Tinjauan Hukum Islam Dan Kompilasi Hukum Islam Terhadap Hak Waris Anak Angkat Di Desa Bakalan Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo

  • Qothrun Nada Husna Institut Islam Mamba'ul Ulum Surakarta, Indonesia
  • Muhammad Mukharom Ridho Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Isy Karima Karanganyar, Indonesia
  • Isfihani Isfihani Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, Indonesia
Keywords: Pembagian Waris, Anak Angkat, Hukum Islam

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika pembagian waris terhadap anak angkat di Desa Bakalan, Polokarto, Sukoharjo, dengan meninjau interaksi antara hukum Islam, praktik adat, dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif empiris, data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara praktik adat setempat yang sering memberikan bagian waris yang setara kepada anak angkat, dengan ketentuan hukum waris Islam yanag tidak mengakui anak angkat sebagai ahli waris langsung. Meskipun pengangkatan anak di Desa Bakalan umumnya dilakukan melalui prosedur hukum formal, namun dalam praktik pewarisan seringkali mengutamakan pertimbangan sosial dan musyawarah keluarga di atas hukum yang terkodifikasi. Kompilasi Hukum Islam (KHI) berupaya menjembatani kesenjangan ini melalui konsep wasiat wajibah, yang memungkinkan anak angkat menerima sebagian harta peninggalan orang tua angkatnya. Namun, penelitian ini menyoroti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai ketentuan KHI, yang menyebabkan variasi dalam penerapannya. Temuan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan peningkatan edukasi dan sosialisasi hukum untuk menyelaraskan praktik adat dengan kerangka hukum Islam, guna memastikan dan kepastian hukum bagi anak angkat.

References

Adam, A. (2019). Dinamika Pernikahan Dini. Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama, 13(1), 15-24. https://doi.org/10.46339/al-wardah.v13i1.155

Al Bassam, A. (2005). Taisirul 'Allam Syarh Umdatul Ahkam. Riyadh: Darul Maiman.

Al-Auqaf, W. (1983). Mausuah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah. Kuwait: Dzat Al Salsabil.

Ali, Z. (2008). Pelaksanaan Hukum Waris di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Al-Kasani. (2005). Bada'ius Shana'i. Beirut: Darul Kutub Al-Islamiyyah.

Al-Marghinani, B. (1996). Al-Hidayah fi Syarh Bidayatul Mubtadi'. Beirut: Darul Ma'rifah.

Asy-Syirazi, I. b. (1995). Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imam Asy-Syafi'i. Beirut: Darul Fikr.

Az-Zuhaili, W. (2002). Al Fiqhul Islam wa Adillatuhu. Damaskus: Darul Fikri.

Fauzi, I., & Masruri, M. (2016). Kewarisan Anak Angkat Pasal 209 KHI Menurut Hukum Islam. Jurnal Al-Wasith:

Jurnal Studi Hukum Islam, 1(2), 81-106. https://doi.org/10.52802/wst.v1i2.75

Hazairin. (1962). Hukum Kewarisan BIlateral menurut Islam. Jakarta: Tintamas.

Ibnu Said At-Tanukhi, S. (1994). Al-Mudawwamatul Kubra. Beirut: Darul Fikr.

katsir, I. (2003). Tafsir Ibnu Katsir. Bogor: Pustaka Imam Syafii.

kemenag, B. (2018). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Kemenag Republik Indonesia.

Ludfi, L., & Jannah, K. (2024). Konstruksi Hukum Kewarisan: Anak di Luar Nikah, Anak Angkat, dan Perbedaan Agama. Al-Fattah, 72. https://journal.stai-almujtama.ac.id/index.php/al-fattah/article/view/72

Manzhur, I. (1984). Lisanul Arab. Qum: Nasyr Adab Al Hauzah.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Moleong, L. J. (2021). Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhibbussabry. (2020). Fikih Mawaris. Medan: Pusdikra Mitra Jaya.

Qardhawi, Y. (2005). Halal dan Haram dalam Islam. Surakarta: Era Media Publisher.

Qudamah, I. (1997). Al-Mughni. Beirut: Darul Kutub Al-Islamiyyah.

Rokhim, A. (2014). Status Anak Laqith (Anak Temuan) Menurut Hukum Islam. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 93-102. https://doi.org/10.24246/jrh.2014.v8.i1.p93-102

Sarwat, A. (2011). Fikih Mawaris. Jakarta Selatan: DU Publishing.

Siregar, R. J. (2022). Pernikahan Sakinah Mencegah Perceraian. Lombok Tengah: Lingkungan Handayani.

Soepomo, R. (1997). Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Pratnya Paramita.

Subekti. (1995). Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.

Sudarto. (2020). Fikih Munakahat. Jawa Timur: Qiara Media.

Syafi'i, I. (2014). Al-Umm. Jakarta Selatan: Pustaka Azzam.

Published
2025-09-04