Analisis Semiotika Budaya: Membedah Makna Filosofis dalam Tahapan Pernikahan Suku Todakka

  • Darmawan Darmawan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Nurdin Nurdin Universitas Islam Darud Da’wah Wal-Irsyad A.G.H. Abdurrahman Ambo Dalle, Indonesia
  • Syamzan Syukur Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Muh. Ilham Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
Keywords: Semiotika Budaya, Pernikahan Suku Todakka, Makna Filosofis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lapisan makna yang tersembunyi di balik rangkaian makna simbol prosesi pernikahan Suku Todakka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan (field research), data primer dihimpun melalui observasi, dokumentasi serta wawancara mendalam bersama masyarakat, pemuka adat (Tomakaka) dan budayawan lokal di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pernikahan Suku Todakka terbagi menjadi empat fase krusial yang tidak dapat dipertukarkan, meliputi tahap pra-nikah (Massisi’, Mettumae, Mappanre Kurru’, Massarobo), kesepakatan keluarga (Mappateke Doi’, Maccurede), puncak ritual (Botting, Mappasikarawa, Ande Kaweng, Sisuju’-suju’i), hingga pasca-nikah (Marrola, Ma’bollo ku’bu). Melalui pembacaan tatanan denotasi, konotasi, dan mitos, terungkap bahwa setiap instrumen material, ragam atribut busana, serta tindakan performatif dalam ritual ini merupakan sebuah jaringan teks budaya. Sistem tanda tersebut merepresentasikan komitmen perlindungan terhadap harga diri (siri’), pemuliaan martabat perempuan, pembuktian tanggung jawab sosio-ekonomi, serta penguatan fondasi spiritualitas keagamaan.

References

Afizha, A. S. R., Hakim, A., & ... (2025). Penggunaan Lipa’sabbe bagi Laki-Laki dalam Acara Perkawinan Masyarakat Bugis Perspektif Syariat Islam (Studi Kasus Di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo). Socius: Jurnal Penelitian …, 3(51).

Aisy, M. R., Fadia, M. F., Salsabila, M., & Putra, P. (2025). Perubahan Nilai dan Norma Pada Masyarakat: Studi Sosial di Era Globalisasi. Jurnal Cakrawala Akademika, 1(6), 2219–2202. https://doi.org/10.70182/jca.v1i6.348

Amanda, R. A. M., Sintawati, & Ridha, M. R. (2025). Makna Simbolik dan Nilai-Nilai Budaya Dalam Ritual Mappacci pada Masyarakat Bugis Makassar. Jurnal Penelitian Nusantara, 1(5).

Anugrah, D. (2016). Analisis semiotika terhadap prosesi pernikahan adat jawa temu manten di samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 319–330.

Arif, M. (2026). Wawancara dengan Tokoh Agama Todakka.

Ayu Nur Ardelina, P. (2025). Makna Simbolik Tradisi Kirab Pusaka sebagai Meida Edukasi Budaya bagi Generasi Muda di Kabupaten Trenggalek. Jurnal Diwangkara, 5(1), 45–55.

Basarang. (2026). Wawancara dengan Masyarakat Todakka.

Dwi Andini, A. (2026). Tradisi Metuttumae dalam Pernikahan Budaya Mandar di Desa Tanjung Lalak Kabupaten Kotabaru. Jurnal Sosial Humaniora, 2(April).

Fatimah, A. F. H., Inayah, F., Suyudi, M., Hasbi, & Rasul. (2024). Tradisi Appabottingeng (Pesta Perkawinan) Masyarakat Suku Bugis Sulawesi Selatan: Perspektif Teori Perubahan Sosial Alvin Boskoff. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 08(02).

Halawi. (2026). Wawancara dengan Tokoh Todakka.

Hasbi, M. (2026). Wawancara dengan Tokoh Todakka.

Ista, A., Muchlis, S., & Wahab, A. (2024). Consumer Behavior Assolo’ Pada Acara Pernikahan Suku Kajang Dalam Pesektif Maslahah. Business and Investment Review, 2(2), 21–28. https://doi.org/10.61292/birev.102

Julian Thomas, B. (2023). Kedudukan Hukum Perkawinan Adat Dayak Lundayeh dalam Hukum Perkawinan Nasional. Jurnal Kewarganegaraan, 7(2). https://doi.org/10.35334/ay.v3i2.1552

Lubis, I. A., & Tuto, B. (2022). LAPORAN PENELITIAN: DINAMIKA ADAT ISTIADAT SUKU DAKKA: PROFIL DAN PERKEMBANGANNYA TAHUN 2021-2022.

Massyat, M., Unde, A., Bahfiarti, T., & Karnai, S. (2024). Simbol Budaya dan Pergeseran Adat Seksual dalam Tradisi Mandar. Journal of Social Religion Research, 9(2).

Mayasari, A., & Sukorina, D. (2025). Spiritualisme dalam Ikatan Perkawinan Masyarakat Adat Cireundeu Cimahi Jawa Barat. 8(2), 1092–1113.

Muin, A. (2026). Wawancara dengan Tokoh Todakka.

Nurdiah, N., Yulia Rahman, H., & Al Abza, M. T. (2024). Mappaenre Doi dalam Perspektif Fikih Munakahat (Studi Kasus Adat Pernikahan Suku Bugis di Lampu Satu Samkai Merauke). BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 5(3).

Nurdin. (2026). Wawancara dengan Penggiat Budaya Todakka.

Rosdiana. (2021). Tindak Tutur Pappaisseng Masyarakat Kajuara Kabupaten Bone. Jurnal Konsepsi, 10(3).

Rosmita. (2022). Prosesi Penetapan Mahar dalam Adat Pernikahan Suku Bugis (Studi Kasus: Daerah Tangkit

Baru). JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 4(2), 27–39.

Salbani, Ino, L., & Maliuddin. (2022). Campur Kode dalam Novel Azizah Karya Emmah Azra. 3(September), 46.

Seliana, Syaiful Arifin, & Syamsul Rijal. (2018). Makna Simbolik Mappasikarawa dalam Pernikahan Suku Bugis di Sebatik Nunukan. Jurnal Ilmu Budaya, 2(3).

Suryana, S., & Rosmiaty. (2025). Busana Pengantin di Berbagai Benua. Tatha Media Group.

Syukur, M. (2020). Resiprositas dalam Daur Kehidupan Masyarakat Bugis. Jurnal Neo Societal, 5(2).

Wibisana, W. (2026). Pernikahan Dalam Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam Ta’lim, 14(2).

Yani, A., M, M. D., HR, S. R., & Akramullah, A. H. (2024). Akulturasi Islam dan Budaya Lokal dalam Adat Pernikahan Masyarakat Bugis di Sinjai. PUSAKA, 12(1).

Published
2026-08-15