Pedagogi Sufistik dalam Lirik Lagu Ininnawa Sabbarae: Transformasi Batin dan Penguatan Kecerdasan Spiritual di Era Modern
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi nilai-nilai pedagogi sufistik dalam tradisi lisan Bugis melalui lirik lagu Ininnawa Sabbarae sebagai instrumen transformasi batin dan penguatan kecerdasan spiritual (Spiritual Intelligence) manusia modern.Menggunakan metode kualitatif deskriptif jenis studi kepustakaan (library research), penelitian ini membedah kedalaman makna lirik menggunakan pendekatan Hermeneutika Gadamerian serta kacamata tasawuf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Ininnawa Sabbarae mengandung konstruksi nilai spiritual yang sistematis, meliputi maqam sabr (sabar aktif), istiqamah (fase qabd), zuhud dan tajrid (asketisme batin), integrasi diri (tellu sitinro), hingga rida dan tawakkal. Secara pedagogis, lirik ini mengonstruksi kecerdasan spiritual manusia modern melalui tiga tahapan: purifikasi niat (ininnawa), internalisasi konsistensi (sabbara’), dan aktualisasi kedamaian batin (tawakkal). Internalisasi nilai etno-sufisme ini terbukti relevan sebagai counter-culture terhadap budaya instan, terapi mental (logoterapi) bagi kecemasan eksistensial, serta solusi atas fragmentasi identitas di era digital. Penelitian ini memberikan implikasi penting bahwa kearifan lokal dapat dioptimalkan fungsinya sebagai hidden curriculum yang efektif untuk memperkuat ketahanan spiritual (spiritual resilience) manusia kontemporer.

