Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Servis Forehand Pada Permainan Bulu Tangkis Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

  • Muhammad Rayyan Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
  • Hendriana Sri Rejeki Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
  • Hamzah Hamzah SMAN 1 Palu, Indonesia
Keywords: Hasil Belajar, Servis Forehand, Kooperatif TGT, Bulu Tangkis

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) siklus I yang dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan pada siswa kelas XE 1 SMA Negeri 1 Palu, metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournaments) digunakan untuk mengajarkan materi PJOK bulutangkis servis forehand. Banyak siswa yang belum tuntas dalam prasiklus, hal ini terlihat setelah prasiklus dilaksanakan. Hasil refleksi siklus I adalah sebagai berikut: dari jumlah siswa sebanyak 30 siswa,  terdapat 4 siswa yang  mampu memenuhi batas ketuntasan belajar dengan keterangan sangat baik dengan persentase 13,33%, 6 siswa yang  mampu  memenuhi  batas  ketuntasan  belajar  dengan keterangan baik dengan persentase 20%, 10 siswa yang mampu memenuhi batas ketuntatasan belajar   dengan keterangan cukup dengan   persentase 33,33% dan terdapat 8 siswa yang   belum   mampu memenuhi  batas  ketuntasan  belajar  dengan  keterangan  kurang  dengan  persentase 27%, dan 2 siswa dengan keterangan sangat kurang dengan presentase 7% terdapat perubahan motivasi belajar siswa tetapi blm signifikan pada tahap siklus I sehingga dilanjutkan ke tahap siklus II, Setelah dilaksanakan refleksi pada siklus II didapatkan hasil yaitu, diketahui  bahwa  hasil  belajar siswa kelas XE 1 SMA Negeri 1 Palu setelah  dilaksanakan  siklus  II  memiliki  peningkatan  hasil  belajar,  dari  jumlah siswa sebanyak 30 siswa, terdapat 6 siswa yang mampu memenuhi batas ketuntasan belajar dengan keterangan  sangat  baik  dengan  persentase  20%, 10 siswa yang  mampu  memenuhi  batas ketuntasan  belajar  dengan keterangan baik dengan persentase 33,33%, 12 siswa yang mampu memenuhi batas ketuntatasan belajar dengan keterangan cukup dengan persentase 40% dan 2 siswa yang belum  mampu  memenuhi  batas  ketuntasan  belajar  dengan  keterangan  kurang dengan  persentase  7%.

 

References

Erica, D., Haryanto, H., Rahmawati, M., & Vidada, I. (2019). Peran orang tua terhadap pendidikan anak usia dini dalam pandangan Islam. Perspektif Pendidikan dan Keguruan, 10(2), 58–66.

Gusrinaldi, G., Isra, M., & Asnaldi, A. (2020). Analisis keterampilan short service backhand pada bulutangkis. Jurnal Porkes, 6(1), 216–232

Mashud, M. (2015). Pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di era abad
21. Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 14(2), 89–114.

Sadzali, M., & Rekso, A. (2022). Analisis teknik pengembalian servis dalam permainan bulu tangkis.
Jurnal Ilmu Keolahragaan, 7(1), 45–52.

Susila, L., & Pratama, S. A. (2022). Studi perbandingan prestasi servis panjang dengan menggunakan servis forehand dan servis backhand terhadap ketepatan sasaran dalam permainan bulu tangkis pada Club PB Satria Dompu. Journal Transformation of Mandalika, 3(3), 74–81.

Tambak, S. (2016). 6 Metode Ilmiah dan Inovatif Pendidikan Agama Islam. Graha Ilmu.

Utomo, A. W. B., Wulandari, B., & Wahyudi, A. N. (2023). Pengaruh latihan footwork terhadap kelincahan dan kecepatan pada atlet bulu tangkis PB. Kusuma Ngawi. Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga), 8(2), 207–215.

Wahyuni, M., Ratna, R., Zulhasni, Z., & Tarmizal, T. (2023). Upaya peningkatan aktivitas belajar matematika peminatan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Journal of Education Research, 4(3), 1–10.
Published
2025-06-30