ahmad. “FENOMENA KORUPSI DI INDONESIA; Perspektif Hukum Pidana Islam.” Nusantara; Journal for Southeast Asian Islamic Studies 15, no. 1 (2019): 40. https://doi.org/10.24014/nusantara.v15i1.10612.
Copyright (c) 2026 M. Rangga Syaputra Saragih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

