Nilai-Nilai Al-Quran Dalam Mengatasi Fenomena Silent Treatment: Studi Kasus Di Medan Marelan Lingkungan V
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena silent treatment, sebuah bentuk komunikasi disfungsional yang sering digunakan sebagai alat penghukuman atau pengendalian tanpa melibatkan komunikasi verbal. Dampak negatifnya terhadap kesehatan mental dan kualitas hubungan interpersonal menjadi tantangan signifikan dalam interaksi sosial kontemporer. Studi ini dilakukan di Lingkungan V Medan Marelan, sebuah wilayah dengan karakteristik sosial-demografis heterogen namun menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, menjadikannya konteks yang relevan untuk analisis. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis relevansi nilai-nilai Al-Qur'an, khususnya kesabaran (sabr), pengendalian amarah (kaẓm al-ghayz), kasih saying (rahmah), komunikasi yang baik (qaulan sadīdan), komunikasi yang lemah lembut (qaulan layyinan) dan komunikasi yang beradab dan sopan santun (qaulan karima) dalam penanganan silent treatment. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa silent treatment umumnya disebabkan oleh keterbatasan kemampuan komunikasi dan keterampilan resolusi konflik yang tidak memadai. Dampak psikologis yang timbul meliputi peningkatan kecemasan dan penurunan kepercayaan diri. Meskipun pemahaman masyarakat terhadap ayat-ayat Al-Qur'an terkait penyelesaian konflik masih perlu ditingkatkan, terdapat upaya konkret dalam mengimplementasikan nilai-nilai kesabaran dan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari
Copyright (c) 2025 Lisa Nur Azizah, Sulidar Sulidar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

