Aktivis Muslim dalam Pergulatan Politik Islam dan Nasionalisme: Studi Kasus di Baitul Muslimin Jakarta

  • Zainal Arifin STAI Syubbanul Wathon Magelang, Indonesia
Keywords: Aktifis Muslim, Pergulatan Politik Islam, Politik Islam dan Nasionalisme

Abstract

Terdapat dua kekuatan besar yang selalu berusaha keras untuk menerapkan ideologi politiknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dua kekuatan tersebut adalah “Islamis dan Nasionalis sekuler”. Mulai pra kemerdekaan sampai dengan era reformasi, dua kekuatan tersebut masih mempunyai idealisme untuk menegakkan ideologinya masing–masing dalam konteks kenegaraan di Indonesia. Perdebatan para aktivis pada waktu orla dan orba masih bergulat antara pemikiran politik Islam dan nasionalis yang dalam ranah perdebatan tekstual sudah mulai berpikir dewasa pada masa Reformasi, sehingga pergulatan kedua politik di Negara ini harus disikapi oleh para aktivis secara bijaksana dalam mengembalikan Esensi dari tujuan bangsa Indonesia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 dan Pancasila. Peneliti melakukan observasi dilapangan dengan melakukan wawancara serta mengajukan pertanyaan Kebeberapa Tokoh Baitul Muslimin Indonesia dan Tokoh Ormas agama seperti NU dan Muhammadiyah yang mendukung dengan berdirinya Sayaf Islam di PDI-Perjungan. Terutama dukungan Ketua PBNU Hasyim Muzadi dan Dinsyamsuddin. Serta banyak tokoh intelektual antara lain Bang Taufiek kiemas, Buya Syafii Maarif dan Said Aqil Siradj bersama Ormas Pemuda kedua Ormas Islam di Indonesia Tersebut.Aktivis Baitul  Muslimin  Indonesia  PDI-Perjuangan  mempunyai  peranan meminimalisir pergulatan politik Islam dan Nasionalisme sehingga tidak ada lagi dikotomi diantara keduanya dengan artian sudah mencairnya pergulatan kedua politik tersebut, dengan peranya menyelesaikan masalah sosial masyarakat, berdakwah untuk memberikan pemahaman Agama di masyarakatdan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dimasa yang akan datang adalah kukuhnya paradigma Islam kebangsaan, yang telah diwariskan oleh Founding Fathers.

Keywords: Aktifis Muslim, Pergulatan Politik Islam, Politik Islam dan Nasionalisme

References

Adnan Amal, Taufik dan Samsu Rizal Panggabean, Politik Islam, Jakarta Pustaka Alvabet, 2001

Ahmad An-naim, Abdullahi, Islam dan Negara Sekuler “Menegosiasikan Masa depan Syariah”, PT MIZAN Pustaka, Anggota IKAPI, 2007.

Arif, M. Jejak-jejak Islam politik, Sinopsis sejumlah Hakim studi islam Indonesia, Direktorat perguruan tinggi Agama Islam ditjen kelembagaan Agama Islam Departemen agama RI, Jakarta 2004.

Ardianta, S. (2022). Strategies for Utilizing Fiction Literature as an Antidote to Radical Islamic Understanding among Students of UIN KHAS Jember. AMORTI: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 1(2), 122–130.

Dokumen Ir. Soekarno, Dibawah Bendera Reevolusi, Yayasan Bung Karno, Jakarta: 2005.

Gaffar, Affan, Politik Indonesia, Transisi Menuju Demokrasi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta 2004.

Husna Nashihin. (2017). Pendidikan Akhlak Kontekstual. CV. Pilar Nusantara. https://books.google.co.id/books?id=UBWiDwAAQBAJ

Iqbal Hasan M., Pokok-pokok Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, Jakarta: Gralia Indonesia, 2002.

Julkifli. (2022). Kedudukan dan Tugas Manusia dalam Perspektif Tafsir al-Qur’an Zubdatu At- Tafsir Karya Muhammad Sulaiman Abdullah Al Asyqar. AMORTI: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 1(2), 103–110.

J. Prihatmoko, Joko, Pemilihan Kepala Daerah Langsung, Filosofi, Sistem dan Problem Penerapan di Indonesia, LP3M Universitas Wahid Hasyim, Pustaka, 2005.

Manan Munafrizal, Pentas Politik Indonesia Pasca Orde Baru, IRE Press Yogyakarta, 2005

Megawati, Dari Istana Menuju Istana Kedaulatan Rakyat: Yogyakarta 2001 Monsanto, Luka, Tangan Besi Seratus Tiran Penguasa Dunia, Galang Press, Yogyakarta tahun 2008.

Massoweang, A. K. (2020). Moderasi Beragama dalam Perspektif Hadits. MUMTAZ: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Keislaman, 4(1), 41–57.

Nashihin, H. (2019). Character Internalization Based School Culture of Karangmloko 2 Elementary School. Abjadia, 3(1), 81–90. https://doi.org/10.18860/abj.v3i2.6031

Nashihin, H., Yahya, M. D., & Aziz, N. (2020). Morality and Expression of Religious Moderation in " Pecinan ”. Dalimunthe 2016, 24158–24168.

Nasihin, H., & Puteri Anggita Dewi. (2019). Tradisi Islam Nusantara Perspektif Pendidikan Multikultural. Islam Nusantara, 03(02), 417–438. https://jurnalnu.com/index.php/as/article/view/135

Novita, M., Zakki, M., & Inayati, N. L. (2022). Implementasi Pendidikan Moral Dalam Membina Perilaku Siswa Di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al Huda. JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner, 2(1), 95–105.

P Huntinton, Samuel, Tertib Politik, Pada Masyarakat Yang Sedang Berubah, PT Raja Grafindo persada 2004.

Robbaniyah, Q. (2022). Eksplorasi Strategi Kontra Radikalisme pada Santri di Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz Yogyakarta. AMORTI: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, X(X), 1–10.

Susanto, E. (2022). Konstruksi Pendidikan Islam Nusantara Berwawasan Multikultural di STAI Brebes Jawa Tengah. AMORTI: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 1(1), 42–54.

Soekarnoputri Megawati, Departement Keanggotaan Organisasi DPP PDI- Perjuangan 2007.

Suhelmi Ahmad, Soekarno Versuss Nasir, “Polemik Negara Islam”, Teraju Jakarta Selatan: 2002.

Sumawinata, Sarbini, politik Ekonomi kerakyatan, PT Garindo pustaka Utama, Jakarta, 2004

Tono, Suwidi, Bung Karno Negara Nasional dan cita-cita Islam, Vision 03 Depok 2003.

W. Hefner, Robert, Civil Islam: Islam dan demokrasi di indonesia, Jakarta: ISAI dan The Asia Fondation, 2001.

Published
2022-12-11