Perampasan Aset Terpidana Tindak Pidana Korupsi Berdasarkan Asas Pembuktian Terbalik
Abstract
The seizure of assets belonging to perpetrators of corruption is a critical mechanism for recovering state financial losses and deterring white-collar crime. However, traditional evidence mechanisms often face significant obstacles in tracing and confiscating assets hidden or laundered by corrupt actors. This research examines the implementation of asset seizure against convicted corruption offenders through the lens of the reverse onus principle (asas pembuktian terbalik). Utilizing a normative juridical approach with statutory and conceptual frameworks, this study analyzes how the reverse onus principle shifts the burden of proof from the prosecutor to the defendant to prove the legitimate origin of their assets. The findings indicate that while the reverse onus principle offers an effective legal instrument to optimize asset recovery and overcome evidentiary hurdles in corruption cases, its implementation must be carefully balanced with the protection of human rights and constitutional guarantees. Therefore, a harmonized regulatory framework is essential to ensure that asset confiscation remains legally accountable, transparent, and aligned with the principles of justice.
References
Barda Nawawi Arief. (2018). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Barda Nawawi Arief. (2021). Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Kejahatan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Chairul Huda. (2006). Dari "Tiada Pidana Tanpa Kesalahan" Menuju "Pertanggungjawaban Pidana Korporasi". Jakarta: Kencana.
Gilmore, William C. (2021). Dirty Money: The Evolution of International Measures to Counter Money Laundering and the Financing of Terrorism. Strasbourg: Council of Europe Publishing.
Harkristuti Harkrisnowo. (2020). Rekonstruksi Sistem Pemidanaan di Indonesia: Menuju Hukum Pidana yang Berkeadilan. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Vol. 27, No. 2, hlm. 185-202.
Indonesia Corruption Watch (ICW). (2024). Laporan Hasil Pemantauan Tren Korupsi: Menakar Potensi Kerugian Negara dan Urgensi Pengesahan RUU Perampasan Aset. Jakarta: ICW Press.
Indriyanto Seno Adji. (2018). Korupsi, Penegakan Hukum, dan Hak Asasi Manusia. Jakarta: Diadit Media.
Jafrizal. (2021). Metodologi Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris. Pekanbaru: Marpoyan Tujuh.
Jimly Asshiddiqie. (2021). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Konstitusi Press.
Johnny Ibrahim. (2019). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing.
Lexy J. Moleong. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Marsden, Sarah. (2019). Non-Conviction Based Asset Forfeiture: Comparative Perspectives and Practical Challenges. Oxford University Press, Oxford.
Mukti Fajar, & Yulianto Achmad. (2021). Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Muladi. (2002). Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Reformasi Hukum di Indonesia. Jakarta: The Habibie Center.
Peter Mahmud Marzuki. (2017). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Republik Indonesia. (1981). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874.
Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5164.
Romli Atmasasmita. (2017). Globalisasi dan Kejahatan Bisnis Internasional. Jakarta: Kencana.
Ronny Hanitijo Soemitro. (2020). Metodologi Penelitian Hukum dan Jurumetri. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Soerjono Soekanto, & Sri Mamudji. (2018). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sutan Remy Sjahdeini. (2016). Sejarah, Asas, dan Teori Hukum Pidana. Jakarta: Prenada Media Group.
United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). (2020). Effective Asset Recovery: Practitioners' Handbook. Vienna: United Nations.
Widiyono. (2022). Asset Recovery dalam Perspektif Hukum Internasional dan Nasional. Bandung: Alumni.
Yenti Garnasih. (2019). Kriminalisasi Pencucian Uang (Money Laundering). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Copyright (c) 2026 Jusuf Octafianus Sumampow, Cevonie Marietje Ngantung, Rudy M.K. Mamangkey

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

