Perspektif Tafsir Gender Terhadap Mahar dan Uang Panaik dalam Fatwa MUI Sulawesi Selatan

  • Rosmini Rosmini Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • A Jufri IAIN Sultan Amai Gorontalo, Indonesia
  • Rosita Tandos UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
Keywords: Fatwa MUI Sulawesi Selatan, Mahar, Uang Panaik, Tafsir Gender, Mubadalah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan terkait kedudukan mahar dan uang panaik dalam pernikahan masyarakat Bugis Makassar melalui perspektif tafsir gender. Meskipun penelitian terdahulu telah banyak mengkaji uang panaik dari sudut pandang sosiologi antropologi maupun hukum Islam umum, masih minim kajian yang mendokumentasikan bagaimana otoritas fatwa lokal merespons beban finansial adat melalui pisau analisis dekonstruksi patriarki dan keadilan relasional. Penelitian kualitatif berbasis kepustakaan ini menggunakan pendekatan hermeneutika gender (qira'ah mubadalah dan teori kesetaraan substantif) untuk membedah teks Fatwa MUI Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatwa MUI Sulsel secara normatif berhasil memisahkan secara tegas antara mahar sebagai hak mutlak dan otonom perempuan (QS. An-Nisa: 4) serta uang panaik sebagai dana hibah/belanja perkawinan. Dalam perspektif tafsir gender, fatwa ini meruntuhkan stereotip komodifikasi tubuh perempuan dan mengurangi relasi kuasa patriarkal yang kerap menjadikan uang panaik sebagai simbol status sosial mempelai laki-laki. Kebaharuan penelitian ini terletak pada pemetaan pembaharuan hukum keluarga Islam lokal yang mentransformasikan fatwa keagamaan menjadi instrumen perlindungan hak finansial serta otonomi kedaulatan perempuan dalam ikatan perkawinan adat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi narasi fatwa berperspektif gender ini ke dalam modul bimbingan perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) serta pelibatan pemangku adat (pemangku adat/tomilaleng) untuk meredefinisi nilai uang panaik agar lebih humanis dan adil gender.

References

Abdullah, M., & Rahman, A. (2023). Islamic law, local customs, and female financial autonomy: Re-evaluating dowry mechanisms in Southeast Asia. Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 55(2), 145–168.

Abubakar, A. (2022). Tafsir berperspektif gender: Mengurai bias patriarki dalam penafsiran Al-Qur'an. Mizan.

Ahmed, L. (2021). Women and gender in Islam: Historical roots of a modern debate. Yale University Press.

Ali, N., & Syafiq, M. (2022). Negotiating marital payments in contemporary Indonesia: Customary expectations vs. Islamic principles. Asian Journal of Social Science, 50(3), 210–219.

Al-Qurṭubī, M. A. (2006). Al-Jāmi‘ li-aḥkām al-Qur’ān. Mu’assasat al-Risālah.

Al-Ṭabarī, M. J. (2001). Jāmi‘ al-bayān ‘an ta’wīl āy al-Qur’ān. Dār Hijr.

Amalia, R., & Farida, N. (2023). Komodifikasi adat dalam pernikahan Bugis: Analisis hukum keluarga Islam terhadap fenomena Uang Panaik. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 23(1), 112–134.

Amin, F., & Fitriani, N. (2022). Deconstruction of patriarchal culture in Bugis-Makassar marriage traditions: An Islamic gender justice perspective. Journal of Islamic Law and Culture, 24(2), 145–168.

Antona, L. J. (2021). Gender, custom, and the commodification of marriage transactions in Southeast Asia. Gender, Place & Culture, 28(8), 1120–1142.
Ash-Syarawi, M. M. (2021). Tafsir al-Sya’rawi: Al-Khawatīr. Dar al-Kutub al-Islamiyyah.

Barlas, A. (2019). Believing women in Islam: Unreading patriarchal interpretations of the Qur'an (Rev. ed.). University of Texas Press.

Basri, M., & Hasbullah, H. (2022). Dialektika fatwa MUI dan tradisi lokal: Studi atas Fatwa MUI Sulawesi Selatan tentang Uang Panaik. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 17(2), 320–345.

Black, A. (2022). Islamic law and customary practice in contemporary Indonesia: Reconciling fatwas with local traditions. Asian Studies Review, 46(3), 405–423.

Bowen, J. R. (2021). Fatwas, gender, and local traditions: The adaptability of Islamic jurisprudence in regional Indonesia. Journal of Law and Religion, 36(1), 89–107.

Dzuhayatin, S. R. (2020). Rekonstruksi metodologi hukum Islam berperspektif gender. Kalimedia.

Hadrawi, M. (2020). Lontara' Bugis: Mitologi, sejarah, dan kebudayaan. Ininnawa.

Hamzah, A., & Fatimah, S. (2024). Uang Panaik dalam perspektif keadilan gender: Reinterpretasi teks agama dan adat Bugis. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 23(1), 45–62.

Hassan, R. (2020). Equal before Allah? Woman-man equality in the Islamic tradition. Beacon Press.

Hidayah, N., & Smith, H. (2024). Patriarchal bargaining and bride wealth: A feminist reading of Bugis marriage economics. Intersections: Gender and Sexuality in Asia and the Pacific, 50, 12–30.

Ibn ‘Āshūr, M. al-Ṭāhir. (2021). Tafsīr al-taḥrīr wa al-tanwīr. Dar al-Tunisiyyah li al-Nashr.

Ibn Kathīr, I. U. (2000). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Dār Ṭaybah.

Ismail, S., & Kadir, A. (2022). Gender equality and Islamic family law reform in Indonesia: Challenges and prospects. Studia Islamika, 29(2), 245–276.

Kalsum, U., & Marzuki, M. (2021). Konstruksi gender dalam penetapan mahar dan uang belanja perkawinan masyarakat Muslim Makassar. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 5(2), 890–912.

Kodir, F. A. (2021). Qira'ah mubadalah: Tafsir progresif untuk keadilan relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam. IRCiSoD.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Lukito, R. (2023). Legal syncretism in Indonesian marriage practices: The interplay between sharia, adat, and state law. Journal of Islamic Law, 4(1), 45–69.

Mattulada. (2011). Kebudayaan, kemanusiaan, dan pembangunan. Hasanuddin University Press.

Mernissi, F. (2020). The veil and the male elite: A feminist interpretation of women's rights in Islam. Basic Books.

Merry, S. E. (2021). Gender violence, cultural tradition, and women's property rights in Southeast Asian marital transactions. Law & Social Inquiry, 46(2), 345–368.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mulia, S. M. (2022). Islam dan hak asasi perempuan: Konsep dan aplikasi dalam hukum keluarga. YOI.

Mulyadi, A., & Husain, H. (2025). Dekonstruksi norma adat perkawinan Bugis: Tinjauan hermeneutika mubadalah terhadap Uang Panaik. Jurnal Hukum Islam (JHI), 23(1), 77–98.

Munti, R. B., & Masruchah. (2022). Hak milik perempuan dan otonomi finansial dalam hukum keluarga Islam kontemporer di Indonesia. Jurnal Gender dan Agama, 21(1), 78–99.

Nur, M., & Syarif, A. (2023). Kedudukan Fatwa MUI dalam pembaharuan hukum keluarga Islam di Indonesia. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 22(1), 101–128.

Nurlaelawati, E., & van Huis, I. (2021). The fatwa authority and women's rights in Indonesia: Pragmatic legal reasoning in local Ulama councils. Bijdragen Tot De Taal-, Land- En Volkenkunde, 177(4), 488–516.

Pelras, C. (2006). The Bugis. Blackwell Publishing.

Rahmani, T., & Fitriani, A. (2022). Hak properti perempuan dalam pernikahan Islam: Studi komparatif antara Mahar dan Tradisi Lokal. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 16(2), 215–30.

Rahmat, M., & Syamsuddin, S. (2025). The economics of Panai’ in Bugis-Makassar society: An Islamic feminist critique. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 63(1), 88–115.

Rahmawati, & Asrip, M. (2023). Pembacaan gender terhadap Fatwa MUI Sulawesi Selatan tentang Uang Panaik dan Mahar. Al-Mawa'iz: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 14(2), 210–232.

Robinson, K. (2022). Custom, status, and gender relations in South Sulawesi: Continuity and transformation. Anthropological Forum, 32(3), 278–295.

Shihab, M. Q. (2022). Tafsir Al-Misbah: Kesan, pesan dan keserasian Al-Qur'an. Lentera Hati.

Soerjono, S., & Sri, M. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Subair, M., & Arifin, Z. (2021). Peran lembaga keagamaan lokal dalam merespons komersialisasi adat perkawinan di Sulawesi Selatan. Ulumuna: Journal of Islamic Studies, 25(1), 150–175.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Umar, N. (2021). Argumen kesetaraan gender: Perspektif Al-Qur'an. Paramadina.

van Doorn-Harder, N. (2020). Reconsidering women's authority and customary laws in Indonesian Islam. Studia Islamika, 27(3), 501–528.

Wadud, A. (2021). Qur'an and woman: Rereading the sacred text from a woman's perspective. Oxford University Press.

Wati, E. K., & Suhaemi, S. (2024). Analisis gender terhadap posisi tawar perempuan dalam penentuan kompensasi perkawinan adat. Yustisia Jurnal Hukum, 13(2), 189–205.

Yusuf, M., & Syahputra, E. (2022). Resepsi hukum Islam terhadap tradisi Uang Panaik: Antara maslahah dan beban sosial. Al-Adalah: Jurnal Hukum Islam, 19(1), 55–76.

Zakaria, F., & Salim, A. (2024). Reconstructing gender norms in regional fatwas: A comparative study of South Sulawesi and Aceh. Islamic Law and Society, 31(2), 180–208.
Published
2024-08-30