Tantangan Etika dan Hukum Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Praktik Diagnosis Medis di Indonesia
Abstract
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sektor kesehatan mendorong transformasi signifikan dalam praktik diagnosis medis yang semakin mengandalkan sistem berbasis algoritma. Meskipun implementasi teknologi ini menawarkan efisiensi dan akurasi, penerapannya di Indonesia belum diikuti oleh regulasi hukum dan etika yang memadai. Ketiadaan norma yang mengatur audit algoritma, keamanan siber, transparansi sistem, kompensasi pasien, pelatihan pengguna, dan pengawasan pasca-implementasi menimbulkan potensi ketidakpastian hukum serta risiko terhadap perlindungan hak pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan hukum dan etika dalam penggunaan AI pada diagnosis medis serta merumuskan arah regulasi yang dapat menjawab kompleksitas permasalahan tersebut secara konstruktif. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perbandingan hukum, melalui kajian literatur dan analisis bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum di Indonesia belum secara substansial mengantisipasi berbagai implikasi dari penggunaan teknologi AI di bidang kesehatan, baik dari sisi tanggung jawab hukum, prinsip kehati-hatian, hingga mekanisme perlindungan pasien secara menyeluruh. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan regulasi yang bersifat adaptif, integratif, dan berbasis pada prinsip kehati-hatian menjadi sangat mendesak. Regulasi semacam itu tidak hanya akan memberikan kepastian hukum dan etika dalam praktik diagnosis medis berbasis AI, tetapi juga menjadi dasar legitimasi penggunaan teknologi secara berkelanjutan dalam sistem kesehatan nasional.
References
Armia, Muhammad Siddiq. Penentuan Metode Dan Pendekatan Penelitian Hukum. Banda Aceh: Lembaga Kajian Konstitusi Indonesia (LKKI), 2022.
Blumenthal, David, and Bakul Patel. “The Regulation of Clinical Artificial Intelligence.” NEJM AI 1, no. 8 (July 25, 2024). https://doi.org/10.1056/AIpc2400545.
Corfmat, Maelenn, Joé T. Martineau, and Catherine Régis. “High-Reward, High-Risk Technologies? An Ethical and Legal Account of AI Development in Healthcare.” BMC Medical Ethics 26, no. 1 (January 15, 2025): 4. https://doi.org/10.1186/s12910-024-01158-1.
Fauw, Jeffrey De, Joseph R. Ledsam, Bernardino Romera-Paredes, Stanislav Nikolov, Nenad Tomasev, Sam Blackwell, Harry Askham, et al. “Clinically Applicable Deep Learning for Diagnosis and Referral in Retinal Disease.” Nature Medicine 24, no. 9 (September 13, 2018): 1342–50. https://doi.org/10.1038/s41591-018-0107-6.
Habli, Ibrahim, Tom Lawton, and Zoe Porter. “Artificial Intelligence in Health Care: Accountability and Safety.” Bulletin of the World Health Organization 98, no. 4 (April 1, 2020): 251–56. https://doi.org/10.2471/BLT.19.237487.
Irwansyah. Penelitian Hukum, Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel, Edisi Revisi. Yogyakarta: Mirra Buana Media, 2022.
Mello, Michelle M., and I. Glenn Cohen. “Regulation of Health and Health Care Artificial Intelligence.” JAMA 333, no. 20 (May 27, 2025): 1769. https://doi.org/10.1001/jama.2025.3308.
Mohammad Amini, Mohammad, Marcia Jesus, Davood Fanaei Sheikholeslami, Paulo Alves, Aliakbar Hassanzadeh Benam, and Fatemeh Hariri. “Artificial Intelligence Ethics and Challenges in Healthcare Applications: A Comprehensive Review in the Context of the European GDPR Mandate.” Machine Learning and Knowledge Extraction 5, no. 3 (August 7, 2023): 1023–35. https://doi.org/10.3390/make5030053.
Naili, Yuris Tri, Iis Setiawan Mangkunegara, Purwono, and Muhammad Ahmad Baballe. “Regulatory Challenges in Ai-Based Diagnostics: Legal Implications of Ai Use in Medical Diagnostics.” Edited by B. Tayeb, B. Bin Mohd Aboobaider, A. Budi Prasetio, N. Asmaningrum, Wantonoro, T.A. Gusman, and N.R. Muntiari. BIO Web of Conferences 152 (January 20, 2025): 01034. https://doi.org/10.1051/bioconf/202515201034.
Nasir, Mohammad, Kaif Siddiqui, and Samreen Ahmed. “Ethical-Legal Implications of AI-Powered Healthcare in Critical Perspective.” Frontiers in Artificial Intelligence 8 (July 2, 2025). https://doi.org/10.3389/frai.2025.1619463.
Pantanowitz, Liron, Matthew Hanna, Joshua Pantanowitz, Joe Lennerz, Walter H. Henricks, Peter Shen, Bruce Quinn, Shannon Bennet, and Hooman H. Rashidi. “Regulatory Aspects of Artificial Intelligence and Machine Learning.” Modern Pathology 37, no. 12 (December 2024): 100609. https://doi.org/10.1016/j.modpat.2024.100609.
Ratti, Emanuele, Michael Morrison, and Ivett Jakab. “Ethical and Social Considerations of Applying Artificial Intelligence in Healthcare—a Two-Pronged Scoping Review.” BMC Medical Ethics 26, no. 1 (May 27, 2025): 68. https://doi.org/10.1186/s12910-025-01198-1.
Reddy, Sandeep. “Navigating the AI Revolution: The Case for Precise Regulation in Health Care.” Journal of Medical Internet Research 25 (September 11, 2023): e49989. https://doi.org/10.2196/49989.
Schmidt, Jelena, Nienke M. Schutte, Stefan Buttigieg, David Novillo-Ortiz, Eric Sutherland, Michael Anderson, Bart de Witte, et al. “Mapping the Regulatory Landscape for Artificial Intelligence in Health within the European Union.” Npj Digital Medicine 7, no. 1 (August 27, 2024): 229. https://doi.org/10.1038/s41746-024-01221-6.
Sugiyono, Puspandhani, M. METODE PENELITIAN KESEHATAN (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D). Edited by Y. Kamasturyani. 1st ed. Bandung: Alfabeta, 2020.
Zohny, Hazem, Sebastian Porsdam Mann, Brian D Earp, and John McMillan. “Generative AI and Medical Ethics: The State of Play.” Journal of Medical Ethics 50, no. 2 (February 23, 2024): 75–76. https://doi.org/10.1136/jme-2023-109834.
Copyright (c) 2025 Pentadi Teguh Setiyanta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

