Cerai Gugat Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Studi kasus di Pengadilan Agama Kota Makassar

  • Nahariah Nahariah Sekolah Tinggi Agama Islam Al Furqan Makassar
Keywords: Cerai Gugat, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Putusan

Abstract

Perkawinan untuk membentuk keluarga yang bahagia tak lepas dari kondisi lingkungan dan budaya dalam membina dan mempertahankan jalinan hubungan antar keluarga suami isteri. Tanpa adanya kesatuan tujuan tersebut berakibat terjadinya hambatan-hambatan pada kehidupan keluarga, yang akhirnya dapat menjadi perselisihan dan keretakan dalam tubuh keluarga. Perceraian pada hakekatnya adalah suatu proses dimana hubungan suami isteri tatkala tidak ditemui lagi keharmonisan dalam perkawinan. Mengenai definisi perceraian undang-undang perkawinan tidak mengatur secara tegas, melainkan hanya menetukan bahwa perceraian hanyalah satu sebab dari putusnya perkawinan. Salah satu penyebab dari perceraian adalah adanya kekerasan dalam rumah tangga Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Faktor-Faktor apa saja Yang Menyebabkan Salah Satu Pihak Melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Bagaimanakah Pertimbangan Hakim Dalam Menyelesaikan Perkara Cerai Gugat Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Pengadilan Agama kota Makassar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kekerasan dalam rumah tanggga adalah Kurangnya keimanan dan ketaqwan dalam kehidupan berumah tangga dan juga masalah ekonomi. Pada prinsipnya setiap putusan yang dibuat dan diucapkan di depan sidang pengadilan harus memuat alasan-alasan atau pertimbangan hukum yang menggambarkan pokok pikiran Hakim serta memuat dasar-dasar hukum baik dari sumber hukum tertulis (undang-undang) maupun dari sumber hukum tak tertulis yang mempengaruhi Hakim dalam menjatuhkan putusannya

 

References

Atmasasmitha, Romli. 1992. Teori & Kapita Selekta Kriminologi. Bandung: PT. Eresco

Aziz, Aina Runiati. 2011. Perempuan Korban Di Ranah Domestik. Jakarta: Prima Pusaka.

Djannah, Fathul. Dkk. 2003. Kekerasan Terhadap Isteri. Yogyakarta: Lkis.

Dudung, Abdurrahman. 2012. Pengantar Metode Penelitian. Yogyakarta: urnia Salam Semesta.

Fardiansyah, Dani. 2005. Filsafat Ilmu Komunikasi. Jakarta: Indeks. Hasbi, Ash Shiddieqy

Koesnoe, M. Kedudukan dan Tugas Hakim menurut UUD 1945.
Surabaya: Ubhara Press, 1998.

Kompilasi Hukum Islam. Bandung: Nuansa Aulia, 2008.

Latief, Djamal. 2003. Aneka Hukum Peceraian Di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Lubis, Sulaikan, et al. Hukum Acara Perdata Peradilan Agama di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2006.

Muhammad, Abdulkadir. Hukum Acara Perdata Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000

Makmun, Moh. 2015. Keluarga Sakinah Keluarga Nirkekerasan.
Yogyakarta: Lkis Pelangi Aksara.
. “Keluarga Nirkekerasan Sebagai Prasyarat Keluarga Sakinah”, Al-Maraji‟, Vol. 2, No. 1, (September, 2015)

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Published
2022-07-29
Abstract viewed = 26 times
PDF downloaded = 12 times